PHBS Sejak Dini, Cara Sederhana Cegah Stunting pada Anak

Must read

EDUCARE.CO.ID – Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi fondasi penting bagi kesehatan anak. Kebiasaan ini tidak hanya menjaga kondisi fisik, tetapi juga mendukung kesehatan mental, sosial, dan spiritual anak di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Melalui PHBS, anak belajar menjaga tubuh, lingkungan, dan pola hidup sehat sejak usia dini. Karena itu, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, mandi teratur, makan bergizi, dan menjaga kebersihan gigi dapat membantu anak tumbuh lebih sehat dan aktif.

PHBS Berkaitan Erat dengan Pencegahan Stunting

PHBS mencerminkan orientasi hidup sehat yang diterapkan setiap hari oleh individu, keluarga, dan masyarakat. Ketika keluarga membiasakan PHBS, lingkungan menjadi lebih bersih dan risiko penyakit menular menurun.

Selain itu, PHBS berhubungan langsung dengan kecukupan gizi dan kebersihan tubuh anak. Gizi yang buruk dan kebersihan yang kurang baik dapat mengganggu proses tumbuh kembang sehingga meningkatkan risiko stunting.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang ditandai tinggi badan lebih rendah dibandingkan standar usianya. Kondisi ini biasanya muncul akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu lama.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan. Anak yang mengalami stunting juga lebih berisiko menghadapi gangguan kesehatan, penurunan kemampuan belajar, dan produktivitas yang lebih rendah saat dewasa.

Cara Mengenali dan Mencegah Stunting

Orang tua dapat memantau pertumbuhan anak melalui kurva pertumbuhan WHO. Dengan kurva tersebut, tinggi badan anak dibandingkan dengan standar sesuai usia sehingga gangguan pertumbuhan dapat terdeteksi lebih cepat.

Karena itu, pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan dan dilanjutkan pada masa balita.

Beberapa langkah penting untuk mencegah stunting meliputi:

  • ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin,
  • ibu hamil memeriksakan kehamilan minimal enam kali,
  • keluarga menyediakan cukup protein hewani,
  • anak datang ke Posyandu setiap bulan,
  • dan bayi mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama.

Melalui langkah-langkah tersebut, risiko stunting dapat ditekan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Empat Pilar Gizi Seimbang untuk Anak

Selain menjaga kebersihan, keluarga juga perlu memenuhi kebutuhan gizi anak. Gizi seimbang membantu pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh.

Empat pilar gizi seimbang terdiri atas:

  • mengonsumsi makanan beraneka ragam,
  • aktif bergerak dan berolahraga,
  • menerapkan PHBS,
  • dan menjaga berat badan ideal.

Kementerian Kesehatan juga memperkenalkan pedoman “Isi Piringku” agar keluarga lebih mudah menyusun menu sehat. Melalui panduan ini, orang tua dapat mengatur porsi makanan, variasi bahan pangan, dan kecukupan zat gizi anak.

Cuci Tangan Jadi Kebiasaan Paling Penting

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan kebiasaan sederhana yang memberi manfaat besar. Kebiasaan ini membantu mencegah penyakit yang menular melalui makanan dan tangan yang kotor.

Selain itu, cuci tangan dapat mengurangi risiko diare, infeksi saluran pernapasan, dan kontaminasi silang.

Anak sebaiknya mencuci tangan sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bermain, dan setelah menyentuh benda yang kotor.

Mandi dan Kebersihan Diri Tidak Boleh Diabaikan

Anak dianjurkan mandi menggunakan sabun dan air bersih minimal dua kali sehari, yaitu pagi dan sore.

Kebiasaan ini membantu menjaga kebersihan kulit, mencegah penyakit kulit, mengurangi bau badan, dan menghilangkan kuman di permukaan tubuh.

Saat mandi, anak juga perlu membersihkan rambut, telinga, hidung, dan gigi.

Selain itu, orang tua perlu memotong kuku anak secara rutin karena kuku yang panjang dan kotor dapat menjadi tempat berkumpulnya kuman dan telur cacing.

Kesehatan Gigi dan Mulut Mendukung Tumbuh Kembang

Gigi yang sehat membantu anak mengunyah makanan dengan baik sehingga proses pencernaan dan penyerapan gizi berjalan optimal.

Sebaliknya, gigi berlubang dan infeksi mulut dapat mengganggu makan dan menurunkan asupan gizi anak.

Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, anak perlu:

  • menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit dengan pasta gigi berfluoride,
  • mengurangi makanan dan minuman manis,
  • memperbanyak makanan berserat,
  • minum air putih yang cukup,
  • dan memeriksakan gigi ke dokter minimal setiap enam bulan.

PHBS Harus Menjadi Budaya Keluarga

PHBS tidak cukup diajarkan melalui nasihat. Anak lebih mudah meniru kebiasaan yang dilakukan orang tua setiap hari.

Karena itu, keluarga perlu memberi contoh langsung, mulai dari mencuci tangan, memilih makanan sehat, hingga menjaga kebersihan rumah.

Dengan kebiasaan yang konsisten, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan lebih terlindungi dari penyakit.

Pada akhirnya, PHBS menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan anak. Kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini membantu anak tumbuh kuat, aktif, dan terhindar dari stunting sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara optimal.

 

Penulis: Andini Namira Saskirana

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img