EDUCARE.CO.ID – Perkembangan sektor pariwisata di Pangandaran membuka peluang kerja bagi generasi muda. Namun, peluang tersebut juga menuntut keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk kemampuan mengoperasikan teknologi dan aplikasi perkantoran.
Kondisi itu mendorong Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Technospot memanfaatkan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) untuk membekali anak muda Pangandaran dengan keterampilan digital.
Berdasarkan sumber rilis mengenai pelaksanaan Program PKK di LKP Technospot, sebanyak 20 peserta mengikuti kursus Komputer Administrasi Perkantoran selama 150 jam pelajaran. Pelatihan tersebut menitikberatkan sekitar 70 persen kegiatan pada praktik.
Peserta mempelajari berbagai aplikasi perkantoran, termasuk Microsoft Office. Keterampilan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terhadap tenaga kerja yang profesional dan kompeten.
Pangandaran Butuh Tenaga Administrasi Terampil
Pangandaran dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Jawa Barat. Pertumbuhan aktivitas pariwisata ikut membuka kebutuhan tenaga kerja di berbagai bidang, termasuk administrasi perkantoran.
Pemimpin LKP Technospot, Asep Roni Asaepurohim, menilai kemampuan komputer menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda di daerah tersebut.
“Generasi muda Pangandaran harus memiliki keahlian komputer karena di sini pun banyak industri yang menyerap tenaga kerja di bidang tersebut,” terang Asep.
Menurutnya, keterampilan digital dapat membantu anak muda menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Karena itu, pelatihan vokasi seperti Program PKK menjadi salah satu jalan untuk mempertemukan keterampilan peserta dengan kebutuhan dunia kerja.
Peserta PKK Lebih Percaya Diri Masuk Dunia Kerja
Program PKK tidak hanya memberikan materi teknis. Peserta juga mendapat pengalaman praktik dan kesempatan mengenal lingkungan industri secara langsung.
Salah satu peserta, Isma Nurafifah, mengaku pelatihan di LKP Technospot membuat dirinya lebih percaya diri menghadapi dunia kerja.
“Saya sudah dibekali keterampilan komputer dan selesai mengikuti uji kompetensi dengan hasil memuaskan. Kami juga sempat melakukan kunjungan industri ke salah satu hotel di Pangandaran,” ungkap Isma.
Menurut Isma, pengalaman tersebut membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya.
Selain kemampuan komputer, program tersebut juga membentuk sejumlah keterampilan pendukung. Peserta belajar mengenai kedisiplinan, pantang menyerah, serta kemampuan berkomunikasi.
Bekal itu menjadi penting karena dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga sikap profesional dalam menjalankan pekerjaan.
Lulusan PKK Langsung Terapkan Keterampilan
Pelatihan yang Isma ikuti kini memiliki kaitan langsung dengan pekerjaannya. Setelah menyelesaikan Program PKK, ia bekerja sebagai administrator di CV Antar Jama Adipura, Pangandaran.
Isma menilai pekerjaan tersebut relevan dengan keterampilan yang ia pelajari selama mengikuti kursus.
“Pekerjaan ini sangat relevan dengan kursus yang saya ikuti,” jelasnya.
Pengalaman Isma menunjukkan bagaimana keterampilan yang peserta peroleh melalui pelatihan dapat mereka terapkan di lingkungan kerja.
Kursus Komputer Administrasi Perkantoran membekali peserta dengan kemampuan menggunakan komputer sekaligus mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam aktivitas sehari-hari dan pekerjaan.
PKK Perkuat Kesiapan Generasi Muda
Program PKK di LKP Technospot menjadi salah satu contoh pelatihan keterampilan yang menghubungkan proses belajar dengan kebutuhan dunia kerja.
Peserta tidak hanya berlatih menggunakan aplikasi perkantoran, tetapi juga mengikuti uji kompetensi dan kunjungan industri. Pengalaman tersebut memberi gambaran lebih nyata mengenai lingkungan kerja yang akan mereka hadapi.
Di tengah perkembangan teknologi, kemampuan digital semakin penting bagi generasi muda. Terlebih bagi daerah seperti Pangandaran yang memiliki potensi pariwisata dan berbagai aktivitas industri pendukung.
Melalui pelatihan yang berorientasi pada praktik, generasi muda memiliki kesempatan untuk memperkuat kompetensi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri sebelum memasuki dunia kerja.
Pada akhirnya, Program PKK di LKP Technospot menunjukkan bahwa pendidikan keterampilan dapat menjadi jembatan bagi anak muda Pangandaran untuk mengubah kemampuan yang mereka pelajari menjadi bekal nyata di dunia kerja.


