Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Riset Negara Berkembang untuk Percepat Inovasi Berkelanjutan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kolaborasi riset internasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong kerja sama antarnegara berkembang melalui forum COMSATS-ITS Conference 2026.

Berdasarkan rilis Kemdiktisaintek, forum tersebut berlangsung di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian The 26th Meeting of COMSATS Coordinating Council.

Konferensi mengusung tema Emerging Technologies for Sustainable Development. Selain itu, forum ini mempertemukan peneliti, akademisi, pimpinan lembaga sains, industri, serta pembuat kebijakan dari 27 negara anggota COMSATS.

Melalui pertemuan tersebut, para peserta membahas berbagai peluang kerja sama riset. Mereka juga bertukar pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Riset Harus Memberikan Dampak Nyata

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Menurutnya, perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, hingga transformasi digital membutuhkan solusi yang berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Karena itu, ia menilai hasil penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi akademik semata.

“Riset tidak boleh berhenti pada publikasi. Riset harus menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Fauzan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara agar hasil riset dapat berkembang lebih cepat dan menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Indonesia Fokus pada Teknologi Masa Depan

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan menjelaskan bahwa Indonesia terus memperkuat berbagai bidang riset strategis.

Fokus tersebut mencakup energi terbarukan, teknologi maritim, kecerdasan artifisial (AI), robotika, dan transformasi digital.

Melalui penguatan sektor-sektor tersebut, Indonesia ingin meningkatkan daya saing nasional. Di saat yang sama, langkah tersebut juga mendukung target pembangunan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, Kemdiktisaintek terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan mitra internasional.

Kerja Sama Selatan-Selatan Perlu Diperkuat

Fauzan juga menyoroti pentingnya kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation).

Menurutnya, banyak negara berkembang menghadapi tantangan yang hampir sama. Karena itu, mereka dapat saling berbagi pengalaman dan solusi.

Melalui kerja sama yang lebih erat, negara-negara berkembang dapat mempercepat transfer teknologi, meningkatkan kapasitas riset, serta memperluas jejaring inovasi.

Selain itu, kolaborasi semacam ini memungkinkan lahirnya teknologi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat di negara berkembang.

ITS Tampilkan Berbagai Riset Unggulan

Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menjelaskan bahwa konferensi ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Ia memperkenalkan sejumlah fokus riset unggulan yang sedang dikembangkan ITS.

Bidang tersebut meliputi energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, teknologi maritim, kecerdasan artifisial, robotika, dan transformasi digital.

Menurut Bambang, seluruh bidang tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing kawasan.

Di sisi lain, Executive Director COMSATS, Ambassador Mohammad Nafees Zakaria, menegaskan bahwa COMSATS terus memperluas jejaring kerja sama sains dan teknologi antarnegara berkembang.

Melalui berbagai program yang berjalan, organisasi tersebut mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas peneliti, dan kolaborasi riset lintas negara.

Dukung Target Pembangunan Berkelanjutan

Kemdiktisaintek menilai forum COMSATS memiliki peran penting dalam memperluas kemitraan riset internasional.

Selain itu, forum ini juga mendorong lahirnya berbagai proyek kolaboratif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, hasil riset yang lahir dari kerja sama internasional diharapkan mampu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Melalui partisipasi aktif dalam COMSATS-ITS Conference 2026, Indonesia terus memperkuat posisinya dalam jejaring riset global. Di saat yang sama, Indonesia juga membuka lebih banyak peluang kolaborasi untuk mengembangkan sains, teknologi, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article