EDUCARE.CO.ID – Tren minuman berbasis kopi dan rempah terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk food and beverage (FnB) yang unik dan bernilai kesehatan. Peluang ini dimanfaatkan SMK Duta Karya Kudus, Jawa Tengah, dengan menghadirkan produk kopi rempah hasil karya siswa yang kini semakin diminati konsumen.
Berdasarkan informasi resmi SMK Duta Karya Kudus, sekolah tersebut mengembangkan produk kopi rempah melalui program teaching factory (Tefa) pada Konsentrasi Keahlian Kimia Industri. Selain kopi rempah, siswa juga memproduksi berbagai olahan cokelat berbahan lokal.
Siswa Produksi Kopi Rempah dari Bahan Lokal
Guru Kimia Industri SMK Duta Karya Kudus, Adi Saputra, menjelaskan bahwa siswa terlibat langsung dalam proses produksi sejak tahap pemilihan bahan hingga pengemasan produk.
Sekolah memanfaatkan kopi lanang dan berbagai rempah lokal berkualitas, seperti jahe, pala, cengkeh, kayu manis, dan rempah lainnya. Selanjutnya, siswa menyangrai bahan-bahan tersebut sebelum menggilingnya menjadi produk siap konsumsi.
“Kami menggunakan kopi lanang dan rempah-rempah lokal dengan kualitas yang baik. Setelah itu, bahan-bahan tersebut disangrai dan digiling agar menghasilkan cita rasa khas,” ujar Adi Saputra.
Hadirkan Beragam Varian Rasa
SMK Duta Karya Kudus menghadirkan beberapa varian kopi rempah, antara lain kopi rempah sultan, kopi kunir asam, kopi beras kencur, dan kopi jahe. Selain itu, sekolah juga menawarkan varian kopi bercita rasa buah, seperti vanila, durian, mangga, dan nangka.
Perpaduan kopi dengan rempah dan buah menghasilkan aroma serta rasa yang berbeda dari kopi pada umumnya. Karena itu, produk ini menarik perhatian konsumen yang mencari pengalaman menikmati kopi dengan cita rasa baru.
Sudah Berizin dan Dipasarkan Secara Online
Kopi rempah produksi SMK Duta Karya Kudus telah mengantongi izin PIRT sehingga lebih terjamin dari sisi legalitas pangan. Produk tersedia dalam beberapa ukuran kemasan dan dipasarkan melalui toko daring seperti Shopee maupun penjualan langsung di sekolah.
Sekolah membanderol produk kopi rempah mulai dari kisaran harga Rp30 ribuan sehingga cukup terjangkau bagi berbagai kalangan.
Pesanan Datang dari Makassar, Aceh, hingga Kalimantan
Popularitas kopi rempah ini tidak hanya tumbuh di Kabupaten Kudus. Adi Saputra menyebutkan bahwa produk tersebut sudah memiliki pelanggan tetap dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa, termasuk Makassar, Aceh, dan Kalimantan.
Permintaan dari luar daerah menunjukkan bahwa produk berbasis rempah lokal masih memiliki pasar yang luas. Selain itu, kualitas rasa menjadi faktor utama yang membuat konsumen kembali melakukan pembelian.
Teaching Factory Latih Kewirausahaan Siswa
Melalui program teaching factory, SMK Duta Karya Kudus tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis produksi. Sekolah juga melatih siswa memahami proses bisnis, pemasaran, pengemasan, hingga pelayanan konsumen.
Dengan pengalaman tersebut, siswa memperoleh bekal kewirausahaan yang lebih kuat sebelum memasuki dunia kerja. Di sisi lain, sekolah turut meningkatkan nilai tambah komoditas kopi dan rempah lokal melalui produk olahan yang memiliki daya saing.
Keberhasilan kopi rempah SMK Duta Karya Kudus menjadi contoh bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.



