EDUCARE.CO.ID – Pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang Health, Safety, and Environment (HSE) mengantarkan Alen Prahadinata menempati posisi strategis di industri. Alumni D3 Hygiene Kesehatan Keselamatan Kerja Universitas Airlangga (UNAIR) ini kini menjabat sebagai Head of HSE & General Affairs (GA) di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
Tak hanya berkarier di perusahaan, Alen juga mengembangkan kontribusi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui Heccons, lembaga pelatihan, sertifikasi, dan konsultasi K3 yang ia dirikan bersama mitra. Ia turut membagikan pengalaman profesionalnya kepada mahasiswa melalui perannya sebagai dosen di Politeknik Kesehatan Kerja Cendekia.
Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana kompetensi K3 dapat berkembang melalui pengalaman industri, kewirausahaan, dan pendidikan. Ketiganya membuka ruang bagi Alen untuk menerapkan pengetahuan sekaligus mendukung pengembangan tenaga profesional di bidang keselamatan kerja.
Meniti Karier K3 di PT Japfa Comfeed Indonesia
Alen memulai perjalanan profesionalnya di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada 2010. Saat itu, ia bekerja sebagai HSE Staff & Document Control dengan tugas yang mencakup program keselamatan kerja, pengelolaan dokumen, investigasi kecelakaan, pengelolaan lingkungan, dan audit sistem manajemen.
Enam tahun kemudian, perusahaan mempercayakan posisi HSE-HR Supervisor kepadanya. Dalam peran tersebut, Alen menangani tanggung jawab yang lebih luas, termasuk pengembangan program keselamatan kerja dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Kariernya terus berkembang hingga pada 2025 ia menduduki posisi Head of HSE-GA. Jabatan ini mencakup pengelolaan K3, lingkungan, sistem manajemen ISO, hubungan industrial, keamanan, serta fasilitas perusahaan.
Lingkup tanggung jawabnya juga melibatkan pengelolaan kantor dan pabrik seluas sekitar 22 hektare. Selain itu, ia mengoordinasikan 120 personel keamanan, sekitar 100 kendaraan operasional, dan ratusan perizinan perusahaan.
Tanggung jawab tersebut menuntut pemahaman teknis sekaligus kemampuan mengelola sumber daya. Dalam operasional industri, penerapan K3 perlu berjalan seiring dengan pengelolaan fasilitas, kepatuhan terhadap ketentuan, dan pengendalian risiko kerja.
Perluas Layanan Keselamatan Kerja melalui Heccons
Selain menjalankan tugas di industri, Alen mengembangkan Heccons sebagai lembaga pelatihan, sertifikasi, dan konsultasi K3. Melalui lembaga ini, ia turut mengambil bagian dalam pengembangan kompetensi tenaga profesional dan pemahaman perusahaan mengenai keselamatan kerja.
Pelatihan dan konsultasi K3 membantu tenaga kerja memahami prosedur keselamatan sesuai bidangnya. Perusahaan juga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi serta mendukung penerapan sistem keselamatan kerja.
Alen juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Ahli K3 R1 Jawa Timur. Untuk memperkuat kompetensinya, ia mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesional, termasuk Ahli K3 Umum dan Auditor SMK3 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Pengalaman di industri turut berkaitan dengan sejumlah capaian perusahaan. Alen berkontribusi dalam pencapaian Zero Accident Award PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk selama periode 2010–2025.
Ia juga terlibat dalam pencapaian sertifikasi ISO 9001:2015 di Plant Buduran, Plant Gedangan, dan Plant Petfood. Selain itu, fasilitas produksi di Buduran dan Gedangan, Sidoarjo, memperoleh sertifikasi SMK3.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Alen dalam mengembangkan praktik pengelolaan keselamatan kerja. Ia tidak hanya menjalankan tanggung jawab di perusahaan, tetapi juga memperluas keterlibatan melalui pelatihan dan konsultasi.
Berbagi Pengalaman Industri kepada Mahasiswa
Kiprah Alen juga menjangkau dunia pendidikan. Ia mengajar di Politeknik Kesehatan Kerja Cendekia dan membagikan pengetahuan yang ia peroleh selama bekerja di industri.
Pengalaman praktisi dapat membantu mahasiswa memahami penerapan teori dalam situasi kerja nyata. Melalui pembelajaran yang menghubungkan materi akademik dengan praktik lapangan, mahasiswa dapat mengenali tantangan keselamatan kerja di lingkungan profesional.
Keterlibatan praktisi industri dalam pendidikan juga membuka ruang untuk membahas kebutuhan kompetensi yang terus berkembang. Dengan begitu, mahasiswa dapat memperoleh gambaran tentang tanggung jawab, risiko, dan standar keselamatan yang perlu mereka pahami sebelum memasuki dunia kerja.
Bagi Alen, pengalaman di industri, pengembangan usaha, dan kegiatan mengajar menjadi tiga ruang untuk menerapkan pengetahuan K3. Setiap peran memberi kesempatan untuk memperluas pemahaman sekaligus berbagi pengalaman dengan pihak lain.
Pendidikan UNAIR Menjadi Bagian dari Perjalanan Profesional Alen
Alen menyelesaikan pendidikan D3 Hygiene Kesehatan Keselamatan Kerja di UNAIR pada 2008. Ia kemudian melanjutkan studi S1 Kesehatan Masyarakat dengan peminatan K3 di universitas yang sama pada 2008–2010.
Setelah itu, Alen menempuh pendidikan Magister Manajemen Sumber Daya Manusia di STIE Mahardhika Surabaya pada 2010–2012. Pendidikan tersebut melengkapi bekal akademiknya dalam menjalankan tanggung jawab profesional di bidang keselamatan kerja dan pengelolaan sumber daya manusia.
Perjalanan Alen memperlihatkan bahwa pengembangan karier tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal. Pengalaman kerja, sertifikasi, dan keterlibatan dalam berbagai bidang dapat memperluas penerapan ilmu yang telah dipelajari.
Berdasarkan sumber rilis Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Alen Prahadinata merupakan lulusan D3 Hygiene Kesehatan Keselamatan Kerja UNAIR yang telah berkiprah lebih dari 15 tahun di bidang HSE. Ia menjalankan peran sebagai Head of HSE & General Affairs di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, mengembangkan Heccons, serta mengajar di Politeknik Kesehatan Kerja Cendekia.
Kiprah Alen menunjukkan bahwa kompetensi K3 dapat memberi kontribusi melalui beragam jalur, mulai dari pengelolaan keselamatan di industri hingga pengembangan kemampuan tenaga kerja dan pendidikan calon profesional.

