620 Anak Terpapar Paham Kekerasan, Kemendikdasmen dan BNPT Siapkan Langkah Pencegahan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang penting untuk melindungi anak dari kekerasan dan paparan paham ekstremisme. Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk memperkuat pencegahan di satuan pendidikan.

Kemendikdasmen dan BNPT menggelar kegiatan Penguatan Peran Komite Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Satuan Pendidikan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta pada Rabu (2/9/2026). Forum ini mempertemukan unsur pendidikan untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Sekolah Aman Jadi Bagian dari Budaya Pendidikan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

“Forum ini menjadi sangat penting untuk melakukan langkah bersama, gerakan bersama, menciptakan lingkungan yang aman dan lingkungan yang memungkinkan anak-anak kita dapat tumbuh dengan gembira dalam mencapai cita-cita,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden untuk membangun budaya ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Kemendikdasmen juga terus mendorong sekolah membangun suasana yang aman dan nyaman. Pendekatan yang digunakan mengedepankan sisi humanis, inklusif, dan partisipatif.

“Kami berupaya untuk menjadikan sekolah yang aman dan nyaman itu sebagai budaya dan lingkungan yang memungkinkan anak-anak kita dapat belajar dengan sebaik-baiknya dan dapat merasakan suasana kekeluargaan di dalam lingkungan sekolah mereka,” tuturnya.

Empat Pusat Pendidikan Punya Peran Penting

Abdul Mu’ti menekankan pentingnya sinergi empat pusat pendidikan. Keempatnya mencakup sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Keempat lingkungan tersebut memiliki pengaruh besar dalam mendampingi anak. Peran itu menjadi semakin penting ketika anak mulai membangun identitas dan mencari ruang untuk mengekspresikan diri.

Keluarga juga memegang posisi penting dalam upaya pencegahan. Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak dapat membantu menciptakan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan.

“Tidak hanya educate, tetapi juga nurture. Tidak hanya mendidik, tetapi juga membimbing,” kata Abdul Mu’ti.

Menurutnya, orang tua perlu membangun relasi yang harmonis dengan anak. Pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam mencegah anak mencari ruang penerimaan dari lingkungan yang berisiko.

Anak Perlu Ruang untuk Bersosialisasi

Kemendikdasmen juga mengaitkan upaya pencegahan dengan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan bermasyarakat.

Abdul Mu’ti menilai anak perlu memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Mereka juga membutuhkan ruang yang sehat untuk bergaul dan mengekspresikan diri.

Ia menyebut sebagian anak yang terpapar paham kekerasan dan radikalisme memiliki keterbatasan ruang sosial serta ruang ekspresi.

Karena itu, pendampingan tidak cukup hanya melalui pendekatan pendidikan formal. Anak juga perlu mendapatkan ruang aktualisasi yang edukatif, produktif, dan sesuai dengan bakat serta minat mereka.

“Kita mendampingi mereka karena suasana aman, perasaan terlindungi, dan rasa di mana mereka mendapatkan pengakuan itu menjadi modal dan bekal yang penting untuk kita mendidik anak-anak kita menjadi generasi Indonesia yang hebat, generasi Indonesia yang kuat,” kata Abdul Mu’ti.

BNPT Catat 620 Anak Terpapar Paham Kekerasan

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

RAN PE tersebut ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026.

Eddy menilai upaya pencegahan perlu mendapat perhatian serius karena anak semakin mudah mengakses berbagai konten di ruang digital.

Berdasarkan data aparat penegak hukum yang disampaikan BNPT, sebanyak 620 anak masuk kategori terpapar paham kekerasan maupun radikalisme sejak Januari hingga 26 Agustus 2026.

Paparan tersebut dapat muncul melalui berbagai ruang digital. Media sosial, podcast, forum, dan sejumlah platform lain menjadi bagian dari ruang yang perlu mendapat perhatian.

BNPT Siapkan Intervensi di 38 Provinsi

BNPT tidak ingin upaya pencegahan berhenti pada deklarasi di tingkat nasional. Setelah komitmen bersama terbentuk, BNPT akan melanjutkan intervensi ke seluruh provinsi.

“ Hari ini kita hadir, kita sama-sama membuat komitmen. Nanti setelah komitmen deklarasi ini, kami akan melakukan intervensi ke 38 provinsi,” ujar Eddy.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan di lingkungan pendidikan.

Pendekatan lintas sektor juga diperlukan agar sekolah tidak bekerja sendirian. Komite sekolah, guru, tenaga kependidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Perkuat Komitmen Bersama di Satuan Pendidikan

Kegiatan Kemendikdasmen dan BNPT ditutup dengan deklarasi komitmen bersama. Deklarasi tersebut menegaskan kesepahaman berbagai pihak untuk memperkuat pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan di lingkungan pendidikan.

Komitmen itu mencakup penguatan peran komite sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.

Upaya pencegahan juga perlu berjalan seiring dengan penciptaan lingkungan yang membuat anak merasa aman, terlindungi, dan diterima.

Dengan kolaborasi tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak memperoleh pengetahuan. Satuan pendidikan juga perlu menjadi ruang yang membantu anak membangun karakter, mengembangkan potensi, serta menyalurkan energi dan kreativitas secara positif.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article