Kemendikdasmen Perkuat Validasi Data Anak Tidak Sekolah Bersama Pemda dan Mitra Strategis

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Salah satu langkah utamanya ialah memperkuat validasi dan pemutakhiran data bersama pemerintah daerah serta berbagai mitra strategis.

Program tersebut menjadi pembahasan utama dalam penutupan Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) 2026 di Cimahi, Jawa Barat.

Data Akurat Jadi Fondasi Kebijakan

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki posisi penting dalam sistem pendidikan nasional.

Menurutnya, masyarakat dapat belajar di berbagai tempat. Proses belajar tidak hanya berlangsung di sekolah. Keluarga, komunitas, dan lembaga pendidikan nonformal juga memiliki peran yang sama pentingnya.

Fajar juga meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kualitas tata kelola data pendidikan.

Ia menilai data yang akurat menjadi dasar penyusunan berbagai program pemerintah. Data tersebut juga menentukan penyaluran bantuan operasional dan kebijakan pendidikan lainnya.

Selain itu, Fajar mengajak seluruh satuan pendidikan meningkatkan mutu layanan pembelajaran. Ia juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar pendidikan nonformal mampu menjawab tantangan masa depan.

“Tujuan besar pembangunan pendidikan nasional adalah membangun masyarakat pembelajar yang terus belajar sepanjang hayat,” kata Fajar.

Validasi Data ATS Dikebut

Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), I Gusti Made Ardana, mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Kemendikdasmen juga menggandeng dinas pendidikan, dinas sosial, serta berbagai organisasi masyarakat.

Kolaborasi tersebut membantu proses pendataan sekaligus mempermudah penjangkauan anak yang belum kembali bersekolah.

Made menargetkan seluruh proses validasi data ATS selesai paling lambat 31 Agustus 2026.

Setelah itu, pemerintah akan memakai data yang sudah diverifikasi sebagai dasar penyusunan program dan berbagai intervensi pendidikan.

Jawa Barat Tunjukkan Hasil Positif

Made mengungkapkan bahwa Jawa Barat mencatat perkembangan yang cukup baik dalam penanganan ATS.

Tim berhasil memverifikasi lebih dari 8.000 data dari sekitar 13.000 anak yang tercatat belum bersekolah.

Selanjutnya, sekitar 64,6 persen anak yang lolos proses verifikasi kembali mengikuti layanan pendidikan.

Menurut Made, hasil tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah.

Ia berharap daerah lain dapat menerapkan pola kerja yang sama sehingga semakin banyak anak kembali memperoleh hak atas pendidikan.

Kemendikdasmen pun berkomitmen terus memperkuat validasi data ATS. Langkah itu akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img