Bukan Sekadar Liburan, Kemenpar Dorong Sekolah Jadikan Destinasi Wisata sebagai Ruang Belajar

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pengembangan wisata edukasi sebagai bagian dari pengalaman belajar peserta didik. Dukungan tersebut hadir dalam Sales Mission Edutrip School Gathering 2026 yang diinisiasi WisataSekolah.

Kegiatan bertema “Experiential Learning Beyond the Classroom” itu berlangsung di Ruang Garuda 5AB, ICE BSD City, pada 11 Agustus 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Kemenpar ingin mempertemukan dunia pendidikan dengan pelaku pariwisata. Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan destinasi Indonesia sebagai tempat belajar yang aman, menarik, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan.

Kemenpar Perluas Pertemuan Sekolah dan Pelaku Pariwisata

Kemenpar mendukung penyelenggaraan Sales Mission Edutrip School Gathering 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat wisata edukasi di Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan kegiatan tersebut membuka ruang pertemuan antara sekolah dan pelaku industri pariwisata.

Menurut Made, konsep experiential learning dapat membantu siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Mereka tidak hanya mempelajari materi di ruang kelas, tetapi juga melihat berbagai fenomena secara nyata di destinasi.

Dalam kegiatan tersebut, Kemenpar bersama WisataSekolah memperkenalkan sejumlah paket wisata edukasi dalam negeri.

Paket tersebut mengangkat berbagai potensi Indonesia. Peserta didik dapat mempelajari alam, budaya, sejarah, serta kehidupan masyarakat secara langsung selama perjalanan.

Sasar Sekolah Internasional dan Nasional Plus

Kegiatan Sales Mission Edutrip School Gathering 2026 menyasar sekolah internasional dan sekolah nasional plus di Jakarta serta wilayah sekitarnya.

Made menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga memberikan informasi mengenai perkembangan wisata edukasi. Selain itu, peserta mendapat gambaran mengenai keamanan perjalanan siswa dan kesesuaian program dengan kurikulum.

“Kegiatan ini dirancang khusus untuk menjangkau sekolah-sekolah internasional dan sekolah nasional plus di wilayah Jakarta dan sekitarnya guna memberikan pemahaman mendalam mengenai tren terkini pariwisata edukasi, standar keamanan perjalanan peserta didik, serta kesesuaian program wisata dengan kurikulum pendidikan,” kata Made.

Pertemuan tersebut juga memberi kesempatan kepada pelaku pariwisata untuk membangun hubungan dengan sekolah.

Kemenpar dan WisataSekolah mengemas agenda dalam bentuk sales mission dan pameran mini. Melalui format tersebut, pelaku usaha dapat menawarkan langsung produk wisata edukasi kepada calon mitra dari sektor pendidikan.

Sejumlah pelaku industri ikut meramaikan kegiatan. Mereka antara lain Sun Educational Travel, Malang Travelista, Gata Holiday, Serang City Tour, Desa Wisata Cibuntu, Fountain Education Center, dan WisataSekolah.

Wisata Edukasi Punya Potensi Besar

Kemenpar melihat wisata edukasi sebagai salah satu segmen yang berpotensi menggerakkan wisatawan nusantara.

Konsep tersebut menggabungkan perjalanan dengan aktivitas pembelajaran. Dengan begitu, siswa bisa mendapatkan pengalaman baru sekaligus mengenal destinasi secara lebih dekat.

Program wisata edukasi juga sejalan dengan kampanye Bangga Berwisata di Indonesia dan #DiIndonesiaAja.

Melalui perjalanan di dalam negeri, siswa dapat mengenal keragaman Indonesia secara langsung. Mereka bisa mempelajari budaya, sejarah, lingkungan, hingga kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

Pengalaman tersebut juga dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia. Pada saat yang sama, perjalanan siswa dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di destinasi.

Pelaku usaha lokal pun berpeluang mendapatkan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisata edukasi.

Kolaborasi Pendidikan dan Pariwisata Terus Diperkuat

Made menilai pergerakan wisatawan nusantara memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pariwisata nasional.

Karena itu, Kemenpar ingin memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan. Kolaborasi tersebut dapat membantu sekolah menemukan pilihan perjalanan yang aman, berkualitas, dan memiliki nilai pembelajaran.

Kemenpar berharap kerja sama dengan WisataSekolah dapat mendorong lebih banyak sekolah memilih destinasi dalam negeri sebagai ruang belajar.

Langkah tersebut juga mendukung target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026.

“Penguatan pergerakan wisatawan nusantara merupakan kunci dalam menjaga ketahanan sektor pariwisata nasional. Kami berharap ‘Edutrip School Gathering 2026’ menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pariwisata dalam mengembangkan wisata edukasi di dalam negeri yang berkualitas,” kata Made.

Ke depan, Kemenpar ingin semakin banyak sekolah memanfaatkan destinasi lokal sebagai ruang pembelajaran nyata.

Selain memperkaya pengalaman siswa, wisata edukasi juga dapat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat di berbagai daerah tujuan wisata.

Penulis: Putri Faathiman Niara

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article