EDUCARE.CO.ID – Setelah menunggu selama lebih dari tiga dekade, SMP Negeri 9 Pangkalpinang akhirnya mendapatkan revitalisasi menyeluruh melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini menghadirkan ruang belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Revitalisasi tersebut menjadi kabar gembira bagi seluruh warga sekolah. Salah satunya dirasakan Naswa Amanda, siswi SMP Negeri 9 Pangkalpinang. Ia mengaku kondisi sekolah kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Menurut Naswa, bangunan sekolah yang berdiri sejak 1990 sudah lama membutuhkan perbaikan. Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan. Bahkan, plafon di salah satu ruangan pernah roboh sehingga mengganggu proses belajar. Selain itu, fasilitas toilet juga banyak mengalami kerusakan.
Kini, suasana belajar berubah secara signifikan. Ruang kelas terlihat lebih bersih, aman, dan nyaman. Karena itu, Naswa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas program revitalisasi tersebut.
“Sebagai perwakilan murid, saya mengucapkan terima kasih atas program revitalisasi sekolah kami. Sekarang sekolah menjadi jauh lebih baik, aman, bersih, dan proses belajar terasa lebih menyenangkan,” ujarnya.

Revitalisasi Tingkatkan Semangat Belajar
Selain menikmati fasilitas baru, Naswa juga menerima manfaat dari Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sehingga ia bisa belajar dengan lebih tenang.
Menurutnya, PIP mengurangi beban biaya pendidikan yang selama ini dirasakan keluarganya. Karena itu, ia semakin bersemangat mengejar cita-cita menjadi anggota Polwan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus menyerahkan pelaksanaan Program Revitalisasi Tahun 2026 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.
Revitalisasi Jangkau Ratusan Sekolah
Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran sebesar Rp99,3 miliar pada 2025 untuk merevitalisasi 101 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara itu, pemerintah menyiapkan anggaran sementara sebesar Rp44 miliar pada 2026 untuk merevitalisasi 49 satuan pendidikan. Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses verifikasi calon penerima bantuan masih berlangsung.
Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak.
“Ini merupakan bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.
Digitalisasi Pembelajaran Ikut Diperkuat
Selain memperbaiki infrastruktur sekolah, Kemendikdasmen juga memperkuat pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.
Sepanjang 2025, kementerian menyalurkan 288.865 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai sekolah di Indonesia. Pemerintah juga memberikan pelatihan kepada guru agar mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.
Bagi sekolah yang belum memiliki akses internet, pemerintah menyediakan layanan Starlink agar proses pembelajaran digital dapat berjalan tanpa hambatan.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan penggunaan perangkat digital mampu meningkatkan motivasi belajar murid sekaligus membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran akan berdampak langsung pada mutu pendidikan nasional.




