Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Guru Harus Mencintai Murid dan Terus Belajar Sepanjang Hayat

Must read

EDUCARE.CO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak para guru menjalankan profesinya dengan penuh sukacita serta menumbuhkan rasa cinta kepada murid sebagai dasar utama pendidikan. Selain itu, ia menegaskan bahwa guru perlu terus belajar sepanjang hayat agar mampu mendampingi perkembangan peserta didik secara lebih bermakna.

Berdasarkan sumber rilis Kemendikdasmen Nomor 644/sipers/A6/VII/2026, Abdul Mu’ti menyampaikan ajakan tersebut saat membuka kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Sabtu (25/7/2026). Ratusan guru dari Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Waru mengikuti kegiatan tersebut.

Guru Harus Menikmati Profesi dan Memuliakan Murid

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang terbuka terhadap aspirasi guru di lapangan. Karena itu, ia meminta para pendidik menikmati profesinya dan memuliakan ilmu serta murid melalui pembelajaran yang mendalam.

Ia mengingatkan bahwa setiap murid yang datang ke sekolah merupakan amanah yang perlu diterima dengan tulus. Guru tidak cukup hanya mengajar. Mereka juga perlu mendampingi tumbuh kembang murid dengan kasih sayang agar proses pendidikan benar-benar bermakna.

Engaged Learning Dorong Guru Lebih Aktif

Selanjutnya, Mendikdasmen memperkenalkan konsep Engaged Learning. Konsep ini mendorong guru ikut terlibat aktif dalam proses belajar bersama murid.

“Menjadi guru sejatinya juga menjadi murid. Ketika mengajar, jangan hanya menjadi fasilitator, tetapi jadilah pembelajar yang ikut mempelajari sesuatu bersama murid,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menilai keterlibatan aktif guru akan membuat pembelajaran lebih hidup sekaligus memperkuat hubungan antara guru dan peserta didik.

Pemerintah Siapkan Beasiswa RPL untuk 150 Ribu Guru

Selain membahas pembelajaran, Abdul Mu’ti menjelaskan kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan. Salah satunya ialah program beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang belum menuntaskan pendidikan S-1 atau D-IV.

Pemerintah menargetkan sekitar 150 ribu guru mengikuti program tersebut. Program RPL memberi kesempatan kepada guru memanfaatkan pengalaman mengajar sebagai kredit akademik sehingga mereka dapat menuntaskan studi dalam waktu maksimal 1,5 tahun.

Peningkatan Tunjangan Harus Diikuti Penguatan Kompetensi

Di sisi lain, pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru melalui penyesuaian tunjangan. Namun, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru.

Selain itu, Kemendikdasmen kini mengakui partisipasi guru dalam pelatihan PKB sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja 24 jam mengajar.

Pengawas Sekolah Kembali Fokus pada Mutu Pendidikan

Dalam sesi tanya jawab, Abdul Mu’ti menanggapi pertanyaan mengenai beban kerja pengawas sekolah. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mengembalikan fungsi pengawas melalui regulasi terbaru.

Pemerintah juga menyiapkan pengangkatan pengawas baru melalui jalur Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan langkah tersebut, pengawas dapat lebih fokus memperkuat supervisi akademik dan peningkatan mutu pendidikan.

Linearitas Ijazah Kini Lebih Fleksibel

Mendikdasmen juga menjelaskan perubahan kebijakan linearitas ijazah yang selama ini memengaruhi tunjangan profesi guru. Kemendikdasmen kini menggunakan pendekatan rumpun mata pelajaran sehingga guru memiliki ruang mengajar lebih dari satu mata pelajaran sesuai kompetensi.

“Sekarang linearitas kita longgarkan. Kita menggunakan pendekatan rumpun mata pelajaran dan memberi ruang bagi guru mengajar lebih dari satu mata pelajaran,” jelasnya.

Selain itu, sekolah dapat menghitung tugas tambahan seperti wali kelas, pengurus organisasi profesi, dan peserta pelatihan kompetensi sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja guru.

Pendidikan Bermutu Berawal dari Guru yang Terus Belajar

Menjelang akhir kegiatan, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kualitas guru menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, guru perlu terus belajar, mencintai murid, dan membangun pembelajaran yang manusiawi agar sekolah menjadi tempat tumbuhnya generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.

Menurutnya, guru yang mencintai murid dan terus mengembangkan diri akan menjadi kunci lahirnya generasi Indonesia yang unggul di masa depan.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img