Bahasa Indonesia Mendunia! 79 Negara Ikut Festival Handai Indonesia 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Bahasa Indonesia semakin mendapat tempat di kalangan masyarakat internasional. Bagi warga asing yang mempelajarinya, bahasa Indonesia bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi juga pintu untuk mengenal budaya, masyarakat, dan cara hidup Indonesia.

Semangat itu terlihat dalam Puncak Apresiasi Handai Indonesia 2026 yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan sumber rilis Kemendikdasmen, kegiatan tersebut mempertemukan penutur asing bahasa Indonesia dari berbagai negara dengan peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat. Berdasarkan rilis Kemendikdasmen, agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat global sekaligus membangun diplomasi melalui pendidikan dan kebudayaan.

Bahasa Indonesia Jadi Instrumen Diplomasi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai bahasa Indonesia memiliki potensi besar sebagai instrumen diplomasi. Menurutnya, penginternasionalan bahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan jumlah orang yang mampu berbahasa Indonesia, tetapi juga dengan hubungan antarmasyarakat dunia.

“Festival Handai Indonesia adalah ajang tingkat internasional bagi para Handai Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam berbahasa Indonesia.”

Melalui festival tersebut, para penutur asing mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka sesuai tingkat kemahiran masing-masing. Kompetisi juga mendorong peserta tampil lebih percaya diri dan bangga menggunakan bahasa Indonesia.

Abdul Mu’ti mengatakan bahasa dapat mempertemukan masyarakat dari latar belakang yang berbeda. Komunikasi yang terbangun melalui bahasa Indonesia diharapkan memperkuat pemahaman, kerja sama, serta persahabatan antarnegara.

Belajar Bahasa Sekaligus Mengenal Indonesia

Penguasaan bahasa Indonesia bagi warga asing memiliki makna yang lebih luas. Proses belajar juga membuka kesempatan untuk mengenal nilai, budaya, dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Abdul Mu’ti menyebut diplomasi tidak selalu berlangsung melalui dokumen atau perjanjian antarnegara. Pertukaran budaya dan komunikasi antarmanusia juga memiliki peran penting.

“Bahasa adalah alat diplomasi yang paling lembut, namun paling kuat,” ungkap Abdul Mu’ti.

Ia mendorong para Handai Indonesia untuk terus menjaga jaringan persahabatan yang telah terbentuk. Mereka juga diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di negara atau lembaga masing-masing.

Dengan cara tersebut, para penutur asing dapat menjadi penghubung yang memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus membawa cerita tentang negara mereka kepada masyarakat Indonesia.

Menlu: Bahasa Buka Pintu Memahami Budaya

Menteri Luar Negeri Sugiono turut memberikan apresiasi kepada peserta Festival Handai Indonesia 2026 dan para diplomat negara sahabat yang mengikuti program pembelajaran bahasa Indonesia.

Menurut Sugiono, belajar bahasa Indonesia tidak berhenti pada kemampuan berbicara atau menulis. Proses tersebut juga membantu warga asing memahami budaya dan karakter masyarakat Indonesia.

“Belajar bahasa Indonesia berarti juga belajar untuk memahami budaya, cara berpikir, dan cara hidup masyarakat Indonesia.”

Ia menilai semakin banyak warga dunia yang menggunakan bahasa Indonesia, semakin terbuka pula peluang untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara Indonesia dengan masyarakat internasional.

Penginternasionalan Bahasa Lewat Pendidikan

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menjelaskan bahwa Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat merupakan bagian dari strategi penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan.

Menurut Hafidz, jumlah negara asal peserta FHI 2026 menunjukkan tingginya minat masyarakat dunia terhadap bahasa Indonesia.

“Festival Handai Indonesia adalah ajang apresiasi bagi para sahabat Indonesia yaitu warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia serta memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia.”

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk diplomasi bahasa. Para peserta tidak hanya mempelajari struktur dan kosakata, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal Indonesia secara lebih dekat.

Dubes Laos Rasakan Manfaat Belajar Bahasa Indonesia

Pengalaman itu dirasakan langsung oleh Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay. Ia menjadi salah satu peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat.

Menurut Khamfeuang, kemampuan berbahasa Indonesia membuat interaksi dengan masyarakat menjadi lebih mudah. Ia juga dapat memahami budaya dan sudut pandang masyarakat Indonesia dengan lebih dekat.

“Mempelajari Bahasa Indonesia bukan hanya tentang menambah kemampuan berbahasa, tetapi juga tentang membuka pintu untuk memahami masyarakat, budaya, dan cara pandang Indonesia dengan lebih dekat.”

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa bahasa dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan diplomatik melalui interaksi langsung antarmanusia.

Ciro dari Italia Menang Lomba Pidato

Semangat belajar bahasa Indonesia juga terlihat dari para peserta Festival Handai Indonesia 2026. Salah satunya Ciro dari Italia, yang meraih juara pertama kategori pidato.

Ciro mengaku menikmati pengalaman mengikuti festival dan menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan peserta dari berbagai negara.

Ketertarikannya terhadap bahasa Indonesia tumbuh dari kecintaannya terhadap budaya dan masyarakat Indonesia.

“Saya mempelajari bahasa Indonesia karena suka dengan budayanya. Menurut saya, bahasa Indonesia memiliki kosakata sangat luas dan spesifik,” jelas Ciro.

542 Peserta dari 79 Negara Ikut Festival

Festival Handai Indonesia 2026 menghadirkan lima kategori lomba, yaitu bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 542 orang dari 79 negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 peserta dari 21 negara berhasil melaju ke babak final di Jakarta.

Keragaman peserta memperlihatkan semakin luasnya komunitas penutur asing bahasa Indonesia di dunia.

Mereka datang dengan latar belakang dan pengalaman berbeda, tetapi memiliki ketertarikan yang sama terhadap bahasa dan budaya Indonesia.

Bahasa Indonesia dan Diplomasi Budaya

Festival Handai Indonesia 2026 memperlihatkan bahwa penginternasionalan bahasa Indonesia dapat berjalan melalui pendekatan pendidikan dan kebudayaan.

Bahasa menjadi pintu masuk untuk mengenal Indonesia, sementara interaksi antarpeserta membuka ruang bagi terbentuknya persahabatan lintas negara.

Melalui Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat, pemerintah ingin memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai bagian dari diplomasi budaya.

Pada akhirnya, bahasa bukan hanya tentang kata-kata. Bahasa juga membuka ruang untuk saling memahami, menghargai perbedaan, memperkuat kerja sama, dan membangun persahabatan antarbangsa.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article