DISABI Smart Accessibility, Inovasi UNM untuk Transportasi Publik yang Lebih Inklusif

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) mengembangkan inovasi digital untuk membantu penyandang disabilitas menggunakan transportasi publik dengan lebih aman dan mandiri.

Melalui Tim DISABI, mahasiswa membawa inovasi DISABI Smart Accessibility ke PT KAI DAOP 1 Jakarta.

Tim mempresentasikan hasil riset, konsep solusi, dan prototipe dalam kegiatan diseminasi pada 27 Agustus 2026.

Inovasi tersebut memadukan aplikasi ramah disabilitas dengan teknologi di area peron. Tim merancang sistem ini untuk mengurangi risiko saat pengguna kursi roda berpindah dari peron menuju kereta.

DISABI Gabungkan Aplikasi dan Automatic Platform Extender

Tim DISABI mengembangkan dua komponen utama dalam sistem tersebut.

Komponen pertama berupa aplikasi yang mendukung kebutuhan pengguna disabilitas. Aplikasi itu membantu pengguna memperoleh informasi terkait akses transportasi.

Komponen kedua berupa konsep automatic platform extender. Teknologi ini membantu menutup celah antara peron dan pintu kereta.

Celah tersebut dapat menyulitkan pengguna kursi roda saat naik atau turun dari kereta. Karena itu, tim mengarahkan inovasinya pada aspek keamanan dan kemandirian penumpang.

Gagasan ini juga memperlihatkan pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab persoalan aksesibilitas dalam transportasi sehari-hari.

Tim DISABI Bawa Hasil Observasi ke PT KAI

Humas Tim DISABI, Keysha Meyuna, menjelaskan tujuan mahasiswa dalam kegiatan diseminasi tersebut.

Menurut Keysha, tim mengembangkan DISABI berdasarkan hasil observasi terhadap persoalan aksesibilitas.

“Kami ingin memperkenalkan DISABI sebagai solusi yang lahir dari hasil observasi terhadap permasalahan aksesibilitas. Respons positif dan masukan dari pihak PT KAI menjadi motivasi bagi kami untuk menyempurnakan gagasan ini agar semakin realistis,” ujar Keysha Meyuna.

Respons dari pihak industri memberi mahasiswa kesempatan untuk mengevaluasi konsep secara langsung.

Tim kemudian dapat melihat kebutuhan operasional dari perspektif PT KAI. Masukan tersebut juga membantu mahasiswa menyesuaikan rancangan dengan kondisi lapangan.

Dengan proses tersebut, mahasiswa tidak hanya mengandalkan pembelajaran teori di kampus. Mereka juga menguji gagasan melalui perspektif dunia industri.

Prodi Bisnis Digital UNM Dukung Inovasi Mahasiswa

Ketua Program Studi Bisnis Digital UNM, Lia Mazia, mengapresiasi langkah Tim DISABI membawa gagasan akademik ke forum industri.

Menurut Lia, pengalaman tersebut melatih kemampuan mahasiswa di luar pembelajaran kelas.

“Apa yang dilakukan Tim DISABI menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan ide di ruang kelas, tetapi juga berani membawa gagasan tersebut untuk mendapatkan perspektif langsung dari lapangan. Diseminasi ini menjadi pengalaman penting dalam mengasah kemampuan komunikasi bisnis dan inovasi berbasis kebutuhan pengguna,” kata Lia Mazia.

Forum tersebut memberi mahasiswa ruang untuk menyampaikan ide secara lebih terstruktur.

Diskusi dengan industri juga membantu mereka memahami kebutuhan pengguna secara lebih nyata.

Pengalaman ini mempertemukan kemampuan akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan begitu, mahasiswa dapat melihat bagaimana sebuah ide berkembang menjadi solusi yang lebih relevan.

Dosen Dorong Penguatan Prototipe DISABI

Dosen pendamping Tim DISABI, Johan Hendri Prasetyo, mendorong mahasiswa untuk menindaklanjuti masukan dari PT KAI.

Johan menilai evaluasi industri dapat membantu tim memperkuat aspek teknis prototipe.

“Melalui diseminasi ini, UNM berkomitmen mendukung pengembangan inovasi sosial mahasiswa secara berkelanjutan. Evaluasi dari PT KAI DAOP 1 Jakarta diharapkan mampu mematangkan konsep DISABI menuju terwujudnya layanan transportasi publik yang semakin inklusif bagi seluruh masyarakat,” ungkap Johan Hendri Prasetyo.

Tim dapat memakai hasil evaluasi tersebut sebagai bahan pengembangan berikutnya.

Mahasiswa juga dapat memperbaiki bagian teknis dan menyesuaikan rancangan dengan kebutuhan transportasi publik.

Langkah berikutnya dapat mencakup pengujian konsep secara lebih mendalam. Proses itu penting untuk melihat efektivitas solusi sebelum tim mengembangkan prototipe lebih lanjut.

DISABI Hadirkan Solusi untuk Aksesibilitas Transportasi

DISABI menunjukkan upaya mahasiswa dalam menjawab persoalan aksesibilitas melalui teknologi.

Tim tidak berhenti pada pengembangan aplikasi. Mereka juga menghubungkan sistem digital dengan solusi fisik di area peron.

Pendekatan tersebut membuat DISABI mencakup lebih dari satu kebutuhan pengguna.

Aplikasi mendukung akses informasi. Sementara itu, automatic platform extender berfokus pada keamanan saat pengguna berpindah dari peron menuju kereta.

Kedua komponen tersebut bekerja dalam konsep yang sama. Tim ingin menghadirkan pengalaman transportasi yang lebih mudah dan aman bagi penyandang disabilitas.

Keterlibatan PT KAI juga memberi mahasiswa kesempatan untuk memahami kebutuhan sektor transportasi secara langsung.

Masukan dari industri dapat membantu tim menyusun pengembangan prototipe dengan pertimbangan operasional yang lebih realistis.

UNM Dorong Inovasi Sosial Berbasis Kebutuhan

UNM terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan yang menjawab persoalan masyarakat.

Tim DISABI menjadi salah satu contoh mahasiswa yang menghubungkan pembelajaran digital dengan kebutuhan aksesibilitas transportasi publik.

Pengembangan berikutnya perlu memperkuat aspek teknis dan pengujian sistem. Tim juga dapat memanfaatkan evaluasi industri untuk menyempurnakan rancangan.

Dengan proses pengembangan yang konsisten, DISABI berpeluang mendukung layanan transportasi yang lebih aman dan inklusif.

Inovasi ini juga memperlihatkan peran mahasiswa dalam mencari solusi berdasarkan kebutuhan pengguna.

Di sisi lain, kegiatan diseminasi mempertemukan lingkungan akademik dengan dunia industri. Kolaborasi tersebut memberi mahasiswa pengalaman menghadapi persoalan nyata sekaligus mengembangkan solusi yang lebih relevan.

 

Penulis: Putri Faathiman Niara

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article