UNDIP Kembangkan Dipo-SpiruTech, Pakan Spirulina untuk Tingkatkan Ketahanan Budidaya Udang Nasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menghadirkan inovasi di bidang akuakultur. Kali ini, tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengembangkan Dipo-SpiruTech, pakan fungsional berbasis Spirulina platensis untuk budidaya udang vaname.

Berdasarkan sumber rilis Universitas Diponegoro (UNDIP), inovasi tersebut menjadi bagian dari program hilirisasi riset sepanjang 2026. Tim peneliti menargetkan peningkatan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dari level 6 menuju level 7 melalui pengujian di tambak budidaya intensif.

Jawab Tantangan Budidaya Udang

Budidaya udang menghadapi tantangan yang semakin besar. Perubahan iklim memicu perubahan suhu, salinitas, dan kualitas air.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit seperti Vibrio spp., Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND), dan Infectious Myonecrosis Virus (IMNV).

Akibatnya, angka kematian udang masih cukup tinggi. Produktivitas tambak pun ikut menurun.

Selain itu, industri pakan nasional masih bergantung pada bahan baku impor. Kondisi tersebut membuat biaya produksi semakin tinggi.

Tim peneliti UNDIP kemudian mengembangkan Dipo-SpiruTech sebagai solusi berbasis sumber daya hayati lokal.

Manfaatkan Spirulina sebagai Bahan Utama

Dipo-SpiruTech menggunakan biomassa Spirulina platensis dan tepung fikosianin sebagai bahan utama.

Teknologi tersebut lahir dari penelitian berkelanjutan yang menghasilkan inovasi kultur mikroalga serta teknologi pencucian sel berpaten.

Melalui inovasi ini, tim ingin menghadirkan pakan yang lebih efisien sekaligus memperkuat daya tahan udang.

Penelitian Berlangsung di Laboratorium dan Tambak

Dr. Diana Chilmawati, S.Pi., M.Si. memimpin penelitian bersama tim multidisiplin dari FPIK UNDIP.

Tim melakukan penelitian di Laboratorium Pakan Alami FPIK UNDIP dan tambak budidaya intensif milik PT Ghana Utamadi Dhuniara.

Peneliti memproduksi biomassa spirulina berkualitas tinggi sebelum menyusun formulasi pakan.

Setelah itu, mereka menguji formulasi tersebut di laboratorium dan tambak budidaya.

Pantau Pertumbuhan dan Kesehatan Udang

Tim mengevaluasi pertumbuhan udang melalui bobot, panjang tubuh, Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), dan Survival Rate (SR).

Mereka juga mengukur sistem imun menggunakan Total Hemocyte Count (THC), Differential Hemocyte Count (DHC), serta aktivitas phenoloxidase.

Selain itu, tim memantau kualitas air. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, amonia, nitrit, dan alkalinitas.

Seluruh data tersebut membantu peneliti menilai efektivitas Dipo-SpiruTech secara ilmiah.

Siap Masuk Tahap Hilirisasi

Ketua tim peneliti, Dr. Diana Chilmawati, mengatakan Dipo-SpiruTech bukan sekadar produk pakan.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi platform berbasis sumber daya lokal yang mampu meningkatkan imunitas udang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Ia berharap proses validasi di tambak dapat mempercepat komersialisasi teknologi tersebut.

Dengan begitu, pembudidaya dapat segera memanfaatkan hasil riset tersebut.

Dukung Budidaya Berkelanjutan

Anggota tim peneliti, Pranata Candra Perdana Putra, menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan utama sektor akuakultur.

Karena itu, tim mengembangkan teknologi yang menggabungkan nutrisi, kesehatan udang, efisiensi produksi, dan keberlanjutan lingkungan.

Pendekatan tersebut membuat teknologi lebih siap diterapkan oleh industri budidaya.

Berpotensi Tingkatkan Produksi Tambak

Tim memperkirakan penggunaan Dipo-SpiruTech mampu menekan angka kematian udang hingga sekitar 20 persen.

Teknologi tersebut juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan udang dan efisiensi produksi.

Selain itu, inovasi ini membuka peluang penggunaan bahan baku lokal sebagai pengganti komponen impor.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri akuakultur nasional.

Sejalan dengan Program Pemerintah

UNDIP menyatakan inovasi ini mendukung program hilirisasi riset dan pengembangan ekonomi biru.

Pengembangan Dipo-SpiruTech juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Program tersebut mendukung SDG 2 (Zero Hunger), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 14 (Life Below Water).

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat, UNDIP berharap Dipo-SpiruTech mampu memperkuat budidaya udang nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img