Olahraga Aman untuk Remaja dan Lansia: Segudang Manfaatnya bagi Tubuh dan Otak

Eduhealth EduNews EduSport

EDUCARE.CO.ID, Banyak orang mengira olahraga hanya penting bagi usia muda, padahal riset membuktikan bahwa manfaat olahraga untuk remaja dan lansia sama besarnya bagi kesehatan tubuh, mental, dan otak. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) dan World Health Organization (WHO), aktivitas fisik rutin dapat menurunkan risiko penyakit kronis, memperbaiki suasana hati, dan memperlambat penurunan fungsi otak.
Sumber: Kemenkes RI – Ayo Sehat

Manfaat Olahraga untuk Remaja

Remaja termasuk kelompok usia yang membutuhkan aktivitas fisik minimal 60 menit per hari, menurut WHO Global Recommendations on Physical Activity (2020).
Kemenkes menyebut olahraga membantu remaja menjaga berat badan, meningkatkan fokus belajar, serta menurunkan risiko depresi.

“Aktivitas fisik seperti lari, bersepeda, atau bermain bola dapat memperkuat jantung dan tulang sekaligus menjaga kebugaran mental,” tulis Kemenkes dalam laman Ayo Sehat.

Contoh olahraga aman untuk remaja:

  • Jogging ringan atau jalan cepat
  • Senam atau zumba bersama teman
  • Berenang dan bersepeda
  • Olahraga tim: futsal, basket, voli
    Semua jenis olahraga ini melatih koordinasi tubuh dan meningkatkan kepercayaan diri remaja.

Manfaat Olahraga untuk Lansia (Jompo)

Sementara itu, Kemenkes RI menekankan bahwa manfaat olahraga untuk lansia sangat besar bagi pencegahan penyakit degeneratif, meningkatkan daya ingat, dan menjaga kemandirian hidup di usia lanjut.

“Lansia perlu tetap aktif bergerak minimal 30 menit per hari untuk menjaga fungsi jantung dan otot,” ujar Direktur Kesehatan Usia Lanjut Kemenkes, dr. Erna Mulati, M.Sc., M.Kes., dalam publikasi Hari Lansia Nasional 2024.
kemkes.go.id

Contoh olahraga aman untuk lansia:

  • Senam lansia atau yoga lembut
  • Jalan pagi di taman
  • Tai chi atau peregangan ringan
  • Bernafas dalam & latihan keseimbangan tubuh

Menurut jurnal Frontiers in Aging Neuroscience (2023), lansia yang rutin berjalan kaki 30 menit per hari mengalami peningkatan aliran darah ke otak dan daya ingat hingga 15%.

BACA JUGA:  Mendikdasmen Resmikan 100 Sekolah yang Sudah Selesai Revitalisasi di Tangerang Raya

Makanan Pendukung & Vitamin bagi Remaja dan Lansia

Selain olahraga, asupan nutrisi sangat penting untuk memaksimalkan hasilnya.
Kemenkes merekomendasikan:

  • Vitamin D dan Kalsium: susu, ikan, telur (menguatkan tulang lansia)
  • Protein tinggi: tahu, tempe, daging tanpa lemak (regenerasi otot)
  • Buah kaya antioksidan: jeruk, jambu biji, alpukat (meningkatkan daya tahan tubuh)

Tips Olahraga Aman untuk Usia Berbeda

  • Remaja: jangan berlebihan; perhatikan pemanasan & pendinginan.
  • Lansia: hindari gerakan berat atau cepat, fokus pada keseimbangan dan pernapasan.
  • Semua usia: hidrasi cukup, tidur teratur, dan kenakan pakaian olahraga yang nyaman.

Baik remaja maupun lansia bisa meraih manfaat olahraga rutin bila dilakukan dengan benar. Aktivitas sederhana seperti jalan pagi, yoga, atau senam ringan sudah cukup menjaga tubuh tetap sehat dan pikiran tetap tajam.
Olahraga bukan soal usia — tapi soal kemauan untuk hidup sehat dan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *