EDUCARE.CO.ID – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka banyak peluang di dunia pendidikan. Namun, teknologi tersebut juga memunculkan berbagai tantangan baru, seperti deepfake, disinformasi, kejahatan siber, pelanggaran privasi, hingga penyalahgunaan teknologi.
Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat kolaborasi untuk membangun generasi yang cakap AI melalui pendekatan edukasi preventif.
Berdasarkan sumber rilis Kemendikdasmen, kedua lembaga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Program Paham AI.

Personel Polda Akan Menjadi Trainer AI
Program Paham AI melibatkan personel dari 12 Kepolisian Daerah (Polda). Mereka akan mengikuti pelatihan sebelum membimbing siswa SMA, SMK, dan sederajat di wilayah masing-masing.
Melalui program ini, Kemendikdasmen dan Polri ingin memperluas literasi AI sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar terhadap risiko penyalahgunaan teknologi digital.
Selain itu, para peserta akan mempelajari etika penggunaan AI, keamanan digital, serta cara memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
AI Perlu Digunakan Secara Bijak
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan transformasi digital telah mengubah cara belajar, bekerja, dan berinteraksi.
Menurutnya, AI mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong produktivitas. Akan tetapi, teknologi tersebut juga membawa tantangan baru apabila pengguna tidak memahami etika digital.
“Peningkatan kompetensi digital tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan menggunakan teknologi saja. Membangun karakter digital agar murid mampu memanfaatkan AI secara bijaksana juga tak kalah penting agar kehadiran AI bisa bermanfaat secara optimal,” ujar Tatang.
Selanjutnya, Tatang menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang aman.
Ia menambahkan, dunia pendidikan tidak bisa bekerja sendiri dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi perkembangan teknologi.
Polri Utamakan Langkah Pencegahan
Sementara itu, Kepala Biro Teknologi dan Komunikasi Polri, Indarto, menjelaskan bahwa Program Paham AI merupakan langkah jangka panjang untuk meningkatkan literasi kecerdasan artifisial di kalangan guru dan pelajar.
Menurutnya, perkembangan AI berlangsung jauh lebih cepat daripada penyusunan regulasi. Oleh sebab itu, edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar pelajar mampu menggunakan teknologi secara aman.
“Ini ruang untuk membangun kepercayaan antara Polri dan murid-murid. Kami harus hadir lebih awal melalui langkah-langkah preventif, menjadi mitra pendidikan sekaligus fasilitator bagi para guru dan murid,” kata Indarto.
Perkuat Literasi AI Sejak Bangku Sekolah
Program Paham AI tidak hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi. Program ini juga menanamkan nilai etika, tanggung jawab, dan keamanan digital kepada peserta didik.
Dengan demikian, pelajar diharapkan mampu memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar tanpa mengabaikan aspek keamanan maupun integritas.
Ke depan, Kemendikdasmen dan Polri berharap kolaborasi ini mampu melahirkan generasi Indonesia yang cakap digital, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta bijak dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial.




