EDUCARE.CO.ID – Jawa Timur Park 1, Kota Batu, Jawa Timur, kini memiliki destinasi wisata edukasi baru. Mega Science Center dan Budaya Kota Batu menggabungkan sains, teknologi, budaya, dan antariksa dalam satu kawasan.
Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan sekitar 5 hektare. Pengelola merancang kawasan ini sebagai ruang belajar interaktif bagi berbagai kalangan.
Pengunjung tidak hanya melihat berbagai koleksi dan alat peraga. Mereka juga dapat mencoba simulasi serta teknologi yang tersedia.
Dengan konsep tersebut, Mega Science Center menawarkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik. Pengunjung pun dapat memahami berbagai konsep melalui pengalaman langsung.
Belajar Sains Tidak Hanya dari Buku
Wali Kota Batu Nurochman menilai Mega Science Center dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pelajar.
Menurutnya, siswa dapat memahami materi pelajaran dengan cara yang lebih menyenangkan. Mereka juga dapat melihat penerapan ilmu pengetahuan melalui berbagai simulasi.
“Pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Di sini siswa bisa melihat, mencoba, bahkan merasakan langsung simulasi ilmu pengetahuan,” ujar Nurochman saat meninjau Mega Science Center dan Budaya, Senin (7/9/2026).
Saat kunjungan tersebut, Nurochman turut mencoba sejumlah wahana. Ia menjajal simulasi gempa, wahana berbasis artificial intelligence (AI), hingga bioskop immersive.
Pengalaman itu menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif.
Mega Science Center Punya Zona Sains dan Budaya
Museum Mega Science Center dan Budaya berada di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu. Museum ini memiliki luas kurang lebih 18.000 meter persegi.
Pengelola mengusung tiga unsur utama dalam konsep museum, yaitu sains, teknologi, dan budaya.
Selain itu, museum menyediakan berbagai zona tematik. Setiap zona mengajak pengunjung mengenal bidang ilmu tertentu melalui media interaktif.
Zona tersebut mencakup:
- ruang angkasa,
- fisika,
- matematika,
- biologi,
- kimia,
- teknologi,
- kebencanaan,
- dan budaya.
Pengunjung dapat menggunakan alat peraga dan mencoba simulasi di setiap zona. Teknologi pendukung juga membantu mereka memahami konsep secara lebih aplikatif.
Dengan pendekatan tersebut, museum tidak sekadar menyajikan informasi. Pengunjung juga mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan secara langsung.
Jatim Park Group Dorong Literasi Sains
Berdasarkan informasi dalam pemberitaan, Jawa Timur Park Group mengembangkan museum ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi sains, teknologi, dan budaya di Indonesia.
Karena itu, pengelola tidak hanya menyasar wisatawan. Museum ini juga membuka ruang belajar bagi pelajar, akademisi, keluarga, dan masyarakat umum.
Konsep tersebut memadukan aktivitas wisata dengan pembelajaran. Pengunjung dapat menikmati wahana sekaligus memperoleh pengetahuan dari pengalaman yang mereka jalani.
Di sisi lain, pendekatan interaktif dapat membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pemkot Batu Siapkan Akses untuk Pelajar
Pemerintah Kota Batu turut mendorong pemanfaatan Mega Science Center bagi pelajar. Pemkot Batu tengah menyiapkan skema kerja sama dengan manajemen Jatim Park Group.
Kerja sama itu bertujuan membuka akses bagi seluruh pelajar di Kota Batu. Dengan begitu, lebih banyak siswa dapat menikmati fasilitas belajar modern tersebut.
Nurochman juga mendorong sekolah memasukkan Mega Science Center sebagai salah satu pilihan tujuan study tour.
Ia berharap Jatim Park Group memberikan dukungan berupa harga khusus bagi pelajar Kota Batu selama masa soft opening.
“Saya harap Jatim Park Group bisa memberikan dukungan agar anak-anak Kota Batu lebih mudah menikmati wahana edukatif ini,” tambahnya.
Dukungan tersebut dapat membantu sekolah menghadirkan kegiatan belajar di luar kelas. Siswa juga memperoleh kesempatan untuk menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata.
Wisata Jadi Media Pendidikan Nonformal
Manajer Marketing dan Public Relations Jawa Timur Park Group Titik S. Ariyanto menjelaskan alasan perusahaan mengembangkan fasilitas tersebut.
Menurut Titik, Mega Science Center menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mendukung pendidikan nonformal melalui sektor pariwisata.
“Mega Science Center dan Budaya kami hadirkan sebagai sarana pembelajaran yang lebih komprehensif. Harapannya bisa menumbuhkan minat masyarakat terhadap sains, teknologi, dan budaya, sekaligus menguatkan posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata edukasi berdaya saing nasional,” ungkap Titik.
Dengan konsep itu, wisatawan dapat memperoleh hiburan sekaligus pengalaman belajar. Sementara itu, Kota Batu memiliki tambahan pilihan destinasi yang menggabungkan pendidikan dan pariwisata.
Perkuat Pendidikan dan Pariwisata Kota Batu
Kehadiran Mega Science Center juga membawa peluang bagi sektor pendidikan dan pariwisata Kota Batu.
Konsep yang menggabungkan hiburan dengan edukasi dapat menarik berbagai kelompok pengunjung. Keluarga dapat mengajak anak belajar sambil bermain. Sekolah pun dapat memanfaatkan kawasan tersebut sebagai alternatif kegiatan pembelajaran di luar kelas.
Selain itu, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum dapat mengeksplorasi berbagai bidang melalui zona tematik yang tersedia.
Titik menegaskan bahwa fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen Jawa Timur Park Group dalam mendukung pembelajaran dan pelestarian budaya.
“Dengan Mega Science Center dan Budaya, Jawa Timur Park Group menegaskan perannya dalam mendukung pembelajaran, pelestarian budaya, serta peningkatan kualitas SDM melalui pengalaman edukatif yang bisa diakses berbagai kalangan,” jelasnya.
Pada akhirnya, Mega Science Center dan Budaya Kota Batu menawarkan cara berbeda untuk mengenal sains, teknologi, dan budaya.
Kehadiran berbagai simulasi dan zona interaktif membuat pengunjung tidak hanya menerima informasi. Mereka juga dapat mencoba, mengeksplorasi, dan memahami ilmu melalui pengalaman langsung.
Bagi pelajar, fasilitas ini dapat menjadi ruang belajar alternatif. Sementara bagi keluarga dan masyarakat umum, Mega Science Center menawarkan pilihan wisata edukasi yang memadukan pengetahuan dengan hiburan.
Penulis: Andini Namira Saskirana


