EDUCARE.CO.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) memperluas kerja sama riset internasional dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) melalui pengembangan teknologi energi berkelanjutan berbasis gas metana dan minyak hasil pirolisis sampah plastik (Pyrolysis Plastics Oil/PPO). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya UNDIP memperkuat jejaring penelitian global dan meningkatkan kontribusi ilmiah di bidang energi serta lingkungan.
Berdasarkan sumber UNDIP, kerja sama tersebut berkembang dalam kunjungan Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. ke UPM, Selangor, Malaysia, pada 13–17 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program World Class University (WCU) dengan skema International Collaboration with Top 500 QS WUR Universities: Research Matchmaking and Collaboration between UPM and UNDIP.
Program tersebut mempertemukan peneliti kedua universitas untuk membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Fokus pada Energi dan Lingkungan Berkelanjutan
Selama berada di UPM, Prof. Didi berdiskusi dengan peneliti di Putra Catalysis Science and Technology Research Centre (PutraCAT) yang dipimpin Datuk Prof. Dr. Taufiq Yap Yun Hin. Pusat riset tersebut memiliki kepakaran pada bidang katalisis, energi berkelanjutan, biomassa, dan bahan bakar ramah lingkungan.
Selain itu, Prof. Didi juga bertemu Dekan Fakulti Sains UPM, Prof. Dr. Nor Azwady Abd. Aziz, untuk membahas perluasan kerja sama akademik dan penelitian antara UNDIP dan UPM.
Riset Bersama Pemanfaatan Gas Metana
Salah satu hasil utama pertemuan tersebut adalah rencana penelitian bersama mengenai pemanfaatan gas metana. Peneliti kedua universitas akan mengembangkan teknologi yang mampu meningkatkan nilai guna metana sebagai sumber energi dan bahan baku industri.
Riset ini penting karena metana memiliki potensi energi tinggi, tetapi juga termasuk gas rumah kaca yang perlu dikelola dengan tepat. Karena itu, teknologi yang dikembangkan diharapkan mendukung sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Siapkan Publikasi Internasional dan Pertukaran Akademik
Selain penelitian bersama, UNDIP dan UPM menyiapkan penulisan artikel ilmiah kolaboratif untuk dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi. Publikasi bersama tersebut diharapkan memperkuat produktivitas akademik dan meningkatkan visibilitas hasil riset kedua institusi.
Kedua universitas juga akan mengembangkan program pertukaran dosen dan mahasiswa, summer course, serta pengabdian kepada masyarakat di Indonesia dan Malaysia. Melalui program mobilitas ini, dosen, peneliti, dan mahasiswa dapat bertukar pengetahuan, pengalaman, dan budaya akademik.
Kembangkan Minyak Energi dari Sampah Plastik
Agenda strategis lain dalam kerja sama ini adalah penguatan riset Pyrolysis Plastics Oil (PPO) bersama King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM). Peneliti dari tiga perguruan tinggi tersebut akan mengembangkan teknologi konversi sampah plastik menjadi produk energi bernilai guna.
Melalui pengembangan PPO, mereka ingin mengurangi timbunan sampah plastik sekaligus menghadirkan alternatif energi berbasis limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular dan teknologi berkelanjutan.
Dukung Target World Class University UNDIP
UPM merupakan salah satu universitas riset publik terkemuka di Malaysia dan berada pada peringkat 134 QS World University Rankings 2026. Karena itu, kerja sama dengan UPM menjadi langkah strategis bagi UNDIP untuk meningkatkan kualitas riset, publikasi internasional, mobilitas akademik, dan reputasi institusi menuju peringkat 500 besar dunia.
Namun, UNDIP menegaskan bahwa tujuan utama program WCU tidak berhenti pada peningkatan peringkat. Kampus ingin memastikan kolaborasi internasional menghasilkan penelitian, publikasi, dan inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Sejalan dengan Target SDGs
Pengembangan teknologi gas metana dan PPO mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau,
- SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur,
- SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab,
- SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim,
- SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui penguatan jejaring internasional ini, UNDIP menegaskan komitmennya agar ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi berkembang menjadi inovasi yang mampu menjawab tantangan energi dan lingkungan di Indonesia maupun dunia.



