EDUCARE.CO.ID – Semangat belajar dan mimpi besar anak-anak Nusa Tenggara Timur mendapat ruang baru melalui hadirnya Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 10 Kabupaten Kupang. Sekolah yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bermutu bagi murid berprestasi di daerah.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen), SNT dirancang sebagai ekosistem pendidikan terpadu yang menghubungkan layanan antarjenjang, pengembangan bakat, pembinaan karakter, serta pendampingan belajar dalam satu lingkungan sekolah.
Marisa Datang Membawa Mimpi dari Lapangan Hijau dan Panggung Lagu
Antusiasme murid terlihat sejak hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Salah satunya datang dari Marisa, murid baru jenjang SMP yang memilih SNT karena ingin belajar di lingkungan yang disiplin dan mendukung pengembangan diri.
“Karena SNT punya kualitas pendidikan yang bagus, disiplin, dan banyak kegiatan yang bisa mengembangkan diri kita,” ujarnya di Kupang, Selasa (11/8/2026).
Marisa menyukai sepak bola dan hobi bernyanyi. Saat masih duduk di bangku SD, ia pernah meraih Juara 1 lomba menyanyi di gereja.
Ia mengaku menjaga kemampuannya dengan latihan rutin di rumah setiap hari.
“Saya selalu latihan setiap hari supaya suara saya lebih baik dan tidak mudah menyerah meskipun awalnya sering gagal,” tuturnya.
Menurut Marisa, fasilitas sekolah dan keberadaan guru pembimbing di SNT akan membantunya mengembangkan bakat secara lebih maksimal.
Chika Ingin Tumbuh Lebih Percaya Diri
Sementara itu, murid baru jenjang SMA bernama Chika datang dengan pengalaman prestasi di bidang literasi dan public speaking. Ia pernah meraih Juara 1 lomba puisi, Juara 1 pidato Bahasa Indonesia, dan Juara Harapan 1 cerdas cermat tingkat kabupaten.
Chika mengaku menyukai puisi dan pidato sejak kecil. Namun, ia juga pernah berjuang mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum.
“Saya banyak latihan, belajar dari kesalahan, dan terus berusaha walaupun kadang merasa gugup,” ungkapnya.
Ketika memilih SNT 10 Kabupaten Kupang, ia berharap sekolah tersebut dapat membantunya tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri.
“Saya ingin lebih percaya diri dan terus mengembangkan kemampuan saya,” katanya.
Guru Dampingi Murid Sejak Hari Pertama
Tim pendidik SNT langsung mendampingi murid selama MPLS. Guru IPAS SNT 10 Kabupaten Kupang, Dian Ahmad Sasmito, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan melalui kegiatan bersama maupun diskusi kelompok kecil.
Selain memandu kegiatan MPLS, guru juga memberi layanan pendampingan bagi murid yang mengalami kendala selama masa transisi ke sekolah baru.
“Kami membersamai anak-anak dalam berbagai kegiatan dan memberikan pendampingan jika mereka membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Dian melihat semangat besar pada murid-murid yang datang dari berbagai latar belakang. Karena itu, ia berharap SNT mampu menjadi sekolah yang memperluas pemerataan layanan pendidikan berkualitas di NTT.
Mendikdasmen: Setiap Anak Berhak Tumbuh Sesuai Potensinya
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa setiap murid memiliki kemampuan dan kebutuhan belajar yang berbeda. Karena itu, pendidikan harus memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya.
“Model pendidikan khusus ini menjadi salah satu pilihan agar kalian dapat tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan akademik yang dimiliki serta menjadi generasi hebat Indonesia 2045,” ujar Abdul Mu’ti dalam kegiatan MPLS pada kesempatan terpisah.
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan SNT yang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga pengembangan karakter, bakat, dan kepercayaan diri murid.
Ruang Baru bagi Mimpi Anak NTT
Bagi Marisa dan Chika, SNT 10 Kabupaten Kupang bukan sekadar sekolah baru. Tempat ini menjadi ruang untuk melanjutkan perjuangan yang telah mereka mulai sejak jenjang sebelumnya.
Melalui dukungan guru, fasilitas belajar, dan lingkungan pendidikan yang terpadu, keduanya kini memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengejar cita-cita mereka.
Kehadiran SNT di Kupang memperlihatkan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya berbicara tentang bangunan sekolah, tetapi juga tentang menghadirkan harapan baru bagi anak-anak daerah agar mereka dapat belajar, bertumbuh, dan berani bermimpi lebih tinggi.



