EDUCARE.CO.ID – Kuning telur oranye sering dianggap lebih sehat daripada kuning telur berwarna kuning pucat. Warnanya yang pekat juga kerap membuat orang mengira rasanya lebih gurih dan kandungan gizinya lebih tinggi. Namun, apakah anggapan tersebut benar?
Warna kuning telur terutama bergantung pada pakan ayam. Kandungan pigmen alami dalam makanan memengaruhi warna yang muncul. Karena itu, warna kuning telur tidak bisa menjadi satu-satunya patokan untuk menilai kualitas maupun kandungan gizinya.
Memahami faktor di balik perbedaan warna dapat membantu konsumen memilih telur sesuai kebutuhan.
Pakan Ayam Memengaruhi Warna Kuning Telur
Kuning telur memiliki rentang warna yang beragam, mulai dari kuning pucat hingga oranye pekat. Untuk mengukur intensitasnya, industri menggunakan DSM Yolk Color Fan, yaitu alat dengan skala 16 tingkat. Angka satu menunjukkan warna paling pucat, sedangkan angka 16 menunjukkan oranye paling pekat.
Dilansir dari Food & Wine, Senin (26/10/2026), Richard Blatchford, peneliti unggas dari University of California, Davis, menjelaskan bahwa pakan ayam berperan penting dalam menentukan warna kuning telur.
Sunoh Che, dosen manajemen unggas di University of Maryland, menyoroti kandungan karotenoid dan pigmen tumbuhan sebagai faktor utama. Senyawa tersebut memengaruhi intensitas warna kuning telur.
Jenis pakan menghasilkan warna yang berbeda. Jagung, misalnya, dapat menghasilkan kuning telur berwarna kuning cerah. Sementara itu, alfalfa dan ekstrak bunga marigold dapat menghasilkan warna yang lebih pekat.
Ayam yang mencari makan di padang rumput juga dapat menghasilkan kuning telur dengan warna lebih kuat. Hal ini berkaitan dengan beragam tumbuhan dan serangga yang mereka konsumsi.
Sebaliknya, pakan yang mengandung banyak gandum atau jelai cenderung menghasilkan kuning telur berwarna lebih pucat. Musim juga dapat memengaruhi pola makan ayam, terutama ketika mereka lebih sering mencari pakan alami di luar kandang.
Namun, peneliti belum menemukan kesimpulan yang konsisten mengenai hubungan usia ayam dengan warna kuning telur. Hasil penelitian tentang faktor tersebut masih beragam.
Apakah Kuning Telur Oranye Lebih Enak?
Banyak konsumen mengaitkan warna kuning telur yang pekat dengan rasa yang lebih kaya. Pola makan ayam memang dapat memengaruhi karakter telur. Namun, warna oranye saja tidak menjamin rasa yang lebih enak.
Breana Killeen, associate editorial director Food & Wine yang memelihara ayam petelur di Vermont, menjelaskan bahwa ayam yang mengonsumsi beragam pakan di padang rumput dapat menghasilkan telur dengan rasa lebih kaya.
Meski demikian, peternak juga dapat menghasilkan warna oranye melalui penambahan pigmen tertentu dalam pakan. Artinya, konsumen tidak bisa menyimpulkan kualitas rasa hanya dari tampilan kuning telur.
Jika ingin mencoba telur dengan karakter rasa berbeda, konsumen dapat mempertimbangkan produk berlabel pasture-raised. Label tersebut mengacu pada sistem pemeliharaan ayam yang menyediakan akses ke padang rumput. Konsumen juga dapat membeli langsung dari peternak atau pasar tani untuk mencari informasi tentang pakan dan cara pemeliharaan ayam.
Dengan memahami informasi tersebut, konsumen dapat menilai produk secara lebih menyeluruh tanpa hanya mengandalkan warna.
Apakah Kuning Telur Oranye Mengandung Lebih Banyak Gizi?
Warna yang lebih gelap dapat mencerminkan perbedaan pakan ayam. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan kandungan gizi yang lebih tinggi secara keseluruhan.
Menurut ahli gizi Emma Laing, sebagaimana dikutip Real Simple pada Senin (26/10/2026), warna kuning telur dapat menunjukkan perbedaan pola makan ayam. Meski begitu, warna tidak menjamin bahwa satu telur memiliki nilai gizi lebih tinggi daripada telur lainnya.
Kesehatan, ras, usia, dan lingkungan ayam juga dapat memengaruhi karakteristik telur. Karena itu, konsumen perlu mempertimbangkan faktor lain saat menilai kandungan nutrisinya.
Kuning telur yang lebih pekat dapat mengandung karotenoid dalam jumlah berbeda, termasuk lutein dan zeaksantin. Kedua senyawa tersebut berperan dalam mendukung kesehatan mata.
Namun, kadar karotenoid yang lebih tinggi tidak berarti telur unggul dalam semua aspek nutrisi. Hillary MacMichael dari University of Florida Institute of Food and Agricultural Sciences Extension menjelaskan bahwa telur menyediakan beragam zat gizi, termasuk vitamin A, D, E, dan K.
Dengan demikian, warna kuning telur tidak menentukan seluruh nilai gizinya. Konsumen tetap perlu melihat komposisi nutrisi dan kebutuhan tubuh ketika memilih telur.
Ingin Menambah Asupan Omega-3? Periksa Label Telur
Selain warna, kandungan zat gizi tertentu dapat menjadi pertimbangan saat membeli telur. Salah satunya adalah asam lemak omega-3.
Telur yang diperkaya omega-3 dapat membantu menambah asupan nutrisi tersebut. Peternak dapat memberikan pakan berupa biji rami, minyak ikan, atau alga untuk meningkatkan kandungan omega-3 pada telur.
Meski begitu, telur umumnya menyediakan omega-3 dalam jumlah yang lebih rendah daripada sejumlah sumber pangan lain. Ikan berlemak, biji chia, dan kacang kenari juga dapat membantu memenuhi kebutuhan asam lemak tersebut.
Emma Laing menyarankan konsumen mempertimbangkan mutu, ukuran, dan kandungan zat gizi saat memilih telur. Informasi pada label produk dapat membantu konsumen mengenali karakteristik telur, termasuk klaim pengayaan nutrisi tertentu.
Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Konsumen yang ingin menambah asupan omega-3, misalnya, dapat memeriksa kandungan yang tercantum pada kemasan. Cara ini lebih informatif daripada hanya membandingkan warna kuning telur.
Cara Memilih Telur, Jangan Hanya Melihat Warnanya
Warna kuning telur dapat memberi petunjuk mengenai pakan ayam, terutama kandungan pigmen alami yang mereka konsumsi. Namun, warna oranye tidak otomatis menjamin rasa lebih enak atau kandungan gizi yang lebih tinggi dalam semua aspek.
Konsumen sebaiknya memeriksa informasi produk, cara pemeliharaan ayam, dan kandungan nutrisi sesuai kebutuhan. Jika ingin meningkatkan asupan zat gizi tertentu, perhatikan informasi pada label daripada hanya mengandalkan tampilan kuning telur.
Pakan ayam menjadi faktor utama yang memengaruhi intensitas warna. Kuning telur oranye dapat menunjukkan perbedaan kadar karotenoid, tetapi warna tersebut bukan penentu tunggal kualitas maupun nilai gizi telur.
Dengan memahami perbedaan tersebut, konsumen dapat memilih telur secara lebih bijak. Perhatikan kebutuhan nutrisi dan informasi produk agar pilihan sehari-hari tidak hanya bergantung pada penampilan.

