EDUCARE.CO.ID – Talenta muda Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di ajang internasional. Delegasi Indonesia sukses membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, satu medali perunggu, serta penghargaan Best in Finance pada International Economics Olympiad (IEO) 2026 yang berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, pada 12–20 Juli 2026.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bersama sekolah, pembina, dan orang tua.
Indonesia Bawa Pulang Empat Medali
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi seluruh delegasi Indonesia atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi itu lahir dari kerja keras peserta dan kolaborasi berbagai pihak selama proses pembinaan.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para peserta sekaligus buah dari kolaborasi antara pembina, sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang mendukung proses pembinaan. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia untuk terus berprestasi di tingkat dunia,” ujar Irene.
Wafiq Al Afraz dari SMA Negeri 10 Padang, Sumatra Barat, berhasil meraih medali emas sekaligus penghargaan Best in Finance. Selain itu, Muhammad Rafi Qsan Baskoro dari SMA Kharisma Bangsa, Banten, serta Joshua Willson dari SMAK Penabur Gading Serpong, Banten, menyumbangkan dua medali perak.
Sementara itu, Muhammad Afif Abyan Hasya dari SMA Plus Negeri 17 Palembang, Sumatra Selatan, mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia.
Konsistensi Belajar Jadi Kunci
Setelah kembali ke Tanah Air, Wafiq mengaku bersyukur dapat mempersembahkan hasil terbaik bagi Indonesia. Ia mengatakan kebiasaan belajar secara konsisten setiap hari menjadi salah satu kunci keberhasilannya.
“Tahun lalu saya belum berhasil menjadi delegasi. Namun, pengalaman itu justru memotivasi saya untuk berlatih lebih giat hingga akhirnya bisa meraih medali emas dan Best in Finance,” ujar Wafiq.
Ia juga menilai setiap proses pembinaan memberikan pengalaman berharga yang membantunya berkembang sebelum tampil di IEO 2026.
Pembinaan Berkelanjutan Perkuat Prestasi
Team Leader IEO Indonesia, Dwi Wulandari, menjelaskan bahwa tim memulai pembinaan sejak proses seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan intensif untuk memperkuat kemampuan ekonomi, matematika, bahasa Inggris, serta kesiapan mental menghadapi kompetisi internasional.
Menurut Dwi, talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Oleh sebab itu, pembinaan yang konsisten menjadi faktor penting dalam meningkatkan prestasi Indonesia pada ajang ekonomi internasional.
IEO Jadi Ajang Bergengsi Dunia
International Economics Olympiad merupakan kompetisi bergengsi bagi pelajar sekolah menengah yang menguji kemampuan ekonomi, keuangan, serta penyelesaian studi kasus bisnis.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sekitar 280 peserta dari 56 negara mengikuti kompetisi tersebut. Karena itu, keberhasilan Indonesia semakin mempertegas daya saing generasi muda Tanah Air di bidang ekonomi dan keuangan.
Kemendikdasmen melalui Puspresnas pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan talenta nasional. Dengan langkah tersebut, semakin banyak pelajar Indonesia diharapkan mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang internasional.



