SMPN 3 Sidoarjo Kumpulkan HP Murid di Loker, Bangun Sekolah Aman dan Nyaman di Era Digital

Must read

EDUCARE.CO.ID – SMP Negeri 3 Sidoarjo menerapkan kebijakan penyimpanan gawai murid selama jam pelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan fokus. Sekolah ini menjadi salah satu satuan pendidikan yang aktif menjalankan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.

Berdasarkan sumber rilis Kemendikdasmen Nomor 641/sipers/A6/VII/2026, sekolah menerapkan kebijakan tersebut melalui program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) agar murid memanfaatkan gawai secara sehat dan bertanggung jawab.

Kepala Sekolah Tekankan Penggunaan Gawai yang Proporsional

Pelaksana tugas Kepala SMPN 3 Sidoarjo, Heri Kristanto, menilai pembatasan gawai sebagai langkah penting di tengah kuatnya pengaruh media sosial terhadap kehidupan remaja.

“Keberadaan gawai memang penting dan tidak bisa dihindari karena murid hidup di era digital. Namun, guru harus mengarahkan penggunaannya secara bijak dan proporsional sesuai kebutuhan pembelajaran di kelas,” ujar Heri.

Menurutnya, sekolah tidak menolak teknologi. Sebaliknya, sekolah ingin memastikan murid menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar.

Orang Tua dan Guru Mendukung Kebijakan Sekolah

Guru-guru SMPN 3 Sidoarjo menyambut baik penguatan aturan tersebut. Salah satu wali kelas, Vivi, mengatakan banyak orang tua merasa terbantu karena mereka kesulitan mengawasi penggunaan gawai anak saat berada di rumah.

Wakil Kepala Bidang Humas, Dyah, juga menegaskan bahwa murid harus menggunakan gawai secara bertanggung jawab.

“Kami terus mengingatkan murid agar menggunakan gawai untuk pembelajaran. Karena itu, mereka sebaiknya tidak bermain gim atau membuka TikTok yang tidak relevan selama berada di sekolah,” jelas Dyah.

Gawai Masuk Loker Sejak Pukul 07.00 WIB

SMPN 3 Sidoarjo kini menyediakan loker khusus di setiap kelas untuk menyimpan gawai murid. Saat pelajaran dimulai pukul 07.00 WIB, murid menyerahkan gawai ke loker, lalu wali kelas mengunci loker tersebut dan menyimpan kuncinya.

Sekolah hanya mengizinkan murid mengambil gawai saat pulang sekolah atau ketika guru meminta penggunaan gawai untuk kegiatan belajar tertentu, seperti literasi digital atau praktik laboratorium elektronik.

Sekolah Rutin Lakukan Monitoring

Selain menyimpan gawai, sekolah juga rutin melakukan monitoring dan inspeksi mendadak. Melalui langkah tersebut, sekolah berupaya mencegah perundungan siber, judi daring, serta paparan konten kekerasan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar murid.

Murid Mengaku Lebih Fokus Belajar

Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari murid. Cahya, siswa kelas 9I, mengaku lebih mudah berkonsentrasi ketika guru menjelaskan materi.

“Menurut saya aturan ini sangat membantu. Ketika guru menjelaskan materi, kami bisa lebih fokus karena kami sudah menyimpan handphone di loker. Selain itu, saya juga tidak terlalu tergoda bermain gim,” kata Cahya.

Sementara itu, Nadine, siswi kelas 9C yang aktif mengelola media sosial OSIS, juga mendukung aturan penyimpanan gawai selama jam pelajaran.

“Saya pribadi senang dengan aturan ini karena saya bisa lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi saat belajar,” ujar Nadine.

Bangun Budaya Digital yang Sehat

Melalui kerja sama antara sekolah, dinas pendidikan, dan orang tua, SMPN 3 Sidoarjo ingin membangun budaya digital yang sehat dan aman bagi murid. Sekolah menegaskan bahwa pembatasan gawai bukan berarti menghambat teknologi, melainkan mengarahkan murid agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article