EDUCARE.CO.ID – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan teknologi pertanian cerdas untuk membantu Kelompok Tani Banyu Urip di Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, Madura. Program pengabdian kepada masyarakat ini menggabungkan pemantauan kondisi lahan berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT), irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT), dan website pemasaran melon.
Inovasi tersebut menyasar dua kebutuhan petani sekaligus. Teknologi sensor membantu menyediakan informasi mengenai kondisi tanah dan air, sedangkan platform digital mendukung promosi hasil panen kepada calon pembeli.
Pendekatan ini memperluas pemanfaatan teknologi di sektor pertanian. Petani tidak hanya membutuhkan cara untuk merawat tanaman, tetapi juga informasi yang membantu mereka mengelola budidaya dan memperkenalkan produknya ke pasar.
PENS Kembangkan Sistem Pemantauan Tanah dan Air

Dalam aspek budidaya, tim PENS merancang sistem AIoT untuk memantau sejumlah parameter penting. Sistem tersebut mengumpulkan data pH dan kelembapan tanah, serta kandungan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK).
Tim juga memantau kualitas air melalui tiga indikator, yaitu pH, electrical conductivity (EC), dan total dissolved solids (TDS). Data dari sensor kemudian dikirim melalui mikrokontroler dan server untuk mendukung proses pemantauan. Pengembangan sistem ini turut melibatkan teknologi machine learning.
Informasi tersebut dapat membantu petani memahami kondisi media tanam dan air secara lebih terukur. Dengan begitu, petani memiliki tambahan bahan pertimbangan saat menentukan langkah pemeliharaan tanaman.
Meski demikian, data sensor tidak menggantikan pengamatan langsung di lahan. Petani tetap perlu mempertimbangkan kondisi tanaman, cuaca, karakteristik tanah, dan kebutuhan budidaya sebelum mengambil keputusan.
Irigasi Otomatis Bantu Kendalikan Aliran Air
Selain memantau kondisi lahan, tim PENS mengembangkan sistem irigasi tetes dengan kontrol level air otomatis. Sistem ini memanfaatkan mikrokontroler ESP32, sensor ultrasonik, sensor aliran air, dan katup solenoid.
Sensor ultrasonik membaca ketinggian air, sedangkan sensor aliran memantau volume air yang melewati sistem. Katup solenoid mengatur aliran sesuai mekanisme kontrol yang dirancang tim.
Petani juga dapat memantau informasi sistem melalui dasbor berbasis website dengan dukungan konektivitas jaringan. Integrasi ini dirancang untuk memudahkan pemantauan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemeriksaan manual.
Dalam pengujian laboratorium yang dilaporkan tim, sensor ultrasonik mencapai akurasi 96%. Sementara itu, pengujian aliran air mencatat nilai rata-rata sekitar 2,2 liter per menit.
Kedua hasil tersebut menggambarkan kinerja komponen dalam pengujian awal. Tim masih perlu mengevaluasi sistem secara menyeluruh di lahan untuk mengetahui performanya dalam kondisi budidaya sebenarnya.
Website Bantu Petani Promosikan Melon
Pengembangan teknologi PENS tidak berhenti pada proses produksi. Tim juga membuat website untuk membantu Kelompok Tani Banyu Urip memperkenalkan hasil budidaya kepada masyarakat.
Platform tersebut memuat profil kelompok tani, informasi budidaya, katalog produk, galeri, dan berita. Petani memperkenalkan beberapa varietas melon, termasuk Honey Globe dan Golden Apollo.
Website juga menyediakan informasi produk serta jalur komunikasi bagi calon pembeli melalui WhatsApp dan platform tersebut. Dengan cara ini, calon konsumen dapat mengenal produk sebelum menghubungi kelompok tani.
Tim mengembangkan website menggunakan Next.js, Tailwind CSS, dan Supabase. Pemanfaatan teknologi tersebut mendukung pengelolaan informasi dan penyajian katalog produk secara digital.
Kehadiran website menjadi pelengkap sistem pertanian cerdas yang dikembangkan PENS. Teknologi digital tidak hanya mendukung pemantauan budidaya, tetapi juga membantu petani membangun akses informasi menuju pasar.
Kelompok Tani Banyu Urip Kelola Lahan Sekitar Satu Hektare
Kelompok Tani Banyu Urip memiliki sekitar 25 anggota aktif. Mereka mengembangkan budidaya melon di lahan seluas kurang lebih satu hektare.
Bagi kelompok tani, teknologi digital membuka peluang untuk mengembangkan cara kerja yang lebih terukur. Sistem pemantauan, irigasi otomatis, dan website pemasaran dapat menjadi perangkat pendukung dalam pengelolaan usaha pertanian.
Namun, penerapan teknologi belum otomatis menjamin peningkatan hasil panen atau pendapatan. Petani dan tim pendamping masih perlu mengevaluasi dampaknya terhadap penggunaan air, produktivitas, biaya operasional, dan penjualan.
Evaluasi tersebut penting untuk mengetahui manfaat teknologi dalam praktik sehari-hari. Hasilnya juga dapat menjadi dasar perbaikan sistem agar lebih sesuai dengan kebutuhan petani.
Empat Program Studi PENS Terlibat dalam Diseminasi
PENS menggelar kegiatan diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Sampang pada 17 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim menyerahkan perangkat teknologi hasil pengembangan kepada Ketua Kelompok Tani Banyu Urip.
Perwakilan pimpinan dari empat program studi PENS menyerahkan perangkat tersebut. Keempatnya meliputi D3 Teknik Telekomunikasi, Sarjana Terapan Teknik Telekomunikasi, Sarjana Terapan PJJ Teknik Telekomunikasi, serta Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Internet.
Kolaborasi lintas program studi ini menggabungkan keahlian telekomunikasi dan pengembangan sistem digital untuk menjawab kebutuhan mitra di sektor pertanian.
Penyerahan perangkat menjadi salah satu tahapan dalam penerapan hasil pengembangan perguruan tinggi di masyarakat. Selanjutnya, pelatihan, pendampingan, integrasi sistem, dan evaluasi penggunaan memegang peran penting agar petani dapat memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan.
Pertanian Cerdas Perlu Teknologi dan Pendampingan
Program PENS di Desa Tanggumong memperlihatkan bagaimana teknologi dapat mendukung pengelolaan pertanian dari hulu hingga pemasaran. Sensor membantu menyediakan informasi mengenai kondisi tanah dan air, sistem otomatis mendukung pengaturan irigasi, sedangkan website memperluas akses informasi produk.
Ketiga pendekatan tersebut saling melengkapi. Petani dapat memanfaatkan data untuk mendukung keputusan budidaya sekaligus menggunakan kanal digital untuk memperkenalkan hasil panen.
Meski demikian, keberhasilan penerapan pertanian cerdas juga bergantung pada kesiapan pengguna, kemudahan pengoperasian, ketersediaan jaringan, dan pendampingan berkelanjutan. Evaluasi di lapangan akan membantu memastikan bahwa teknologi benar-benar menjawab kebutuhan petani.
Berdasarkan sumber Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), program pengabdian kepada masyarakat bersama Kelompok Tani Banyu Urip di Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, mengintegrasikan pemantauan lahan berbasis AIoT, irigasi otomatis berbasis IoT, dan website pemasaran melon. Program ini bertujuan mendukung pengelolaan budidaya yang lebih terukur sekaligus membantu petani memperkenalkan produknya melalui kanal digital.

