YASUKMABAR Resmikan Tradisi Baru, Apel Bersama Jadi Simbol Persatuan 94 Sekolah Katolik

Must read

EDUCARE.CO.ID – Yayasan Sekolah Umat Katolik Manggarai Barat (YASUKMABAR) mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Apel Upacara Bendera Bersama yang melibatkan seluruh sekolah di bawah naungannya, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi tradisi baru sekaligus simbol penguatan sinergi antarsatuan pendidikan Katolik di Manggarai Barat.

Berdasarkan sumber rilis YASUKMABAR, apel berlangsung serentak dan menjadi kali pertama seluruh sekolah berada dalam satu barisan untuk meneguhkan komitmen membangun pendidikan Katolik yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Injil.

Ketua YASUKMABAR, Romo Yohanes F. Selman, S.Fil., M.Pd., memimpin apel sebagai pembina upacara. Sementara itu, siswa SMKS Stella Maris Labuan Bajo menjalankan tugas sebagai petugas upacara.

Para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dari SDK Wae Medu, SMPK St. Ignatius Loyola, dan SMKS Stella Maris Labuan Bajo mengikuti kegiatan tersebut.

Apel Bersama Jadi Awal Tradisi Baru

Dalam amanatnya, Romo Yohanes F. Selman mengatakan apel bersama menjadi langkah awal untuk membangun budaya kolaborasi di seluruh sekolah YASUKMABAR.

Menurutnya, seluruh sekolah berada di bawah satu yayasan sehingga perlu membangun semangat kebersamaan sejak awal tahun ajaran.

“Kita mengawali seluruh rangkaian pembelajaran melalui apel bersama. Ini menjadi yang pertama dan akan menjadi kebiasaan kita ke depan karena kita berada dalam satu payung YASUKMABAR,” ujarnya.

Ia menilai tradisi tersebut akan memperkuat rasa memiliki sekaligus mempererat hubungan antarsekolah di lingkungan yayasan.

Disiplin Jadi Fondasi Pendidikan

Selain itu, Romo Yohanes menegaskan pentingnya disiplin sebagai budaya utama di setiap sekolah.

Ia meminta kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik menerapkan disiplin dalam setiap aktivitas, mulai dari datang tepat waktu, berpakaian rapi, hingga mengikuti seluruh kegiatan sekolah.

Menurutnya, guru perlu memberi teladan melalui tindakan sehari-hari karena peserta didik lebih mudah meniru perilaku daripada hanya mendengar nasihat.

Ia juga mengingatkan peserta didik agar mengatur waktu keberangkatan dari rumah sehingga mereka tiba di sekolah sebelum kegiatan belajar dimulai.

Perkuat Identitas Sekolah Katolik

Selanjutnya, Romo Yohanes mengajak seluruh sekolah memperkuat identitas sebagai lembaga pendidikan Katolik.

Ia menegaskan nilai kejujuran, kasih, kepedulian, dan bela rasa harus hadir dalam seluruh aktivitas pembelajaran.

Karena itu, setiap sekolah perlu memperkuat program pastoral pendidikan, seperti perayaan Ekaristi, misa Jumat pertama, rekoleksi, aksi puasa, hingga Bulan Kitab Suci.

Menurutnya, identitas sekolah Katolik tidak cukup terlihat dari doa pembuka dan penutup pelajaran, tetapi juga harus tercermin melalui program pembinaan yang berjalan secara konsisten.

Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Di sisi lain, Romo Yohanes mengingatkan seluruh guru agar terus meningkatkan mutu pembelajaran.

Ia meminta setiap pendidik menyusun perencanaan belajar dengan baik, melaksanakan proses pembelajaran secara optimal, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan.

Menurutnya, kualitas pendidikan menjadi salah satu alasan masyarakat memilih sekolah Katolik.

Karena itu, seluruh tenaga pendidik perlu menjaga kualitas layanan pendidikan agar tetap menjadi kepercayaan masyarakat.

Bangun Kolaborasi Antarsekolah

Apel bersama juga menjadi simbol lahirnya budaya kolaborasi di lingkungan YASUKMABAR.

Melalui kegiatan tersebut, YASUKMABAR mengajak seluruh warga sekolah memperkuat semangat nasionalisme, disiplin, persaudaraan, dan pelayanan.

Setiap sekolah memang memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni melayani dan membentuk generasi muda Manggarai Barat.

Seluruh peserta mengikuti upacara dengan khidmat. Petugas upacara mengibarkan Sang Merah Putih secara tertib, sedangkan seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai wujud cinta kepada bangsa.

Ke depan, YASUKMABAR akan menjadikan apel bersama sebagai agenda rutin.

Yayasan berharap tradisi tersebut mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lembaga.

Melalui langkah ini, YASUKMABAR kembali menegaskan komitmennya membangun pendidikan Katolik yang berkualitas, membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, cerdas, serta siap berkontribusi bagi Gereja, masyarakat, dan Indonesia.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img