Mau Bikin PT? Kenali SK Pengesahan, Syarat, dan Cara Mengurusnya

Must read

EDUCARE.CO.ID – Istilah SK Kemenkumham masih sangat populer di kalangan pelaku usaha. Dokumen ini biasanya merujuk pada keputusan pemerintah yang mengesahkan pendirian badan hukum, khususnya Perseroan Terbatas (PT).

Namun, nomenklatur kementeriannya kini berubah. Sejak restrukturisasi kementerian, layanan administrasi badan hukum berada di bawah Kementerian Hukum Republik Indonesia. Karena itu, istilah yang lebih tepat saat ini adalah SK Menteri Hukum tentang pengesahan badan hukum. Meski begitu, istilah SK Kemenkumham masih sering digunakan dalam percakapan bisnis sehari-hari.

Bagi calon pendiri PT, dokumen tersebut memiliki peran penting. UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyebutkan bahwa PT memperoleh status badan hukum pada tanggal diterbitkannya Keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum Perseroan.

Artinya, akta pendirian dari notaris dan pengesahan badan hukum merupakan dua tahapan yang saling berkaitan. Akta menjadi dasar pendirian, sedangkan keputusan Menteri memberikan status badan hukum kepada PT.

Apa Itu SK Kemenkumham?

Secara sederhana, SK Kemenkumham merupakan istilah yang masyarakat gunakan untuk menyebut Keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum.

Untuk PT, proses pengesahan dilakukan melalui layanan administrasi badan hukum yang dikelola Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU). Permohonan pendirian PT diajukan melalui notaris menggunakan Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH).

Dalam prosesnya, notaris mengajukan data perseroan dan dokumen pendukung melalui sistem. Setelah seluruh proses terpenuhi, notaris dapat memperoleh produk hukum berupa keputusan pengesahan pendirian Perseroan.

Jadi, istilah “SK Kemenkumham” sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai bukti bahwa pemerintah telah mengesahkan status badan hukum perusahaan.

Kenapa Akta Notaris Saja Belum Cukup?

Kesalahpahaman ini cukup sering terjadi pada pelaku usaha yang baru mendirikan perusahaan.

Akta pendirian memuat kesepakatan para pendiri serta anggaran dasar perusahaan. Namun, untuk PT, status badan hukum muncul setelah Menteri menerbitkan keputusan pengesahan. Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 7 UU Perseroan Terbatas.

Karena itu, pendiri perlu memastikan proses pengesahan berjalan setelah akta selesai.

Alurnya secara sederhana dapat digambarkan seperti ini:

Akta Pendirian → Pengajuan melalui SABH → Pengesahan Menteri → PT memperoleh status badan hukum

Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendirian PT.

Dasar Hukum SK Kemenkumham

Ketentuan mengenai pengesahan badan hukum PT tidak berdiri sendiri. Pemerintah mengaturnya melalui beberapa regulasi.

Salah satu dasar utamanya adalah UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang telah mengalami perubahan, termasuk melalui UU No. 6 Tahun 2023.

Untuk perseroan yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil, pemerintah juga memiliki PP No. 8 Tahun 2021. Aturan tersebut mengatur perseroan yang didirikan oleh dua orang atau lebih serta Perseroan Perorangan yang dapat didirikan oleh satu orang.

Sementara itu, prosedur administrasi pendirian, perubahan, dan pembubaran badan hukum PT saat ini mengacu pada Permenkum No. 49 Tahun 2025. Peraturan ini mulai berlaku pada 17 Desember 2025 dan mencabut Permenkumham No. 21 Tahun 2021.

Perubahan regulasi tersebut penting diperhatikan karena prosedur administrasi badan hukum dapat mengalami penyesuaian.

Fungsi SK Pengesahan Badan Hukum

SK pengesahan memiliki fungsi utama sebagai bukti bahwa pemerintah telah mengesahkan status badan hukum PT.

Dokumen ini juga menjadi bagian penting dalam berbagai kebutuhan administrasi perusahaan.

Beberapa manfaatnya antara lain:

  • Membuktikan status badan hukum PT.
  • Menjadi dokumen legalitas perusahaan.
  • Mendukung kebutuhan administrasi perbankan dan bisnis.
  • Menjadi bagian dari dokumen pendukung dalam berbagai proses perizinan.
  • Memudahkan perusahaan menunjukkan status hukumnya kepada pihak ketiga.

Dalam praktik bisnis, perusahaan juga dapat membutuhkan dokumen tersebut ketika menjalin kerja sama, mengikuti proses administrasi tertentu, atau memenuhi persyaratan dari mitra usaha.

Karena itu, perusahaan sebaiknya menyimpan SK pengesahan bersama dokumen legalitas penting lainnya.

Apa Saja Jenis Keputusan atau Dokumen AHU untuk PT?

Tidak semua produk hukum AHU memiliki fungsi yang sama. Jenis dokumen bergantung pada tindakan hukum yang dilakukan perusahaan.

SK Pengesahan Pendirian

Dokumen ini berkaitan dengan pendirian badan hukum PT.

Setelah proses pendirian melalui SABH terpenuhi, notaris dapat mencetak keputusan pengesahan pendirian PT. Ditjen AHU juga mencantumkan layanan pendirian atau pengesahan PT sebagai salah satu layanan perseroan.

SK Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar

Perusahaan dapat melakukan perubahan terhadap anggaran dasarnya. Untuk perubahan tertentu, perusahaan perlu mengajukan persetujuan melalui SABH.

Contohnya dapat mencakup perubahan nama atau ketentuan anggaran dasar lainnya sesuai regulasi.

Surat Penerimaan Pemberitahuan

Tidak semua perubahan menggunakan produk hukum berupa SK persetujuan.

Untuk perubahan tertentu, sistem menerbitkan Surat Penerimaan Pemberitahuan (SP). Ditjen AHU membedakan layanan persetujuan perubahan anggaran dasar dengan pemberitahuan perubahan anggaran dasar.

Karena itu, perusahaan perlu mengetahui jenis perubahan sebelum menentukan proses administrasinya.

Apa Saja Syarat Mengurus SK Pendirian PT?

Persyaratan dapat mengikuti jenis permohonan dan kondisi perusahaan. Untuk pendirian PT, Ditjen AHU mencantumkan beberapa persyaratan utama, antara lain:

  • Permohonan melalui notaris kepada Menteri.
  • Pengajuan melalui SABH.
  • Akta pendirian.
  • Pengisian data Pemilik Manfaat atau Beneficial Owner (BO) jika sudah dapat ditentukan.

Selain dokumen tersebut, proses pendirian juga membutuhkan data perusahaan dan pendiri sesuai formulir elektronik dalam sistem AHU.

Karena ketentuan administrasi dapat berubah, calon pendiri sebaiknya tidak menggunakan daftar persyaratan dari artikel atau dokumen lama sebagai satu-satunya acuan.

Cara Mengurus SK Kemenkumham untuk PT

Proses pengesahan badan hukum PT berlangsung melalui notaris dan SABH.

1. Siapkan Data dan Rencana Pendirian

Pendiri perlu menentukan data utama perusahaan, termasuk nama PT, kegiatan usaha, modal, alamat, serta susunan pemegang saham dan pengurus.

Data tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan akta pendirian.

2. Notaris Menyusun Akta Pendirian

Notaris menyusun akta pendirian berdasarkan kesepakatan para pendiri dan ketentuan hukum yang berlaku.

Akta tersebut memuat anggaran dasar serta informasi penting mengenai perusahaan.

3. Notaris Mengajukan Permohonan melalui SABH

Setelah akta siap, notaris mengajukan permohonan pendirian badan hukum melalui SABH.

Ditjen AHU menjelaskan bahwa proses tersebut mencakup pengajuan permohonan, pemesanan nama, pengisian data perseroan, pratinjau, serta pengunggahan akta pendirian.

4. Sistem Memproses Permohonan

Notaris melengkapi data dan dokumen sesuai ketentuan dalam sistem.

Permohonan juga mengikuti ketentuan administrasi yang berlaku pada saat pengajuan.

5. Keputusan Pengesahan Terbit

Setelah proses terpenuhi, produk hukum pengesahan pendirian PT dapat diterbitkan secara elektronik.

Notaris kemudian dapat mencetak atau mengunduh keputusan tersebut melalui sistem AHU.

Bagaimana dengan Biaya Pengurusan?

Biaya layanan badan hukum termasuk kategori Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Namun, pelaku usaha perlu memperhatikan regulasi terbaru. PP No. 30 Tahun 2026 tentang jenis dan tarif PNBP yang berlaku pada Kementerian Hukum mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 dan mencabut sebagian ketentuan tarif dalam PP No. 45 Tahun 2024.

Karena tarif dapat berubah, artikel ini tidak mencantumkan nominal biaya lama sebagai patokan. Calon pendiri sebaiknya memeriksa tarif yang berlaku saat mengajukan permohonan.

Apakah SK Kemenkumham Hanya untuk PT?

Istilah SK Kemenkumham sering muncul dalam pembahasan berbagai badan usaha. Namun, mekanisme hukumnya tidak sama untuk setiap bentuk usaha.

PT merupakan badan hukum. Begitu pula yayasan dan koperasi yang memiliki rezim hukum masing-masing.

Sementara itu, CV dan firma bukan badan hukum. Karena itu, keduanya tidak memperoleh pengesahan badan hukum dengan mekanisme yang sama seperti PT.

Perbedaan tersebut penting bagi calon pengusaha. Bentuk usaha menentukan jenis legalitas dan administrasi yang perlu dipenuhi.

Bagaimana dengan PT Perorangan?

PT Perorangan memiliki mekanisme tersendiri.

PP No. 8 Tahun 2021 mengatur Perseroan Perorangan yang didirikan oleh satu orang dan memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil.

Dalam implementasi aturan terbaru, layanan pendaftaran, perubahan, dan pembubaran Perseroan Perorangan juga beralih ke sistem layanan AHU daring. Produk hukum yang terbit kini menggunakan bentuk SK atau SP sesuai jenis layanannya.

Karena itu, calon pengusaha perlu membedakan prosedur PT biasa dengan Perseroan Perorangan sebelum memulai proses.

Jangan Menggunakan Informasi SK Kemenkumham yang Sudah Lama

Istilah “SK Kemenkumham” memang masih sering muncul di internet. Namun, regulasi dan sistem administrasi badan hukum terus berkembang.

Saat ini, Permenkum No. 49 Tahun 2025 sudah menggantikan Permenkumham No. 21 Tahun 2021. Regulasi tersebut berlaku sejak 17 Desember 2025.

Selain itu, perubahan struktur kementerian membuat istilah Kementerian Hukum lebih tepat digunakan untuk konteks administrasi badan hukum saat ini.

Karena itu, calon pendiri sebaiknya memeriksa sumber resmi AHU dan regulasi terbaru sebelum mengurus legalitas perusahaan.

Checklist Sebelum Mengurus SK Pendirian PT

Agar proses lebih terarah, calon pendiri dapat memeriksa beberapa hal berikut:

  • Tentukan bentuk badan usaha.
  • Pastikan nama PT sesuai ketentuan.
  • Tentukan kegiatan usaha dan data perusahaan.
  • Siapkan data pendiri, pemegang saham, serta pengurus.
  • Siapkan informasi Pemilik Manfaat jika sudah dapat ditentukan.
  • Konsultasikan penyusunan akta dengan notaris.
  • Pastikan pengajuan dilakukan melalui SABH.
  • Periksa kembali data sebelum permohonan dikirim.
  • Cek tarif PNBP yang berlaku saat pengajuan.
  • Simpan SK atau SP yang terbit sebagai dokumen perusahaan.

SK Kemenkumham Bukan Sekadar Formalitas

Banyak calon pengusaha mengenal dokumen ini sebagai “SK Kemenkumham”. Padahal, istilah tersebut kini lebih banyak berfungsi sebagai sebutan populer untuk keputusan pengesahan badan hukum.

Bagi PT, keputusan Menteri memiliki peran penting karena UU Perseroan Terbatas mengaitkan status badan hukum dengan diterbitkannya keputusan pengesahan.

Prosesnya juga tidak berhenti pada pembuatan akta. Notaris perlu mengajukan permohonan melalui SABH dan melengkapi data serta dokumen sesuai ketentuan.

Perubahan regulasi membuat calon pendiri perlu lebih teliti. Permenkum No. 49 Tahun 2025 kini menjadi salah satu acuan utama untuk administrasi pendirian, perubahan, dan pembubaran PT.

Jadi, sebelum mendirikan perusahaan, pastikan Anda memahami bentuk usaha, dokumen, prosedur, dan aturan yang berlaku.

Butuh Bantuan Mengurus Legalitas Perusahaan?

Mengurus pendirian PT bukan hanya soal membuat akta. Anda juga perlu memastikan data, dokumen, dan proses administrasi berjalan sesuai ketentuan terbaru.

Colegality.id membantu pelaku usaha menyiapkan kebutuhan legalitas bisnis, mulai dari pendirian badan usaha hingga kebutuhan administrasi perusahaan.

Jika Anda masih bingung menentukan bentuk usaha, menyiapkan dokumen pendirian, atau mengikuti prosedur administrasi AHU, konsultasikan kebutuhan legalitas bisnis Anda bersama Colegality.id.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article