Polije Bantu UMKM Banyuwangi Naik Kelas, Produksi Dodol Buah Naga Kini Lebih Cepat

Must read

EDUCARE.CO.ID – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus memperkuat hilirisasi riset melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, kampus tersebut membantu UMKM Gandrung Banyuwangi mengembangkan produksi dodol buah naga dengan teknologi yang lebih efisien.

Tim dosen Polije menjalankan program itu di Desa Yosomulyo pada 11 Juli 2026. Mereka mengenalkan tepung buah naga sebagai bahan baku alternatif. Tim juga menyerahkan mesin pengaduk otomatis agar proses produksi berjalan lebih cepat.

Berdasarkan sumber rilis Politeknik Negeri Jember (Polije), program ini bertujuan meningkatkan produktivitas UMKM sekaligus memperkuat daya saing produk pangan lokal.

Polije Kenalkan Inovasi Produksi

Tim pengabdian terdiri atas Findi Citra Kusumasari, S.Pd., M.Si., Emi Kurniawati, S.Si., M.P., dan Mohammad Edwinsyah Yanuan Putra, S.S.T., M.Tr.P.

Tim menghadirkan dua inovasi utama. Pertama, mereka mengolah buah naga menjadi tepung. Kedua, mereka memperkenalkan mesin pengaduk otomatis untuk mempercepat proses memasak dodol.

Ketua tim, Findi Citra Kusumasari, mengatakan inovasi tersebut membantu UMKM bekerja lebih efektif.

“Tepung buah naga memberikan fleksibilitas produksi, sedangkan mesin pengaduk otomatis meningkatkan efisiensi kerja dan menjaga kualitas produk,” ujar Findi.

Produksi Lebih Fleksibel Sepanjang Tahun

Tepung buah naga membantu pelaku usaha menyimpan bahan baku lebih lama. Karena itu, mereka tetap bisa memproduksi dodol saat buah naga tidak sedang panen.

Mesin pengaduk otomatis juga mempercepat proses memasak. Teknologi itu mengurangi beban kerja sekaligus menjaga kualitas produk tetap stabil.

Kombinasi kedua inovasi tersebut membuat kapasitas produksi meningkat. UMKM pun lebih siap memenuhi permintaan pasar.

UMKM Rasakan Manfaat Inovasi

Pemilik UMKM Gandrung Banyuwangi, Krismina Dewi, mengaku teknologi dari Polije memberi solusi atas berbagai kendala produksi.

“Tepung buah naga dan mesin pengaduk otomatis menjadi solusi atas berbagai kendala produksi kami,” katanya.

Menurut Krismina, inovasi itu membuat proses produksi lebih cepat. Kapasitas usaha juga meningkat tanpa mengubah cita rasa dodol.

“Inovasi ini menjaga kontinuitas produksi, menghemat waktu, dan meningkatkan kapasitas tanpa mengurangi cita rasa khas dodol,” tambahnya.

Perkuat Hilirisasi Riset

Polije terus menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan masyarakat. Kampus tersebut ingin memastikan inovasi yang lahir di laboratorium mampu memberi manfaat bagi pelaku usaha.

Melalui kolaborasi ini, Polije berharap lebih banyak UMKM meningkatkan produktivitas, kualitas produk, dan daya saing di pasar.

Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendukung program ini melalui skema BIMA 2026. Dukungan tersebut mempercepat pemanfaatan hasil penelitian sekaligus memperkuat ekosistem inovasi di daerah.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img