Unud Kembangkan EV Shuttle Car, Gabungkan Transportasi Listrik dan Energi Hijau

Must read

EDUCARE.CO.ID – Universitas Udayana (Unud) meluncurkan EV Shuttle Car, prototipe kendaraan listrik yang dikembangkan melalui riset Integrated Smart Green Campus. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya kampus menghadirkan transportasi rendah emisi sekaligus mengembangkan teknologi hijau berbasis riset.

Unud memperkenalkan kendaraan tersebut bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-64 pada Selasa (29/6). Prototipe ini dirancang untuk mendukung mobilitas sivitas akademika, terutama perjalanan antargedung dan antararea kampus.

EV Shuttle Car menggunakan baterai sebagai sumber tenaga penggerak. Karena itu, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung saat beroperasi. Inovasi tersebut juga mendukung konsep green campus yang mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan di lingkungan perguruan tinggi.

Unud Kembangkan Sistem Pengendali Suhu Baterai

Ev-1024x669

EV Shuttle Car menjadi salah satu luaran Hibah Penelitian Unggulan Udayana (PUU) melalui riset Integrated Smart Green Campus. Dr. Ir. Wayan Nata Septiadi, S.T., M.T., mengembangkan penelitian ini melalui Laboratorium Heat Pipe dan Nano Teknologi, Fakultas Teknik Universitas Udayana.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian dalam pengembangan kendaraan ini ialah Battery Thermal Management System (BTMS). Sistem tersebut memanfaatkan Nano Phase Change Material (Nano-PCM) berbasis AlN/EG yang terintegrasi dengan heat pipe.

Teknologi ini membantu mengendalikan suhu baterai melalui penyerapan dan perpindahan panas. Material Nano-PCM berbasis AlN/EG menyerap panas ketika suhu baterai meningkat. Selanjutnya, heat pipe memindahkan panas dari area baterai menuju bagian pelepasan panas.

Pengendalian suhu menjadi aspek penting dalam pengembangan kendaraan listrik. Suhu baterai yang terlalu tinggi dapat memengaruhi kinerja, efisiensi, umur pakai, dan keselamatan sistem baterai.

Melalui penerapan teknologi tersebut, tim riset mengembangkan pendekatan pengelolaan termal untuk mendukung sistem penyimpanan energi pada kendaraan listrik. Namun, tingkat efektivitasnya tetap memerlukan pengujian berdasarkan parameter teknis dan kondisi operasional kendaraan.

Terintegrasi dalam Konsep Integrated Smart Green Campus

EV Shuttle Car tidak hanya berfungsi sebagai prototipe transportasi listrik. Kendaraan ini juga menjadi bagian dari ekosistem Integrated Smart Green Campus yang menggabungkan tiga komponen utama, yaitu mobilitas listrik, teknologi penyimpanan energi, serta manajemen energi dan termal.

Unud mengembangkan konsep tersebut untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan mengurangi emisi karbon di lingkungan kampus. Model ini juga mengintegrasikan energi terbarukan, mobilitas listrik, dan sistem pemantauan digital.

Tim riset mengembangkan penelitian multidisiplin sejak 2019. Kajian tersebut mencakup manajemen termal, nanomaterial, nanoteknologi, energi, dan rekayasa.

Melalui Skema Penelitian Unggulan Udayana, tim kemudian memperluas pengembangan model kampus hijau dengan menghubungkan berbagai teknologi tersebut dalam satu sistem terpadu.

Empat Fokus Riset untuk Mendukung Kampus Berkelanjutan

Pengembangan Integrated Smart Green Campus mencakup empat paket kegiatan utama. Setiap kegiatan mendukung aspek berbeda dalam pembangunan ekosistem kampus yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pertama, tim mengembangkan sistem mobilitas listrik untuk mendukung kebutuhan transportasi di lingkungan kampus. Kedua, tim merancang integrasi energi terbarukan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan smart grid.

Ketiga, penelitian berfokus pada rekayasa material untuk modul pendingin baterai berbasis Nano-PCM. Fokus ini berkaitan langsung dengan pengembangan sistem pengendalian temperatur pada kendaraan listrik.

Keempat, tim mengkaji aspek sosial, ergonomi, dan ekonomi. Analisis tersebut meliputi kenyamanan pengguna, kelayakan finansial, Life Cycle Assessment (LCA), pengurangan emisi karbon, serta penyusunan model kebijakan kampus hijau.

Keempat fokus tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kampus berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan. Perencanaan energi, kenyamanan pengguna, dampak lingkungan, dan kelayakan ekonomi juga menjadi bagian penting dari riset.

Libatkan Perguruan Tinggi, BRIN, dan Mitra Industri

Menurut Wayan Nata Septiadi, kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi sistem energi hijau dengan mobilitas kampus serta pengembangan sistem pendingin baterai kendaraan listrik berbasis Nano-PCM.

Pengembangan EV Shuttle Car juga melibatkan konsorsium multidisiplin. Sejumlah program studi dari berbagai perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ikut mendukung kolaborasi tersebut.

Selain unsur akademik dan lembaga riset, konsorsium ini menggandeng mitra dari berbagai sektor melalui pendekatan pentahelix. Tiga industri kendaraan listrik turut berpartisipasi sebagai mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi pengembangan riset lintas bidang. Kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri juga dapat mendukung pengujian serta pengembangan teknologi menuju penerapan yang lebih luas.

EV Shuttle Car Jadi Laboratorium Riset Kampus

Unud berharap EV Shuttle Car dapat berfungsi sebagai living laboratory atau laboratorium hidup bagi sivitas akademika. Melalui prototipe ini, peneliti dan mahasiswa dapat mengembangkan kajian lanjutan mengenai kendaraan listrik, baterai, material PCM, heat pipe, manajemen energi cerdas, dan integrasi energi terbarukan.

Pemanfaatan prototipe dalam lingkungan kampus juga membuka peluang untuk menguji dan mengevaluasi teknologi secara bertahap. Hasil pengujian dapat menjadi bahan pengembangan sistem transportasi listrik dan pengelolaan energi pada masa mendatang.

Peluncuran EV Shuttle Car menandai penerapan hasil riset dalam bentuk prototipe yang mendukung visi kampus hijau. Ke depan, pengembangan dan pengujian lebih lanjut akan menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan teknologi tersebut dalam menunjang kebutuhan mobilitas kampus.

Berdasarkan sumber Universitas Udayana, EV Shuttle Car merupakan salah satu luaran Penelitian Unggulan Udayana dalam riset Integrated Smart Green Campus. Prototipe ini menggabungkan mobilitas listrik dengan teknologi pengendalian suhu baterai berbasis Nano-PCM dan heat pipe untuk mendukung pengembangan kampus yang cerdas, rendah emisi, dan berkelanjutan.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article