EDUCARE.CO.ID – Proses perizinan usaha melalui Online Single Submission (OSS) tidak selalu berjalan mulus. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari hal yang terlihat sederhana, tetapi berdampak besar: kode KBLI tidak sesuai dengan kegiatan usaha.
Kondisi tersebut dapat muncul ketika kegiatan bisnis berkembang, kode lama mengalami perubahan, atau data usaha di OSS belum mencerminkan aktivitas perusahaan yang sebenarnya.
Masalah ini semakin penting sejak pemerintah menerbitkan Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Pelaku usaha perlu memahami penyesuaian dari KBLI 2020 ke KBLI 2025 agar data kegiatan usaha tetap relevan dan proses perizinan tidak ikut tersendat.
Apa Itu KBLI dan Kenapa Penting?
KBLI merupakan sistem klasifikasi untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi yang dilakukan pelaku usaha.
Dalam praktiknya, perusahaan menggunakan KBLI untuk menggambarkan bidang usaha yang mereka jalankan.
Data tersebut juga berhubungan dengan proses perizinan melalui OSS.
Karena itu, perusahaan tidak boleh memilih KBLI hanya berdasarkan nama usaha, merek, atau istilah yang terdengar paling dekat dengan bisnis.
Perusahaan perlu melihat kegiatan ekonomi yang benar-benar mereka jalankan.
KBLI 2025 Menggantikan Referensi Lama
BPS menerbitkan KBLI 2025 melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025.
Perubahan tersebut membuat pelaku usaha perlu memperhatikan kode kegiatan usaha yang tercatat dalam sistem.
OSS juga menyediakan mekanisme konversi dari KBLI 2020 ke KBLI 2025.
Pelaku usaha perlu mengikuti mekanisme tersebut ketika melakukan proses seperti:
- pengajuan perizinan baru;
- perubahan data usaha;
- perluasan kegiatan usaha;
- pemutakhiran data;
- perpanjangan perizinan; dan
- pengajuan PB UMKU.
Artinya, perusahaan sebaiknya tidak langsung mempertahankan kode KBLI lama tanpa mengecek hasil konversinya.
Kapan Perusahaan Perlu Menyesuaikan KBLI?
Tidak semua perusahaan harus mengubah kegiatan usahanya. Namun, beberapa kondisi perlu mendapat perhatian.
1. Kegiatan Usaha Sudah Berkembang
Perusahaan bisa saja memulai bisnis sebagai pedagang barang.
Beberapa tahun kemudian, perusahaan mulai memproduksi barang sendiri.
Perubahan tersebut dapat mengarah pada klasifikasi kegiatan usaha yang berbeda.
Jika data perusahaan masih mencatat kegiatan lama, KBLI tersebut bisa tidak lagi menggambarkan aktivitas bisnis saat ini.
2. Kode Lama Mengalami Perubahan
KBLI 2025 tidak selalu mempertahankan bentuk kode dari KBLI 2020.
Beberapa kegiatan usaha dapat mengalami perubahan klasifikasi.
Karena itu, perusahaan perlu memeriksa hasil konversi yang tersedia dalam sistem OSS.
Jangan hanya menyalin kode lama ke data usaha yang baru.
3. Uraian KBLI Tidak Sesuai dengan Bisnis
Nama perusahaan tidak otomatis menentukan KBLI.
Begitu juga dengan nama merek.
Misalnya, sebuah perusahaan menggunakan nama “XYZ Digital”. Nama tersebut tidak berarti perusahaan harus memilih KBLI yang berkaitan dengan teknologi atau digital.
Jika kegiatan utamanya justru perdagangan barang, perusahaan perlu memilih klasifikasi berdasarkan aktivitas perdagangan tersebut.
KBLI mengikuti kegiatan usaha, bukan sekadar nama perusahaan.
Salah Pilih KBLI Bisa Menghambat Perizinan
Pemilihan KBLI tidak berhenti pada pencantuman kode di OSS.
Kode tersebut dapat berkaitan dengan tingkat risiko dan persyaratan perizinan yang harus perusahaan penuhi.
Karena itu, perusahaan perlu memeriksa kembali perizinan yang muncul setelah memilih atau menyesuaikan KBLI.
Jangan sampai perusahaan memilih kode yang terlihat mirip, tetapi kemudian mendapatkan persyaratan perizinan yang tidak sesuai dengan kegiatan sebenarnya.
Kondisi tersebut dapat membuat proses legalitas menjadi lebih panjang.
Cara Menyesuaikan KBLI 2025 dengan Benar
Perusahaan dapat melakukan beberapa langkah sebelum mengubah atau menambahkan KBLI.
Identifikasi Kegiatan Bisnis
Mulai dari aktivitas yang benar-benar perusahaan jalankan.
Apakah perusahaan memproduksi barang? Menjual barang? Menjadi distributor? Memberikan jasa?
Jika perusahaan menjalankan beberapa kegiatan sekaligus, catat seluruh aktivitas tersebut.
Langkah ini menjadi dasar untuk mencari klasifikasi yang tepat.
Baca Uraian KBLI Secara Lengkap
Jangan hanya melihat judul atau nama kode.
Periksa uraian kegiatan yang masuk dalam klasifikasi tersebut.
Beberapa kode juga memiliki penjelasan mengenai kegiatan yang termasuk dan tidak termasuk.
Informasi tersebut dapat membantu perusahaan menghindari salah pilih KBLI.
Cek Perizinan di OSS
Setelah menemukan KBLI yang sesuai, perusahaan perlu mengecek kembali perizinan yang mengikuti kegiatan tersebut.
Perhatikan tingkat risiko dan persyaratan yang muncul di OSS.
Langkah ini penting agar perusahaan memahami konsekuensi administratif dari KBLI yang dipilih.
Cocokkan dengan Akta Perusahaan
Untuk PT dan badan usaha lainnya, perusahaan juga perlu mengecek konsistensi antara KBLI, OSS, dan dokumen perusahaan.
Jangan sampai kegiatan usaha dalam akta berbeda jauh dengan kegiatan yang tercatat dalam OSS.
Jika perusahaan memang mengubah kegiatan usaha, cek juga kebutuhan perubahan dokumen perusahaan.
Jangan Asal Menambah KBLI
Menambah banyak KBLI bukan berarti perusahaan otomatis memiliki legalitas untuk menjalankan semua kegiatan tersebut.
Setiap kegiatan usaha tetap memiliki persyaratan masing-masing.
Perusahaan perlu memastikan kegiatan yang mereka pilih benar-benar relevan dengan operasional bisnis.
Dengan begitu, data usaha tidak hanya terlihat lengkap. Data tersebut juga mencerminkan kegiatan perusahaan secara nyata.
Cek KBLI Sebelum Mengurus Perizinan
Penyesuaian KBLI 2025 menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi data legalitas perusahaan.
Perusahaan perlu memastikan tiga hal tetap selaras:
kegiatan usaha → dokumen perusahaan → data OSS.
Jika ketiganya tidak sinkron, proses perizinan dapat menghadapi kendala.
Karena itu, jangan menunggu sampai pengajuan izin tertahan untuk mengecek KBLI.
Lakukan pengecekan sejak awal agar perusahaan dapat mengetahui kebutuhan perubahan, penambahan, atau konversi KBLI dengan lebih tepat.
Masih ragu apakah KBLI perusahaan sudah sesuai dengan kegiatan usaha?
Colegality.id siap membantu melakukan identifikasi kegiatan usaha, pengecekan kesesuaian KBLI 2025, review konsistensi KBLI dengan Akta dan OSS, hingga pendampingan perubahan atau penambahan KBLI.
Jangan biarkan salah memilih KBLI membuat proses perizinan usaha ikut terhambat.

