EDUCARE.CO.ID – Penilaian Tengah Semester (PTS) di SMKN 1 Rembang berlangsung dengan cara berbeda pada Rabu (23/9/2026).
Siswa kelas XII kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tidak hanya mengerjakan soal di ruang kelas. Mereka juga memamerkan berbagai proyek teknologi.
Puluhan siswa menampilkan purwarupa berbasis Internet of Things (IoT). Setiap proyek menawarkan solusi untuk kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pembelajaran berbasis produk. Siswa mengembangkan ide, membuat perangkat, lalu menguji fungsi produknya.
Siswa TKJ Pamerkan Beragam Proyek IoT
Guru produktif SMKN 1 Rembang, Anisa Rahmanti, menjelaskan konsep penilaian tersebut.
Menurut Anisa, guru mengarahkan siswa untuk menyelesaikan proyek nyata. Cara ini membuat siswa dapat menerapkan materi yang mereka pelajari di kelas.
Tim siswa juga memberikan nama unik pada setiap proyek. Nama tersebut membuat pengunjung lebih mudah mengenali fungsi masing-masing perangkat.
“Sejumlah karya inovatif tersebut disematkan nama-nama unik dan earcatchy agar mudah dikenali,” kata Anisa Rahmanti.
Salah satu proyek yang menarik perhatian ialah SAKLAR MAGER atau Saklar Manual-Gerak Elektronik Remote.
Perangkat ini memungkinkan pengguna mengontrol saklar lampu dari jarak jauh. Siswa menggunakan aplikasi Blynk untuk mengirim perintah.
Sistem tersebut memakai NodeMCU ESP8266 sebagai papan kendali. Perangkat menerima perintah melalui jaringan Wi-Fi.
Selanjutnya, motor servo menggerakkan tombol saklar sesuai perintah pengguna.
Ada Kipas dan Pagar Otomatis
Siswa juga mengembangkan KOALA atau Kipas Automatic Lampu Automatic.
Selain itu, mereka membuat Smart Fan Mini 12 volt. Kedua perangkat tersebut menggunakan platform Telegram untuk menerima perintah.
Sistem tersebut memanfaatkan ESP8266 sebagai mikrokontroler.
Proyek lain bernama PAGOVA atau Pagar Otomatis Virtual Access.
PAGOVA membantu pengguna membuka dan menutup pagar secara otomatis. Dengan sistem tersebut, pengguna tidak perlu mengoperasikan pagar secara manual setiap saat.
Berbagai proyek itu menunjukkan cara siswa menerapkan konsep pemrograman dan mikrokontroler dalam kehidupan sehari-hari.
SIKOMENG Hadirkan Konsep Smart Home
Siswa TKJ juga membuat proyek dengan cakupan lebih luas. Mereka mengembangkan SIKOMENG atau Sistem Kontrol, Observasi, dan Monitoring.
Proyek ini mengusung konsep smart home berbasis ESP32. Sistem tersebut terhubung dengan aplikasi Blynk pada telepon pintar.
SIKOMENG menggunakan beberapa sensor untuk memantau kondisi rumah.
Siswa memasang DHT22 untuk membaca suhu dan kelembapan udara. Sensor tersebut memberikan data secara real-time.
Mereka juga menggunakan MQ-2 untuk mendeteksi asap dan potensi kebocoran gas.
Selain itu, sensor magnetik memantau kondisi pintu. Ketika sistem mendeteksi kondisi tertentu, alarm buzzer dapat memberikan peringatan.
Dengan kombinasi tersebut, SIKOMENG menawarkan sistem pemantauan rumah dalam satu perangkat.
Hydro Alert Bantu Pantau Ketinggian Air
Perhatian siswa terhadap lingkungan juga terlihat dari proyek Project Hydro Alert.
Proyek ini membantu mendeteksi perubahan ketinggian air. Sistem tersebut dapat memberikan peringatan lebih awal ketika permukaan air meningkat.
Siswa juga merancang sistem agar dapat memantau volume air pada toren rumah.
Dengan fungsi tersebut, Hydro Alert memiliki penerapan untuk kebutuhan rumah tangga. Sistem juga dapat mendukung pemantauan risiko banjir.
Smart Garden Otomatiskan Penyiraman Tanaman
Proyek Smart Garden menawarkan solusi untuk kebutuhan perawatan tanaman.
Sistem ini menggunakan ESP32 sebagai pusat kendali. Siswa juga memasang sensor kelembapan tanah dan DHT22.
Sensor kelembapan tanah membaca kondisi media tanam. Ketika tanah terlalu kering, sistem mengaktifkan pompa air.
Pompa kemudian menyiram tanaman secara otomatis. Sistem akan menyesuaikan penyiraman berdasarkan kondisi tanah.
Cara kerja tersebut membantu pengguna menghemat waktu. Selain itu, tanaman tetap mendapat air sesuai kebutuhannya.
Kepala Sekolah Apresiasi Kreativitas Siswa
Kepala SMKN 1 Rembang, Widodo, memberikan apresiasi terhadap proyek yang siswa kembangkan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam menggabungkan teori dengan teknologi yang berkembang di dunia industri.
Widodo juga melihat proyek tersebut sebagai bukti kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.
“Ini sebuah bukti anak-anak sudah siap di dunia kerja. Mereka bisa mengikuti tren terbaru dan aplikatif,” ujar Widodo.
Pameran tersebut sekaligus memberi siswa pengalaman untuk menjelaskan hasil karya mereka. Pengalaman itu penting ketika mereka memasuki lingkungan kerja.
PTS Jadi Ruang Praktik Teknologi
Kegiatan PTS di SMKN 1 Rembang menunjukkan bahwa proses penilaian dapat berjalan melalui proyek nyata.
Siswa tidak hanya mengandalkan teori. Mereka juga mengembangkan perangkat yang memiliki fungsi praktis.
Mulai dari saklar, kipas, pagar, smart home, pendeteksi air, hingga penyiram tanaman, setiap proyek menunjukkan penerapan teknologi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pengalaman tersebut juga melatih kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.
Melalui pembelajaran berbasis proyek, SMKN 1 Rembang terus mendorong siswa TKJ memahami kebutuhan dunia kerja.
Keterampilan tersebut menjadi bekal penting di tengah perkembangan teknologi digital dan kebutuhan industri yang terus berubah.
Penulis: Meilia Dewi Pertiwi

