Beasiswa Cendekia 2026 Dibuka! 1.120 Mahasiswa Jadi Target Penerima

Must read

EDUCARE.CO.ID – Akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Indonesia dan Palestina mendapat dukungan baru melalui kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran Beasiswa Cendekia Palestina dan Dalam Negeri, Rabu (9/9).

Berdasarkan sumber rilis Kemdiktisaintek, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa. Kedua lembaga juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat.

Dana Zakat Buka Akses Kuliah Lebih Luas

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, dukungan dana dari para muzaki melalui BAZNAS dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Selama ini, pemerintah telah menyediakan berbagai skema beasiswa. Namun, kolaborasi dengan lembaga filantropi dapat menambah ruang dukungan bagi calon mahasiswa dan mahasiswa yang membutuhkan.

“Dengan adanya kerja sama ini, BAZNAS yang tentunya memiliki dana-dana yang berasal dari para muzaki, itu salah satunya akan dimanfaatkan untuk beasiswa. Ini tentunya menjadi berita gembira bagi kami di insan perguruan tinggi, sehingga akan memperluas akses pendidikan tinggi,” ujar Menteri Brian.

Dengan tambahan dukungan tersebut, semakin banyak mahasiswa berpeluang memperoleh bantuan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Beasiswa Dibarengi Program Pemberdayaan

Kerja sama Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat. Kampus dapat menghubungkan program BAZNAS dengan berbagai kegiatan pengabdian mahasiswa.

Salah satunya melalui KKN tematik dan program pengabdian masyarakat yang dijalankan organisasi mahasiswa.

“Selain itu dana dari BAZNAS akan dimanfaatkan juga untuk pemberdayaan masyarakat yang akan melibatkan kampus-kampus. Jadi, baik beasiswa maupun pemberdayaan masyarakat nantinya akan berjalan inline dengan pelaksanaan KKN tematik dan juga program pengabdian masyarakat dari BEM-BEM,” kata Menteri Brian.

Skema ini membuat mahasiswa tidak hanya menerima manfaat pendidikan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.

Karena itu, perguruan tinggi memiliki ruang yang lebih luas untuk menghubungkan pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan dalam satu ekosistem.

Rp22 Miliar Disiapkan untuk Mahasiswa Palestina

Salah satu bagian penting dalam kolaborasi ini adalah dukungan pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina.

BAZNAS mengalokasikan Rp22 miliar untuk program beasiswa mahasiswa Palestina. Program tersebut melibatkan 22 perguruan tinggi mitra dan menyediakan 200 kuota penerima.

Menteri Brian menilai program tersebut juga dapat memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia.

Mahasiswa Palestina yang belajar di Indonesia akan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan. Sementara itu, kampus mendapatkan ruang untuk membangun interaksi akademik dengan mahasiswa dari luar negeri.

“Beasiswa ini nantinya akan digunakan juga untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing di kampus-kampus kita, karena memang amanah dari pemberinya untuk program Palestina. Ini juga program yang sangat baik, sambil kita bantu saudara-saudara kita Palestina, kampus-kampus kita akan mendapatkan mahasiswa asing yang berdayaan, yang tentu sangat baik membangun atmosfer internasional di Indonesia,” ujar Mendiktisaintek.

Dengan begitu, bantuan kemanusiaan melalui pendidikan berjalan beriringan dengan upaya membangun lingkungan akademik yang lebih internasional.

Beasiswa Cendekia BAZNAS Sudah Berjalan Sejak 2017

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS bukan program baru. BAZNAS telah mengembangkan program tersebut sejak 2017.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menjelaskan bahwa program ini telah menjangkau sekitar 8.000 hingga 10.000 penerima. BAZNAS juga menargetkan sekitar 1.000 penerima setiap tahun.

Hingga kini, program tersebut telah melibatkan 246 perguruan tinggi mitra. Dari jumlah itu, 112 perguruan tinggi berada di bawah Kemdiktisaintek.

Data tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara BAZNAS dan perguruan tinggi telah memiliki jaringan yang cukup luas.

Beasiswa 2026 Sasar 1.120 Mahasiswa

Pada pelaksanaan 2026, Beasiswa Cendekia menargetkan 1.120 mahasiswa. Setiap perguruan tinggi setidaknya akan memperoleh kuota 10 mahasiswa.

Penerima beasiswa mendapatkan dukungan selama empat semester. Setelah itu, BAZNAS tetap memberikan pendampingan hingga semester kedelapan.

Program ini memiliki unit cost Rp21 juta per mahasiswa.

Cakupan pendidikan juga cukup luas. Beasiswa tersedia untuk mahasiswa jenjang D3, S1, S2, dan S3.

Untuk mahasiswa S2 dan S3, dukungan dapat mencakup penyelesaian disertasi serta kegiatan riset. Dengan demikian, program tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi juga mendukung aktivitas akademik pada jenjang pendidikan lanjut.

Pendidikan Jadi Salah Satu Prioritas Penyaluran Zakat

Penguatan program pendidikan tersebut sejalan dengan perhatian BAZNAS terhadap sektor pendidikan.

Sodik menjelaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu bidang prioritas dalam penyaluran zakat. Dalam paparannya, alokasi dana zakat untuk sektor pendidikan berada di kisaran 27 persen.

Anggaran tersebut menunjukkan besarnya perhatian BAZNAS terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat.

Selain bantuan biaya pendidikan, kolaborasi dengan perguruan tinggi membuka peluang agar dana zakat memberikan manfaat yang lebih luas melalui kegiatan pemberdayaan.

Selaras dengan Semangat Diktisaintek Berdampak

Kerja sama Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak.

Konsep tersebut mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian. Kampus juga perlu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui kerja sama ini, beasiswa dan program pemberdayaan berjalan beriringan. Mahasiswa memperoleh dukungan untuk menempuh pendidikan sekaligus memiliki ruang untuk berkontribusi melalui kegiatan pengabdian.

Perkuat Akses Pendidikan dan Internasionalisasi Kampus

Peluncuran Beasiswa Cendekia Palestina dan Dalam Negeri menjadi langkah bersama untuk memperluas akses pendidikan tinggi.

Program tersebut sekaligus membuka peluang bagi perguruan tinggi Indonesia untuk memperkuat internasionalisasi melalui kehadiran mahasiswa Palestina.

Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa dalam KKN tematik dan pengabdian masyarakat dapat memperluas dampak kerja sama hingga ke masyarakat.

Pada akhirnya, sinergi Kemdiktisaintek dan BAZNAS tidak hanya berbicara tentang beasiswa. Kolaborasi ini menghubungkan pendidikan, riset, pengabdian, pemberdayaan masyarakat, dan internasionalisasi perguruan tinggi.

Kedua lembaga pun berkomitmen melanjutkan sinergi tersebut agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dan masyarakat.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article