EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMP Insani Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Selasa (4/8/2026). Kemendikdasmen mengambil langkah ini untuk menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setelah banjir akhir 2025 merusak ruang kelas dan fasilitas sekolah di Sorkam.
Berdasarkan Siaran Pers Kemendikdasmen Nomor 674/sipers/A6/VIII/2026, Kemendikdasmen dan Persatuan Islam (PERSIS) membangun RKD melalui kolaborasi bersama. Peresmian tersebut berlangsung bersamaan dengan peninjauan program revitalisasi sekolah yang sedang berjalan.

Bantuan Revitalisasi Capai Rp1,24 Miliar
Pada 2026, SMP Insani Sorkam menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,24 miliar. Kemendikdasmen menggunakan dana tersebut untuk membangun satu ruang kelas baru, satu perpustakaan, merehabilitasi dua ruang kelas, memperbaiki ruang administrasi, dan menata lingkungan sekolah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa pemulihan pendidikan di SMP Insani Sorkam sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang menekankan pembangunan sumber daya manusia melalui layanan pendidikan bermutu dan inklusif.
“Kami menghadirkan ruang kelas darurat ini agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Karena sifatnya sementara, fasilitas ini tidak boleh dipakai terlalu lama. Ke depan, kami berharap sekolah permanen segera terwujud,” ujar Atip.
Pendidikan Harus Tetap Berjalan Meski Terdampak Bencana
Atip menekankan bahwa pemulihan sekolah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Pemerintah juga ingin memastikan murid tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak selama masa pemulihan.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar sekolah agar mereka dapat menekan risiko bencana pada masa mendatang.
Guru dan Murid Kembali Belajar di Sekolah
Kepala SMP Insani Sorkam, Suryadi Sitanggang, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah kepada sekolahnya. Menurutnya, kehadiran Wamendikdasmen memberi semangat baru bagi guru dan murid yang selama ini berupaya memulihkan kegiatan belajar pascabanjir.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Kristen SMP Insani Sorkam, Via Sibagariang, menceritakan bahwa banjir sempat memaksa sekolah memindahkan pembelajaran ke lokasi lain karena ruang kelas dan fasilitas mengalami kerusakan.
“Setelah banjir, ruang belajar kami rusak dan banyak fasilitas sekolah hancur. Sekarang ruang kelas darurat ini sangat membantu proses belajar mengajar. Meja, kursi, dan papan tulis sudah tersedia,” ujarnya.
Harapan Baru untuk Anak-anak Sorkam
Melalui pembangunan RKD dan program revitalisasi, Kemendikdasmen berupaya menjaga hak belajar anak-anak di wilayah terdampak bencana. Sambil menunggu pembangunan permanen selesai, proses pembelajaran di SMP Insani Sorkam tetap berlangsung.
Pemerintah berharap pemulihan sekolah ini tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menjaga semangat belajar murid agar mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.



