EDUCARE.CO.ID – Prosesi wisuda di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tahun 2026 menghadirkan momen berbeda. Wisudawati Program Studi Ilmu Falak, Qoriatunnisa, mempersembahkan karya inovatif berupa Smart Qibla Finder Robot berbasis Arduino Uno R3 kepada kampusnya.
Berdasarkan sumber Kemenag, Qoriatunnisa mengembangkan inovasi tersebut melalui penelitian skripsi berjudul “Rancang Bangun Arduino Uno R3 Based Smart Qibla Finder Robot”. Ia menyerahkan robot pencari kiblat itu langsung kepada Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Aan Jaelani, dalam rangkaian wisuda sarjana, magister, dan doktor ke-5.
Wisuda Jadi Momen Persembahan Karya
Pada momen wisuda tersebut, Qoriatunnisa tidak hanya membawa pulang ijazah. Ia juga mempersembahkan hasil penelitiannya sebagai kontribusi nyata bagi almamater.
Mahasiswi kelahiran Cirebon tahun 2004 itu berasal dari Desa Jatipura, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Selama menempuh studi Ilmu Falak, ia memilih mengembangkan teknologi yang mendukung penentuan arah kiblat.
“Smart Qibla Finder Robot membuktikan bahwa Ilmu Falak dapat berkembang melalui pendekatan teknologi digital,” ujar Qoriatunnisa di Cirebon, Kamis (13/8/2026).
Selain itu, ia menilai mahasiswa perguruan tinggi Islam memiliki ruang yang luas untuk mengintegrasikan ilmu keislaman, sains, dan teknologi dalam karya yang bermanfaat.
Robot Pencari Kiblat Berbasis Arduino
Qoriatunnisa merancang robot tersebut menggunakan Arduino Uno R3 sebagai pusat kendali sistem. Perangkat ini membantu pengguna menentukan arah kiblat secara lebih praktis dan akurat.
Ia menegaskan bahwa karya tersebut tidak berhenti sebagai tugas akhir akademik. Sebaliknya, ia ingin meninggalkan warisan kecil bagi kampus tempat dirinya belajar dan berkembang.
Rektor: Bukti Pendidikan Islam dan Teknologi Bisa Berjalan Bersama
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Aan Jaelani, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi tersebut. Menurutnya, karya mahasiswa seperti Smart Qibla Finder Robot menunjukkan bahwa pendidikan tinggi Islam dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi modern.
“Karya mahasiswa seperti ini menunjukkan bahwa ilmu di bangku kuliah dapat diterjemahkan menjadi produk yang bermanfaat,” kata Aan Jaelani.
Selanjutnya, ia berharap mahasiswa UIN Siber terus berani menghasilkan karya kreatif dan inovatif yang memberi dampak bagi masyarakat.
Fakultas Syariah Dorong Inovasi Ilmu Falak
Dekan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Edy Setyawan, menilai keberhasilan Qoriatunnisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi fakultas.
Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori. Mahasiswa juga mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Edy menegaskan bahwa Ilmu Falak memiliki masa depan yang luas ketika dikembangkan secara kreatif dan terbuka terhadap kemajuan teknologi.
Semangat Cyber Islamic University
Kehadiran Smart Qibla Finder Robot juga mencerminkan semangat transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University.
Kampus ingin menunjukkan bahwa teknologi tidak perlu dipisahkan dari ilmu-ilmu keislaman. Justru, keduanya dapat dipadukan untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat.
Karena itu, UIN Siber terus mendorong pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, teknologi yang humanis, dan inovasi yang memberi manfaat nyata.
Inspirasi bagi Mahasiswa Daerah
Kisah Qoriatunnisa menjadi inspirasi bahwa mahasiswa dari daerah pun mampu menghasilkan karya membanggakan ketika memperoleh ruang untuk belajar, bereksperimen, dan berinovasi.
Melalui robot pencari kiblat berbasis Arduino ini, ia membuktikan bahwa kreativitas, ilmu pengetahuan, dan teknologi dapat bertemu dalam satu karya yang lahir dari kampus Islam Indonesia.
Pada akhirnya, perjalanan Qoriatunnisa menunjukkan bahwa inovasi besar dapat tumbuh dari ruang kelas kampus dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.



