Panjat Tebing Muda Indonesia Tampil Gemilang, Raih 4 Medali di Asia Youth Championship 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Atlet muda panjat tebing Indonesia menorehkan hasil positif pada World Climbing Asia Youth Championship 2026 di Guiyang, China. Kontingen Merah Putih berhasil mengumpulkan empat medali yang terdiri dari satu emas dan tiga perunggu.

Dua medali perunggu tambahan diraih Indonesia melalui nomor speed relay putri U-17 dan putra U-19 pada Selasa (25/8/2026). Hasil tersebut melengkapi dua medali yang sebelumnya diperoleh dari nomor individu.

Dua Perunggu dari Nomor Speed Relay

Pada nomor speed relay putri U-17, Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwoe berhasil membawa Indonesia ke podium ketiga.

Keduanya mencatat waktu 18,81 detik pada babak final. Sebelumnya, Naura dan Keyzia menempati peringkat ketiga kualifikasi dengan catatan waktu terbaik 16,82 detik.

Pada perebutan medali perunggu, pasangan Indonesia berhasil mengalahkan wakil Korea Selatan.

China mendominasi nomor tersebut. Tim China-1 merebut medali emas dengan waktu 15,13 detik, sedangkan China-2 meraih perak setelah membukukan waktu 15,85 detik.

Medali perunggu berikutnya datang dari nomor speed relay putra U-19. Amirul Rizqi Febriansyah dan Malik Baqmuhyibar finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 11,09 detik.

Pasangan Indonesia tersebut juga tampil kuat sejak babak kualifikasi. Mereka berada di peringkat kedua dengan waktu 10,96 detik.

China meraih emas setelah mencatat waktu 10,57 detik. Korea Selatan berada di posisi kedua setelah atletnya mengalami jatuh.

Kazakhstan menempati peringkat keempat dengan waktu 11,27 detik. Jepang berada di posisi kelima dengan catatan 12,32 detik.

Indonesia Raih Satu Emas dan Tiga Perunggu

Tambahan dua perunggu tersebut melengkapi prestasi Indonesia dari nomor individu.

Ardana Cikal Damarwulan lebih dulu menyumbangkan medali emas melalui nomor boulder putra U-17. Cikal tampil sebagai juara pada babak final setelah mengumpulkan skor 69,7.

Ia mengungguli Takumi Nakayama dari Jepang dan Jungyoon Choi dari Korea Selatan. Keduanya sama-sama mencatat skor 69,2.

Sementara itu, Laksamana Krido Swarnabhumi menyumbangkan medali perunggu dari nomor speed putra U-17.

Krido mencatat waktu 5,43 detik pada perebutan tempat ketiga. Catatan tersebut menjadi waktu terbaik pribadinya sekaligus podium pertama yang diraihnya dalam kejuaraan panjat tebing tingkat Asia.

Dengan koleksi satu emas dan tiga perunggu, Indonesia menempati posisi keempat klasemen perolehan medali World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026.

Capaian tersebut menjadi hasil akhir perjuangan atlet muda Indonesia pada kejuaraan panjat tebing remaja tingkat Asia yang berlangsung di Guiyang, China.

 

Penulis: Andini Namira Saskirana

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article