EDUCARE.CO.ID – Makanan penutup berwarna ungu semakin populer di media sosial. Karena tren tersebut, banyak orang mulai mencari tahu perbedaan ube dan ubi ungu. Meski tampilannya mirip, keduanya bukan jenis umbi yang sama.
Banyak orang menganggap ube hanya nama lain dari ubi ungu. Padahal, kedua bahan ini berasal dari tanaman berbeda dan memiliki karakteristik yang tidak sama.
Asal Tanaman Menjadi Pembeda Utama
Perbedaan paling mendasar terletak pada jenis tanamannya. Ube memiliki nama ilmiah Dioscorea alata dan termasuk kelompok yam dari genus Dioscorea. Tanaman ini tumbuh di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Di Filipina, masyarakat telah lama menggunakan ube dalam berbagai hidangan tradisional.
Sebaliknya, ubi ungu merupakan varietas ubi jalar dengan nama ilmiah Ipomoea batatas. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan sebelum menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kulit dan Daging Umbi Tampak Berbeda
Selain asal tanaman, tampilan fisiknya juga berbeda. Ube memiliki kulit cokelat yang tebal, kasar, dan keras. Bentuknya cenderung lonjong dengan ukuran cukup besar.
Sementara itu, ubi ungu memiliki kulit yang lebih tipis dan halus dengan warna cokelat muda. Bentuknya menyerupai ubi jalar pada umumnya.
Pada bagian dalam, ube biasanya berwarna ungu muda hingga ungu cerah. Sebaliknya, ubi ungu memiliki warna lebih pekat dan sering berubah menjadi ungu gelap setelah dimasak.
Rasa dan Aroma Tidak Sama
Ube menawarkan rasa manis yang lembut dan aroma khas yang mengingatkan pada vanila. Karena itu, banyak pembuat dessert memilih ube untuk es krim, kue, dan aneka hidangan penutup.
Sebaliknya, ubi ungu memiliki rasa manis yang lebih sederhana dengan aroma khas ubi jalar. Karakter rasanya tidak sekuat ube.
Tekstur Saat Diolah Berbeda
Tekstur kedua umbi ini juga tidak sama. Ube terasa lebih padat, lembap, dan halus ketika diolah menjadi pasta atau isian makanan. Biasanya, pembuat makanan memarut ube terlebih dahulu agar seratnya lebih lembut.
Di sisi lain, ubi ungu terasa lebih ringan dan sedikit berair setelah direbus atau dikukus. Banyak orang menghaluskannya seperti membuat mashed potato.
Karena perbedaan tekstur tersebut, ube dan ubi ungu tidak selalu bisa saling menggantikan dalam resep makanan.
Penggunaan dalam Makanan
Ube sangat populer dalam kuliner Filipina. Salah satu olahan terkenalnya adalah ube halaya, yaitu selai manis berbahan dasar ube. Selain itu, masyarakat juga menggunakannya untuk es krim, roti, mochi, brownies, pancake, dan halo-halo.
Sementara itu, masyarakat Indonesia lebih sering mengolah ubi ungu menjadi kolak, ubi kukus, keripik, bolu, donat, kue tradisional, dan berbagai jajanan pasar.
Kandungan Gizi Keduanya Sama-Sama Baik
Ube dan ubi ungu sama-sama mengandung antosianin, pigmen alami yang memberi warna ungu sekaligus berperan sebagai antioksidan. Senyawa ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta mendukung kesehatan jantung dan otak.
Keduanya juga menyediakan karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Beberapa penelitian menunjukkan ube memiliki kandungan kalium dan serat sedikit lebih tinggi. Sebaliknya, ubi ungu mengandung gula alami sedikit lebih banyak.
Meski demikian, keduanya tetap menjadi sumber karbohidrat bernutrisi jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.
Ube dan Ubi Ungu Tidak Bisa Disamakan
Kesimpulannya, ube dan ubi ungu merupakan dua jenis umbi yang berbeda. Ube berasal dari kelompok yam Asia Tenggara dan Oseania, sedangkan ubi ungu berasal dari kelompok ubi jalar Amerika.
Perbedaan keduanya tampak pada asal tanaman, bentuk kulit, warna daging, rasa, tekstur, dan cara penggunaannya dalam makanan. Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat dapat lebih mudah memilih bahan yang tepat saat menemukan menu berbahan dasar umbi berwarna ungu.
Penulis: Andini Namira Saskirana


