EDUCARE.CO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa guru memiliki peran jauh lebih besar daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran di kelas. Menurutnya, guru merupakan sosok yang turut menentukan arah peradaban bangsa melalui pendidikan yang mereka berikan kepada generasi muda.
Berdasarkan sumber Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri kegiatan pendidikan di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).
“Guru tidak hanya menjadi agent of learning, tetapi juga agent of civilization. Mereka bukan sekadar agen pembelajaran, melainkan agen pembangun peradaban,” ujar Abdul Mu’ti.
Guru Menentukan Kualitas Pendidikan
Abdul Mu’ti menilai kualitas pendidikan sangat menentukan kualitas suatu bangsa. Karena itu, pemerintah perlu meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh dengan memperkuat kualitas guru dan tenaga kependidikan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan berbagai kebijakan pendidikan pada akhirnya sangat bergantung pada kompetensi dan dedikasi para guru di lapangan.
“Kualitas pendidikan itu penentunya adalah guru-guru,” tegasnya.
Pemerintah Memulai Pendidikan Sejak Usia Dini
Selain menyoroti peran guru, Mendikdasmen juga menegaskan pentingnya pendidikan sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter dan kemampuan anak. Menurutnya, pemerintah sedang memperkuat layanan PAUD dan mendorong program wajib belajar 13 tahun mulai dari taman kanak-kanak.
Langkah tersebut merupakan bagian dari prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Salah satu program prioritas kami adalah memperkuat kualitas SDM dan menjalankan wajib belajar 13 tahun mulai dari taman kanak-kanak,” ujarnya.
Pemerintah Masih Hadapi Kesenjangan Pendidikan
Mendikdasmen mengakui bahwa pemerintah masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan secara optimal.
Karena itu, Kemendikdasmen terus berupaya memperluas akses pendidikan agar semakin banyak anak Indonesia dapat belajar dalam lingkungan yang berkualitas.
Pendidikan Tidak Hanya Terjadi di Sekolah
Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah formal. Menurutnya, keluarga dan masyarakat juga memegang peran penting melalui jalur pendidikan nonformal dan informal.
Dengan keterlibatan semua pihak, pemerintah berharap tercipta ekosistem pendidikan yang mampu mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
“Pemerintah berusaha memberikan layanan pendidikan seluas-luasnya demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.
Penguatan Guru Jadi Kunci Pendidikan Bermutu
Pada bagian akhir sambutannya, Abdul Mu’ti kembali menekankan bahwa peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Ia menilai kualitas pendidik berhubungan langsung dengan kualitas layanan pendidikan yang diterima siswa. Oleh sebab itu, investasi pada pengembangan guru harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan pendidikan.
“Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan akan berkorelasi langsung dengan peningkatan kualitas pendidikan,” pungkasnya.
Melalui penguatan kompetensi guru, perluasan akses pendidikan, dan perhatian sejak usia dini, Kemendikdasmen berharap pendidikan Indonesia tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang mampu membangun peradaban bangsa di masa depan.



