Dari Lampung ke Podium Nasional! Krakatau Shaula Juara 3 Robot SAR 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Tim robotik Universitas Teknokrat Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim yang mengusung nama Krakatau Shaula berhasil meraih Juara 3 Robot SAR dalam Kontes Unlimited Robot Competition 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang.

Kompetisi tersebut berlangsung pada 19 September 2026 dan mempertemukan tim robotik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Krakatau Shaula tampil konsisten sejak babak awal hingga berhasil mengamankan posisi ketiga nasional. Prestasi tersebut sekaligus membawa nama Lampung ke podium kompetisi robotika nasional.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Teknokrat Indonesia, Krakatau Shaula bersaing dengan sejumlah perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Politeknik Negeri Malang (Polinema).

12 Perguruan Tinggi Adu Kemampuan Robot SAR

Kontes Unlimited Robot Competition 2026 menjadi arena bagi perguruan tinggi untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam bidang robotika.

Sebanyak 12 tim mengikuti kategori Robot SAR dalam kompetisi tersebut. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kedua belas perguruan tinggi itu meliputi:

  • Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
  • Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang
  • Universitas Teknokrat Indonesia, Lampung
  • Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Universitas Negeri Yogyakarta
  • Politeknik Negeri Malang
  • Universitas Diponegoro, Semarang
  • Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Universitas Singaperbangsa, Karawang
  • Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
  • Universitas Negeri Semarang
  • Universitas Muhammadiyah Semarang

Ketua Pelaksana Kontes Robot Unlimited UNDIP 2026, Verrill Varian Jaya Kusuma, membuka kompetisi tersebut.

Persaingan pun berlangsung ketat. Setiap tim membawa strategi, kemampuan teknis, serta pengalaman masing-masing untuk merebut posisi terbaik.

Krakatau Shaula Keluar sebagai Juara Grup

Krakatau Shaula langsung menunjukkan performa kuat sejak fase grup.

Tim Universitas Teknokrat Indonesia berhasil mengungguli tim dari UGM dan UNY. Hasil tersebut membawa Krakatau Shaula keluar sebagai juara grup.

Posisi tersebut memberi tim modal penting untuk menghadapi babak gugur.

Mahasiswa Teknokrat kemudian kembali menguji kemampuan robot dan strategi mereka pada pertandingan berikutnya.

Menang di Perempatfinal, Lolos ke Semifinal

Perjalanan Krakatau Shaula berlanjut ke babak perempatfinal.

Tim robotik Universitas Teknokrat Indonesia kembali memenangkan pertandingan. Hasil itu memastikan langkah mereka menuju empat besar.

Keberhasilan tersebut juga menunjukkan konsistensi Krakatau Shaula dalam menghadapi tekanan kompetisi.

Setelah mengamankan tiket semifinal, tim mulai mempersiapkan strategi untuk menghadapi lawan berikutnya.

Semifinal Sengit, Krakatau Shaula Perebutkan Posisi Ketiga

Pada babak semifinal, Krakatau Shaula menghadapi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Pertandingan berlangsung sengit. Krakatau Shaula belum berhasil mengamankan tiket final sehingga harus melanjutkan perjuangan melalui pertandingan perebutan posisi ketiga.

Tim tidak berhenti setelah kekalahan di semifinal.

Mahasiswa Teknokrat kembali melakukan persiapan untuk menghadapi Politeknik Negeri Malang (Polinema) dalam laga penentuan podium.

Taklukkan Polinema dan Raih Juara 3 Nasional

Krakatau Shaula tampil maksimal dalam pertandingan perebutan posisi ketiga.

Tim Universitas Teknokrat Indonesia berhasil mengungguli Polinema dan mengamankan Juara 3 Nasional Robot SAR Kontes Unlimited Robot Competition 2026.

Hasil tersebut menjadi penutup perjalanan panjang Krakatau Shaula dalam kompetisi.

Selain membawa pulang prestasi, tim juga berhasil memperkenalkan kemampuan mahasiswa Lampung di tengah persaingan robotika nasional.

Lintas Program Studi Bersatu dalam Krakatau Shaula

Keberhasilan Krakatau Shaula tidak lepas dari kerja sama mahasiswa lintas program studi di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia.

Tim mendapat pendampingan dari dosen FTIK, Jaka Persada Sembiring, S.Kom., M.Cs.

Lima mahasiswa yang memperkuat Krakatau Shaula terdiri atas:

  • Ong Azis Saliem – Program Studi Informatika
  • Nyoman Sugiarte – Program Studi Teknik Elektro
  • Andry Antono – Program Studi Teknik Elektro
  • Abdurrahman Al Fajri – Program Studi Teknik Elektro
  • Rifqi Wahid Dhohiri – Program Studi Teknik Komputer

Perbedaan bidang studi menjadi salah satu kekuatan tim. Para mahasiswa dapat menggabungkan pengetahuan sesuai bidang masing-masing untuk mengembangkan robot sekaligus menyusun strategi pertandingan.

UKM Robotik Jadi Ruang Praktik Mahasiswa

Prestasi Krakatau Shaula juga memperlihatkan peran organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi.

Melalui UKM Robotik, mahasiswa dapat menerapkan teori perkuliahan dalam proyek teknologi yang nyata.

Mereka tidak hanya belajar membuat robot. Mahasiswa juga menghadapi persoalan teknis, menguji sistem, menyusun strategi, serta bekerja di bawah tekanan kompetisi.

Pengalaman tersebut membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan teknis sekaligus kemampuan komunikasi dan kerja sama tim.

Dosen: Prestasi Lahir dari Kerja Keras dan Dukungan

Dosen pembimbing Krakatau Shaula, Jaka Persada Sembiring, mengapresiasi dukungan berbagai pihak selama tim mengikuti kompetisi.

Ia menilai pencapaian tersebut lahir dari kerja keras mahasiswa, pendampingan dosen, serta dukungan institusi.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, Universitas Teknokrat Indonesia, serta seluruh civitas akademika atas dukungan dan fasilitas yang telah diberikan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting sehingga mahasiswa dapat mengikuti kompetisi tingkat nasional dan meraih prestasi,” ujar Jaka.

Menurutnya, kompetisi juga memberi pengalaman penting bagi mahasiswa.

Mereka tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga belajar menerapkan pengetahuan teknologi untuk menghadapi persoalan secara langsung.

Rektor Apresiasi Perjuangan Tim Teknokrat

Prestasi Krakatau Shaula mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A.

Apresiasi tersebut disampaikan melalui Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M.

Mahathir menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan mahasiswa dan dosen FTIK membawa Teknokrat ke podium nasional.

“Selamat kepada mahasiswa dan dosen FTIK atas prestasi yang diraih dalam Kontes Unlimited Robot Competition 2026. Keberhasilan mengungguli tim dari UGM, UNY, dan Polinema menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dalam kompetisi robotika tingkat nasional,” ujar Mahathir.

Ia berharap prestasi tersebut dapat memacu mahasiswa lain untuk mengembangkan inovasi.

“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Robot SAR Dekat dengan Teknologi Kebencanaan

Kompetisi Robot SAR tidak sekadar menguji kemampuan membuat robot.

Teknologi Search and Rescue memiliki relevansi dengan kebutuhan pencarian dan penyelamatan dalam kondisi tertentu.

Robot dapat menjadi salah satu teknologi pendukung ketika manusia menghadapi lingkungan yang memiliki risiko tinggi.

Melalui kompetisi, mahasiswa dapat menguji sistem robot dalam kondisi yang telah ditentukan. Mereka juga belajar meningkatkan ketepatan strategi, koordinasi, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan teknologi robotika untuk kebutuhan masyarakat.

Prestasi Robotik Teknokrat Mendukung SDGs

Prestasi Krakatau Shaula juga sejalan dengan upaya Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Kegiatan robotik memberi mahasiswa pengalaman belajar berbasis proyek.

Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan teknis melalui proses merancang, menguji, memperbaiki, dan mengoperasikan teknologi.

Mereka juga belajar berkomunikasi dan bekerja dalam tim untuk mencapai target bersama.

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

Pengembangan Robot SAR mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi teknologi.

Kompetisi memberi ruang bagi mahasiswa untuk menguji rancangan, menemukan kelemahan, lalu menyempurnakan teknologi melalui pengalaman langsung.

SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan

Teknologi Robot SAR dapat mendukung kebutuhan pencarian dan penyelamatan.

Pengembangan teknologi yang berorientasi pada keselamatan juga dapat mendukung upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana.

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Prestasi Krakatau Shaula lahir dari kolaborasi mahasiswa, dosen, UKM Robotik, FTIK, universitas, dan Yayasan Pendidikan Teknokrat.

Dukungan tersebut membentuk ekosistem yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan membawa hasil pembelajaran ke kompetisi nyata.

Krakatau Shaula Bawa Nama Lampung ke Podium Nasional

Raihan Juara 3 Robot SAR Kontes Unlimited Robot Competition 2026 menjadi catatan penting bagi Krakatau Shaula dan Universitas Teknokrat Indonesia.

Perjalanan tim dari fase grup, perempatfinal, semifinal, hingga perebutan posisi ketiga menunjukkan konsistensi mahasiswa dalam menghadapi kompetisi nasional.

Prestasi ini juga membawa nama Lampung ke tengah persaingan robotika perguruan tinggi di Indonesia.

Lebih dari sekadar piala, kompetisi tersebut memberi mahasiswa pengalaman untuk menguji kemampuan teknologi, menyelesaikan masalah, menyusun strategi, dan bekerja sebagai tim.

Universitas Teknokrat Indonesia pun terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan inovasi melalui pembelajaran berbasis praktik, organisasi kemahasiswaan, pendampingan dosen, dan berbagai kompetisi.

Krakatau Shaula telah membuktikan bahwa inovasi mahasiswa dari Lampung mampu bersaing di tingkat nasional.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article