Talenta Muda Indonesia Kembali Berprestasi, Raih 3 Perak dan 1 Perunggu di IChO 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Pelajar Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang sains internasional. Tim Olimpiade Kimia Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali perak dan satu medali perunggu dalam The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada 5–14 Juli 2026.

Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), seluruh peraih medali merupakan murid binaan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Capaian tersebut kembali menunjukkan kemampuan talenta muda Indonesia dalam bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Tim Indonesia Borong Tiga Perak dan Satu Perunggu

Renault Tjandera dari SMAS Santa Laurensia Banten, Muhammad Arya Razan dari MAN Insan Cendekia Serpong Banten, serta Aloysius Gonzaga Duta Setyawan dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta berhasil meraih tiga medali perak untuk Indonesia.

Sementara itu, Ahmad Kautsar Al Ramadhani dari MAN 2 Kota Malang berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia.

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengharumkan nama bangsa.

Ia menilai raihan tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

“Selamat kepada adik-adik yang meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang IChO. Kemendikdasmen membina para peserta secara berkelanjutan sehingga mereka mampu meraih prestasi tersebut,” ujarnya.

Perjalanan Panjang Menuju Olimpiade Dunia

Setelah tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, peraih medali perak Muhammad Arya Razan mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.

Arya menjelaskan bahwa ia menjalani proses panjang sebelum mewakili Indonesia di Uzbekistan. Ia mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN), menjalani pelatihan teori dan praktikum, kemudian mengikuti pemusatan latihan nasional sebelum mewakili Indonesia.

Ia juga mengajak pelajar Indonesia untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang.

Peringkat Indonesia Meningkat

Head Mentor Tim IChO Indonesia 2026, Deana Wahyuningrum, mengatakan capaian tim Indonesia meningkat dibandingkan edisi sebelumnya.

Indonesia menempati peringkat ke-28 dunia dari sekitar 95 negara peserta. Tahun ini, Indonesia berhasil meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu. Sebelumnya, tim Indonesia membawa pulang dua medali perak dan dua medali perunggu.

Menurut Deana, peningkatan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi IChO 2027 yang akan berlangsung di Taiwan.

Dukungan Sekolah dan Keluarga Jadi Kunci

Keberhasilan para delegasi tidak lepas dari dukungan sekolah, mentor, dan keluarga selama proses pembinaan.

Guru Kimia MAN Insan Cendekia Serpong, Sartini Subaryatun, menjelaskan bahwa Muhammad Arya Razan telah mengikuti berbagai kompetisi sejak duduk di bangku SMP.

Ia kemudian mengembangkan kemampuannya di MAN Insan Cendekia Serpong, meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional, hingga lolos ke pembinaan nasional sebelum tampil di IChO 2026.

Sementara itu, ayah Arya, Syaiful Rochman, mengaku bangga atas prestasi putranya yang berhasil mewakili Indonesia di tingkat internasional.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kemendikdasmen, Puspresnas, sekolah, dan para pembina yang telah mendampingi proses pembinaan hingga kompetisi berlangsung.

Kemendikdasmen Perkuat Pembinaan Talenta Sains

Kemendikdasmen melalui Puspresnas berkomitmen terus memperkuat pembinaan talenta di bidang sains secara berkelanjutan.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak pelajar Indonesia mampu berprestasi di tingkat internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa melalui bidang ilmu pengetahuan.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img