Kelihatannya Praktis, tetapi Ada yang Perlu Diperiksa: 9 Produk Supermarket

Must read

EDUCARE.CO.ID – Belanja bahan makanan di supermarket menawarkan kemudahan bagi masyarakat. Dalam satu tempat, konsumen dapat menemukan berbagai kebutuhan, mulai dari sayuran siap saji hingga daging berbumbu dan seafood. Namun, kepraktisan tidak selalu menjamin kesegaran, kualitas rasa, maupun harga yang lebih hemat.

Sejumlah produk kemasan juga memiliki karakteristik yang perlu konsumen pahami sebelum membeli. Keju parut siap pakai, salad kemasan, saus botolan, hingga kaldu instan, misalnya, dapat mengandung bahan tambahan atau memiliki nilai ekonomis yang berbeda dibandingkan bahan utuh.

Ilmuwan pangan Jessica Gavin dan Chef Hervé Malivert dari Institute of Culinary Education menyoroti sejumlah produk supermarket yang perlu mendapat perhatian lebih. Mereka mempertimbangkan komposisi bahan, tekstur, kesegaran, proses pengolahan, dan biaya saat memilih bahan makanan.

Dilansir dari Martha Stewart, berikut sembilan produk supermarket yang perlu konsumen cermati sebelum memasukkannya ke keranjang belanja.

1. Keju Parut Kemasan

The Best Shredded Sharp Cheddar Cheese | America's Test Kitchen

Keju parut siap pakai memang mempercepat persiapan pasta, lasagna, atau makaroni keju. Namun, produsen kerap menambahkan bahan antikempal, seperti selulosa atau pati, agar potongan keju tidak saling menempel.

Jessica Gavin menyarankan konsumen mempertimbangkan keju utuh yang bisa mereka parut sendiri di rumah. Pilihan ini memberi keleluasaan untuk menentukan ukuran parutan sekaligus mengontrol bahan tambahan yang digunakan.

Keju yang baru diparut juga dapat menghasilkan lelehan lebih halus pada sejumlah hidangan. Meski demikian, hasil akhirnya tetap bergantung pada jenis keju dan teknik memasak.

Sebelum membeli, periksa daftar komposisi jika ingin membatasi bahan tambahan tertentu. Keju parut kemasan tetap menjadi pilihan praktis bagi konsumen yang ingin menghemat waktu di dapur.

2. Salad Siap Saji

38.000+ Salad Box Foto Stok, Potret, & Gambar Bebas Royalti - iStock

Salad kemasan memudahkan konsumen menyantap sayuran tanpa perlu banyak persiapan. Produsen biasanya sudah memotong dan mencuci sayuran sehingga konsumen hanya perlu menambahkan saus atau bahan pelengkap.

Namun, Jessica Gavin menilai konsumen perlu mempertimbangkan harga per porsi. Sebagian kemasan hanya menyediakan beberapa porsi, sedangkan harga totalnya bisa lebih tinggi daripada sayuran utuh.

Sayuran yang sudah dipotong juga lebih rentan kehilangan kesegaran. Paparan udara dapat mempercepat perubahan warna dan menurunkan kualitas, terutama ketika konsumen tidak mengikuti petunjuk penyimpanan.

Proses pemotongan dan penanganan turut memengaruhi keamanan pangan. Karena itu, periksa tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta petunjuk penyimpanan sebelum membeli salad siap saji.

Untuk menghemat biaya, konsumen dapat memilih selada utuh, kemudian mencuci dan memotongnya sendiri. Simpan sayuran pada suhu yang sesuai agar kesegarannya bertahan lebih lama.

3. Saus Salad Botolan

Saus Salad Siap Pakai Terbaik, Menurut Para Koki

Saus salad botolan menawarkan cara praktis untuk melengkapi hidangan sayuran. Namun, beberapa produk mengandung gula tambahan dan natrium dalam jumlah cukup tinggi. Konsumen sebaiknya membaca label gizi sebelum menentukan pilihan.

Gavin menyarankan konsumen membuat saus salad sendiri menggunakan bahan sederhana. Salah satu formulanya menggabungkan minyak dan cuka dengan perbandingan 3:1.

Untuk memperkaya rasa, konsumen dapat menambahkan mustard Dijon, rempah, perasan jeruk, garam, dan lada sesuai selera. Sedikit madu juga bisa memberikan sentuhan manis jika diperlukan.

Saus buatan rumah memberi kendali lebih besar terhadap rasa dan komposisi. Jika membuatnya dalam jumlah banyak, simpan saus dalam wadah bersih dan tertutup di lemari es. Perhatikan kondisi serta masa simpannya, lalu buang saus jika menunjukkan perubahan bau, warna, atau tekstur yang mencurigakan.

4. Daging Marinasi Kemasan

Mafia Daging Jual Daging Sapi Beku Marinasi Halal, Harga Terjangkau

Daging berbumbu siap masak memang menghemat waktu persiapan. Meski begitu, konsumen tetap perlu memeriksa kondisi produk, tanggal kedaluwarsa, dan petunjuk penyimpanannya.

Chef Hervé Malivert mengingatkan bahwa kualitas daging marinasi bergantung pada bahan baku dan proses pengolahan. Harga menarik atau bumbu yang kuat tidak selalu mencerminkan kualitas daging.

Jessica Gavin juga menyoroti pengaruh durasi marinasi terhadap tekstur. Marinasi terlalu lama, terutama dengan bahan asam, dapat mengubah struktur daging hingga teksturnya terasa terlalu lunak.

Karena itu, sesuaikan waktu marinasi dengan jenis daging dan bahan bumbu. Konsumen yang ingin mengontrol rasa serta komposisi dapat membeli daging tanpa bumbu, lalu mengolahnya sendiri di rumah.

5. Roti Sourdough Kemasan

Roti Sourdough Toko Kelontong, Peringkat dari yang Terburuk hingga Terbaik

Roti sourdough dikenal melalui proses fermentasi menggunakan biang roti atau starter. Proses tersebut membantu membentuk cita rasa dan tekstur khas yang membedakannya dari sejumlah jenis roti lainnya.

Namun, label sourdough tidak selalu menjelaskan seluruh proses produksi. Sebagian produsen menggabungkan ragi komersial atau bahan tambahan untuk mempercepat proses pembuatan roti.

Menurut Gavin, sourdough tradisional umumnya menggunakan tepung, air, garam, dan starter. Konsumen yang mencari karakteristik tersebut sebaiknya memeriksa daftar komposisi serta informasi proses pembuatan pada kemasan.

Perlu diingat, keberadaan bahan tambahan tidak otomatis membuat produk berbahaya. Konsumen dapat menyesuaikan pilihan dengan preferensi rasa, kebutuhan diet, dan informasi yang tersedia.

6. Buah dan Sayuran Potong

13 Rekomendasi Toko Buah Fresh dan Lengkap di Jakarta

Buah dan sayuran potong membantu konsumen menyiapkan makanan dengan lebih cepat. Produk ini cocok bagi masyarakat yang memiliki waktu terbatas untuk mengolah bahan masakan.

Namun, proses pemotongan membuka permukaan bahan pangan sehingga kelembapan lebih mudah hilang dan perubahan warna lebih cepat terjadi. Dibandingkan bahan utuh, potongan buah dan sayuran juga dapat mengalami penurunan kualitas lebih cepat, bergantung pada jenis bahan dan kondisi penyimpanan.

Chef Hervé Malivert mengingatkan konsumen agar turut mempertimbangkan harga produk potong. Dalam sejumlah kasus, bahan utuh menawarkan harga lebih ekonomis untuk jumlah yang sama.

Brokoli, misalnya, dapat dibeli dalam keadaan utuh lalu dipotong sesuai kebutuhan. Cara ini memberi keleluasaan untuk menentukan ukuran potongan sekaligus menghindari biaya persiapan yang tercakup dalam harga produk siap pakai.

Meski demikian, buah dan sayuran potong tetap menawarkan kepraktisan. Periksa kesegaran, kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, dan petunjuk penyimpanan sebelum membeli.

7. Jus Lemon dan Jeruk Nipis Botolan

Jus lemon atau jeruk nipis kemasan memudahkan konsumen saat memasak tanpa perlu memeras buah segar. Produk ini juga praktis untuk membuat saus, minuman, dan bumbu marinasi.

Namun, menurut Malivert, beberapa produk menggunakan konsentrat atau bahan penstabil yang dapat memengaruhi karakter rasa. Proses pengolahan, termasuk pasteurisasi, juga dapat mengubah aroma dibandingkan perasan buah segar.

Konsumen yang mengutamakan aroma jeruk segar dapat memeras lemon atau jeruk nipis langsung sebelum menggunakannya. Parutan kulit jeruk juga dapat memperkaya aroma sejumlah hidangan. Pastikan konsumen membersihkan buah dengan baik dan menggunakan kulit yang layak untuk konsumsi.

Jus kemasan tetap berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Periksa daftar komposisi dan pilih produk sesuai kebutuhan, terutama jika ingin membatasi gula tambahan atau bahan tertentu.

8. Kaldu Kemasan

Link Between BPA And Childhood Obesity Is Unclear | KUNC

Kaldu kemasan membantu memperkaya rasa sup, tumisan, dan berbagai hidangan berkuah. Produk ini juga mempersingkat proses memasak karena konsumen tidak perlu membuat kaldu dari awal.

Meski praktis, beberapa produk mengandung natrium cukup tinggi. Penggunaan kaldu kemasan bersama garam dan bumbu lain dapat meningkatkan jumlah natrium dalam hidangan.

Malivert mengakui bahwa kaldu kemasan memiliki kegunaan tersendiri dalam kegiatan memasak. Namun, kaldu buatan sendiri memberi keleluasaan lebih besar untuk mengatur rasa dan komposisi bahan.

Jika memilih produk siap pakai, periksa kandungan natrium pada label gizi. Pertimbangkan varian rendah natrium jika tersedia, lalu sesuaikan jumlah penggunaannya dengan kebutuhan masakan.

Konsumen juga dapat membuat kaldu sendiri menggunakan tulang, daging, atau sayuran. Cara ini membantu mengontrol bahan yang masuk ke dalam masakan, meskipun membutuhkan waktu persiapan lebih lama.

9. Seafood Berlabel Fresh

Chefs Share Best Seafood to Get at the Supermarket, What to Avoid -  Business Insider

Label fresh pada ikan, udang, cumi, dan kerang tidak selalu berarti produk tersebut belum pernah melalui proses pembekuan. Sebagian supermarket mencairkan seafood beku sebelum memajangnya di area penjualan.

Chef Hervé Malivert menjelaskan bahwa praktik tersebut dapat ditemukan, terutama di toko yang lokasinya jauh dari wilayah pesisir. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya mengandalkan tulisan fresh saat memilih seafood.

Seafood beku juga dapat mempertahankan kualitas dengan baik apabila produsen membekukannya saat masih segar dan menjaga rantai dingin selama penyimpanan serta distribusi. Dengan demikian, pembekuan tidak otomatis menandakan kualitas yang lebih rendah dibandingkan seafood yang dijual dalam kondisi dingin tanpa pembekuan.

Saat berbelanja, periksa aroma, warna, tekstur, kondisi kemasan, dan petunjuk penyimpanan. Hindari produk dengan kemasan rusak atau tanda kerusakan yang jelas. Untuk seafood yang sudah dicairkan, pastikan penjual menyimpannya pada suhu yang sesuai.

Konsumen juga dapat bertanya kepada petugas supermarket mengenai riwayat pembekuan dan pencairan produk. Informasi tersebut membantu konsumen menilai kondisi seafood secara lebih cermat, bukan sekadar mengandalkan label pada kemasan.

Tips Memilih Produk Supermarket dengan Lebih Cermat

Kepraktisan menjadi salah satu alasan masyarakat memilih produk kemasan. Namun, konsumen tetap perlu membandingkan harga, membaca komposisi, memeriksa kondisi produk, dan memahami petunjuk penyimpanannya sebelum berbelanja.

Berdasarkan informasi dari Martha Stewart, Jessica Gavin dan Chef Hervé Malivert menyoroti sembilan produk supermarket yang perlu konsumen cermati, mulai dari keju parut dan salad siap saji hingga kaldu kemasan serta seafood berlabel fresh. Pertimbangan mereka mencakup kualitas rasa, kesegaran, komposisi bahan, dan nilai ekonomis.

Daftar tersebut tidak berarti konsumen harus menghindari seluruh produk kemasan. Keju parut, salad siap saji, saus botolan, dan kaldu kemasan tetap dapat membantu menghemat waktu. Kuncinya terletak pada pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan, anggaran, preferensi, dan informasi pada label.

Dengan membandingkan produk secara teliti, masyarakat dapat berbelanja lebih bijak tanpa kehilangan manfaat kepraktisan. Pilih bahan sesuai kebutuhan dan perhatikan penanganan pangan yang aman agar kualitas makanan tetap terjaga.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article