JAKARTA – Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan intelektual adalah jenis kecerdasan yang dijalankan oleh fungsi otak kiri. Sisi otak kiri bertanggung jawab untuk tugas yang kaitannya dengan logika, bahasa, serta pemikiran analitis.

Mereka dengan IQ tinggi termasuk orang-orang yang cerdas. Tingkat kecerdasan ini dapat diukur dengan tes IQ yang dipopulerkan oleh psikolog Prancis, Alfred Binet pada tahun 1900-an.

Beberapa studi mengungkapkan, ada berbagai cara untuk mengembangkan keterampilan yang kaitannya dengan level kecerdasan. Berdasarkan laman Healthline, ini dia sejumlah aktivitas untuk meningkatkan IQ.

Berikut 7 kegiatan yag bisa dilakukan untuk Meningkatkan IQ:

1. Memainkan Alat Musik
Ada penelitian yang menunjukkan, seorang musisi mempunyai memori kerja lebih baik ketimbang nonmusisi. Memainkan alat musik bisa mengasah memori dan kecerdasan.

2. Melatih Keterampilan Relasional
Pada sebuah studi tahun 2011, ditunjukkan bahwa penerapan teori kerangka relasional bisa membantu meningkatkan skor IQ secara signifikan pada anak-anak. Hasil penelitian itu juga diperkuat dengan studi terbaru yang menemukan, teori serupa bisa meningkatkan IQ sekaligus penalaran verbal dan penalaran numerik.

Kegiatan melatih keterampilan relasional ini termasuk pembelajaran bahasa (ini adalah…dan itu adalah…) dan perbandingan objek (cangkir penuh versus cangkir kosong).

3. Aktivitas Memori
Aktivitas melatih memori atau daya ingat bisa mempertajam kemampuan penalaran serta bahasa. Permainan memori juga sudah digunakan dalam penelitian untuk mengeksplorasi hubungan memori dengan bahasa serta pengetahuan yang dimiliki seseorang.

Penalaran dan bahasa sendiri memang digunakan untuk mengukur kecerdasan. Maka, kegiatan yang berkaitan dengan fungsi memori bisa dilakukan untuk menaikkan kecerdasan. Contoh kegiatan ini bisa berupa teka-teki silang, permainan kartu konsentrasi, sudoku, atau teka-teki gambar.

4. Kegiatan Penalaran Visuospasial
Kegiatan penalaran visuospasial adalah aktivitas yang melibatkan proses mental yang berhubungan dengan representasi fisik. Sebuah studi menemukan, mengembangkan penalaran visuospasial juga bisa menambah skor tes IQ.

Pada penelitian tersebut, sebagian memori dan aktivitas kontrol eksekutif diterapkan guna meningkatkan penalaran visuospasial peserta. Kegiatan pelatihan visual dan spasial ini meliputi labirin, model 3D, sudut pandang, dan prisma terbuka.

5. Kegiatan Pengendalian Eksekutif
Kontrol eksekutif adalah kemampuan mengontrol aktivitas kognitif yang kompleks. Fungsi eksekutif berhubungan erat dengan kegiatan penalaran yang lancar, yang merupakan salah satu aspek kecerdasan manusia.

Sejumlah kegiatan dalam melatih pengendalian eksekutif adalah permainan scrabble, lampu merah-hijau, fiksi, dan kegiatan asah otak.

6. Mempelajari Bahasa Baru
Ada sebuah penelitian yang menyelidiki hubungan antara pembelajaran bahasa awal dan IQ. Ditemukan dari penelitian tersebut bahwa pembelajaran bahasa lewat pembicaraan dan interaksi selama 18 sampai 24 bulan paling bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan kognitif di kemudian hari.

7. Melakukan Pendidikan Lanjut
Pendidikan lanjutan apapun bentuknya, punya peran signifikan dalam pengembangan kecerdasan. Pada sebuah studi yang melibatkan lebih dari 600 ribu peserta, dilakukan analisis soal efek pendidikan terhadap level IQ.

Penelitian tersebut memperlihatkan, setiap tambahan tahun pendidikan formal, peserta mendapat peningkatan IQ dari satu sampai lima poin.

By Redaksi