EDUCARE.CO.ID – Sebanyak 500 warga Banyumas Raya menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Purwokerto. Program kesehatan ini menyasar masyarakat dari Purwokerto, Banjarnegara, Purbalingga, dan Cilacap.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Kesehatan RI, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Noor Dubai Foundation, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), dan RSKM Purwokerto. Pelaksanaan operasi berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa katarak masih menjadi masalah kesehatan mata yang besar di Indonesia. Pemerintah terus memperluas layanan operasi gratis agar masyarakat bisa memperoleh akses pengobatan lebih cepat.
Gangguan Penglihatan Masih Tinggi
Dante menjelaskan bahwa data program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan tingginya kasus gangguan penglihatan. Hingga 3 Agustus 2026, petugas telah melakukan skrining terhadap 28.049.202 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.399.290 orang atau hampir 5 persen mengalami gangguan tajam penglihatan. Angka ini menunjukkan perlunya deteksi dini dan penanganan yang lebih luas.
Selain itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa sekitar 19,2 persen penyandang disabilitas penglihatan mengalami gangguan akibat katarak.
“Berdasarkan proporsi tersebut, Perdami memperkirakan sekitar 640.060 penduduk mengalami kebutaan akibat katarak,” ujar Dante di Purwokerto, Jumat (7/8/2026).
Katarak Tidak Hanya Dipicu Penuaan
Katarak memang sering muncul pada usia lanjut. Namun, Dante mengingatkan bahwa diabetes, infeksi mata, dan faktor lingkungan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak.
Karena itu, masyarakat perlu menjaga kesehatan mata dan memeriksakan penglihatan secara berkala, terutama pada usia lanjut atau ketika mulai mengalami penurunan penglihatan.
Operasi Gratis Bantu Warga Kembali Beraktivitas
Program operasi katarak gratis ini memberikan kesempatan kepada warga Banyumas Raya untuk memperoleh layanan medis tanpa biaya. Tim dokter melakukan tindakan operasi untuk membantu memulihkan fungsi penglihatan pasien.
Setelah penglihatan membaik, pasien diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, bekerja, dan hidup lebih mandiri.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Dante.
Kolaborasi Internasional Berlanjut
Kegiatan di Purwokerto menjadi tahap kedua kerja sama antara Indonesia dan Noor Dubai Foundation. Sebelumnya, kedua pihak juga melaksanakan program operasi katarak di daerah lain.
Noor Dubai Foundation merupakan organisasi kemanusiaan internasional nirlaba yang berbasis di Uni Emirat Arab dan berada di bawah naungan Mohammed bin Rashid Al Maktoum Global Initiatives (MBRGI). Organisasi ini fokus pada pencegahan kebutaan dan penanganan gangguan penglihatan di berbagai negara.
Melalui program ini, pemerintah dan mitra internasional berupaya memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Penulis: Andini Namira Saskirana



