Puspresnas Gelar Pembinaan Tahap II Tata Boga untuk Siswa Disabilitas Menuju Ajang Internasional

EduNews

educare.co.id, Bogor – Dalam rangka mendukung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menyelenggarakan Pembinaan Tahap II bidang Tata Boga bagi siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan ini berlangsung pada 18 – 24 Mei 2025 di Bogor, Jawa Barat, dan diikuti oleh para pemenang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Disabilitas tahun 2024.

Program pembinaan ini bertujuan untuk mempersiapkan tim nasional Indonesia yang akan berlaga di ajang The 14th Salon Culinaire yang dijadwalkan pada 22 – 25 Juli 2025 di Jakarta.

Peserta kegiatan merupakan delapan siswa terbaik dari LKS Disabilitas bidang Tata Boga. Mereka adalah Mawaddah Warahmah (SLB Negeri Kandangan, Kalimantan Selatan), Hepifania Zendrato (SLB Negeri 1 Padang, Sumatera Barat), Roainun (SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Cirebon), Faracya Kaila (SLB Negeri Pembina, Palembang), I Made Ardika (SLB Negeri 1 Badung, Bali), Diandra Ratih Livya (SLB Negeri 1 Bantul, DI Yogyakarta), Desta Fais Kurniawan (SLB Harmoni, Sidoarjo), dan Rizki Ramadan (SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH, Jambi).

Mereka didampingi oleh delapan guru pembimbing dari sekolah masing-masing. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti Pembinaan Tahap I yang digelar pada 28 Oktober – 10 November 2024, dan delapan siswa terpilih kemudian melanjutkan ke tahap kedua.

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan komitmen Kemendikdasmen dalam memberikan dukungan terhadap talenta berprestasi, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Lewat pembinaan ini diharapkan anak-anak dapat mengasah keterampilan, bakat, serta menemukan potensi terbaiknya. Semua siswa dapat berprestasi dan menjadi anak-anak yang hebat,” ujar Irine dalam siaran tertulis Kemdikdasmen (2/6).

“Buktikan adik-adik dapat berprestasi setinggi-tingginya dan mengharumkan nama Indonesia di ajang talenta internasional,” lanjutnya.

Materi pembinaan disampaikan oleh tim pembina dari Pergerakan Disabilitas dan Lanjut Usia (DILANS) Indonesia, yaitu Ucu Sawitri, N.H. Ardiansyah, Arief Maulana, Sucipto, dan Gilang Muhamad Noor. Peserta mendapatkan pelatihan teknis mulai dari menghias kue, mewarnai dan membentuk karakter dari fondant, hingga membuat kreasi 3D dari rice crispy dan coklat. Selain praktik, peserta juga dibekali teori untuk membangun mental dan kedisiplinan.

Koordinator Pembina Tata Boga, Ucu Sawitri, menyampaikan harapannya agar para peserta dapat memberikan yang terbaik di ajang internasional.“Mudah-mudahan semua dapat masuk ke lomba Internasional di bulan Juli mendatang. Untuk kedepannya saya berharap semua yang dipilih dari ajang LKS Disabilitas bidang Tata Boga ini menjadi contoh generasi yang akan datang.”

Antusiasme juga datang dari para siswa. I Made Ardika dari SLB Negeri 1 Badung, Bali, merasa bersyukur atas kesempatan ini. “Saya berterima kasih bisa ikut serta dalam pembinaan Tata Boga karena bisa menambah kemampuan dan pengalaman saya untuk nanti bekerja atau berwirausaha,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Mawaddah dari SLB Negeri Kandangan, Kalimantan Selatan.“Saya bisa menambah keterampilan, belajar mandiri, dan meningkatkan prestasi. Saya dan teman-teman bisa menunjukan bahwa teman-teman disabilitas bisa juara,” pungkas Mawaddah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *