EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat integritas di sektor pendidikan. Pembenahan sistem dan transparansi layanan menjadi bagian dari langkah kementerian untuk mencegah praktik korupsi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut saat menanggapi hasil Indeks Integritas Pendidikan 2026 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Abdul Mu’ti menyampaikan pernyataan itu dalam acara peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Nasional di Jakarta, Selasa (6/10).
Integritas Jadi Bagian Penting dalam Pendidikan
Berdasarkan sumber rilis Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti mengapresiasi KPK atas kolaborasi dalam penguatan integritas pendidikan.
Ia juga menilai hasil Indeks Integritas Pendidikan 2026 dapat menjadi masukan bagi pemerintah. Data tersebut dapat membantu Kemendikdasmen mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan layanan pendidikan.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran yang lebih luas dari sekadar pencapaian akademik. Pendidikan juga membentuk karakter dan budaya bangsa.
“Pendidikan bukan sekadar proses administratif yang hanya untuk mengukur capaian akademik, tetapi juga proses untuk membangun karakter dan budaya bangsa. Salah satu karakter yang terus kita bangun adalah sikap kejujuran dan integritas,” ujar Abdul Mu’ti.
Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong sistem pendidikan yang terbuka dan akuntabel. Kementerian juga berupaya mempersempit ruang bagi praktik penyimpangan.
Sistem Penerimaan Murid Baru Terus Dibenahi
Salah satu fokus pembenahan berada pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Kemendikdasmen terus menyempurnakan sistem tersebut. Pemerintah mengarahkan SPMB agar menerapkan prinsip inklusif dan berkeadilan.
Selain itu, kementerian memperkuat layanan pengaduan masyarakat melalui Unit Layanan Terpadu (ULT).
Masyarakat dapat menyampaikan laporan, keluhan, dan aspirasi melalui berbagai saluran. Kemendikdasmen juga menyediakan kanal komunikasi langsung untuk memudahkan masyarakat menyampaikan persoalan terkait layanan pendidikan.
Pendidikan Karakter Masuk dalam Pembelajaran
Kemendikdasmen juga mengaitkan penguatan integritas dengan proses pembelajaran. Salah satunya melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam.
Pendekatan ini tidak hanya mengejar peningkatan kemampuan akademik. Kemendikdasmen juga mendorong penguatan karakter murid.
Program tersebut melibatkan empat pusat pendidikan. Keempatnya mencakup sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
“Penguatan integritas juga kami lakukan melalui Pembelajaran Mendalam. Dengan pendekatan tersebut, kami tidak hanya mengarahkan murid untuk meningkatkan kemampuan akademik, namun juga memperkuat pendidikan karakter yang melibatkan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media,” kata Abdul Mu’ti.
Upaya tersebut berjalan bersama sejumlah program lain. Kemendikdasmen memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Selain itu, kementerian meningkatkan layanan bimbingan dan konseling. Pemerintah juga terus mengembangkan berbagai program pendukung pendidikan karakter.
Penyaluran Dana Pendidikan Dorong Transparansi
Kemendikdasmen turut memperkuat transparansi dalam penyaluran dana pendidikan.
Kementerian terus menyempurnakan sistem penyaluran agar lebih terbuka dan akuntabel. Pemanfaatan sistem digital juga menjadi bagian dari langkah tersebut.
Dengan sistem yang lebih terbuka, pemerintah berharap pengelolaan dana pendidikan dapat berjalan lebih tertib. Masyarakat juga memiliki ruang lebih besar untuk mengawasi prosesnya.
Revitalisasi Sekolah Pakai Skema Swakelola
Pembenahan juga menyentuh program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Kemendikdasmen menyederhanakan sejumlah proses dalam program tersebut. Pada saat yang sama, kementerian memperkuat akuntabilitas pelaksanaan pembangunan sekolah.
Kemendikdasmen menjalankan program revitalisasi dengan skema swakelola. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pekerjaan sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan sekolah tidak hanya berfokus pada hasil fisik. Program juga dapat membuka peluang keterlibatan masyarakat setempat.
Kejujuran Data Dapodik Ikut Menentukan Kebijakan
Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya kejujuran dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Ia mendorong seluruh pihak untuk menyampaikan data secara akurat dan jujur. Pasalnya, pemerintah menggunakan data tersebut untuk menentukan arah kebijakan dan program pendidikan.
Data yang akurat membantu pemerintah menyusun program secara lebih tepat. Dengan begitu, kebijakan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.
“Berbagai langkah yang telah kami lakukan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun tata kelola pendidikan yang semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas,” tutur Abdul Mu’ti.
Ia berharap layanan pendidikan dapat menjadi salah satu cerminan pembangunan budaya integritas. Upaya tersebut sekaligus mendukung pencegahan korupsi sejak dari lingkungan pendidikan.
KPK: Pencegahan Harus Dimulai dari Ruang Kelas
Ketua KPK Setyo Budiyanto juga menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan Indonesia.
Menurut Setyo, sekolah bukan hanya tempat murid mempelajari ilmu. Lingkungan sekolah juga menjadi ruang untuk membentuk karakter.
Ia menilai upaya pemberantasan korupsi perlu berjalan dari ruang belajar. Penindakan tetap penting. Namun, pencegahan melalui pendidikan karakter memiliki peran besar dalam membangun generasi masa depan.
Setyo mengingatkan bahwa kecerdasan saja tidak cukup untuk melahirkan pemimpin yang dapat dipercaya.
“Sekolah boleh melahirkan orang cerdas, kampus boleh melahirkan ahli. Tetapi hanya pendidikan yang berintegritas yang dapat melahirkan pemimpin yang dapat dipercaya,” ujar Setyo.
Karena itu, penguatan integritas perlu berjalan sejak bangku sekolah. Pendidikan tidak hanya menentukan kemampuan seseorang, tetapi juga membentuk nilai yang akan mereka bawa dalam kehidupan bermasyarakat.


