Mahasiswa Psikologi UNAIR Raih Juara II Nasional Berkat Platform AI untuk Pemulihan Fragmentasi Mental

EduJurnal EduNews EduTechno

educare.co.id, Surabaya, 4 September 2025 – Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih Juara II dalam ajang Psychology Scientific Event (Psyfic) 2025 yang digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar, Minggu (31/8/2025).

Mereka adalah Al Haqqo Jati (angkatan 2022), Afif Pramudya Alriandi (2023), dan Muhammad Adha Al-Faiz Nadhif (2024). Tim ini mengusung esai berjudul REFRAIM: Platform Adaptif Berbasis AI dengan InCore Framework Based-intervention sebagai Upaya Pemulihan Fragmentasi Mental di Era Hiperkonektivitas Digital.

Angkat Isu Fragmentasi Mental

Esai tersebut membahas degradasi fungsi kognitif akibat paparan digital berlebihan, seperti doomscrolling, multitasking, hingga konsumsi video pendek. “Fenomena hiperkonektivitas digital membuat banyak orang, khususnya remaja dan dewasa muda, semakin rentan kehilangan fokus serta terjebak dalam pola pikir instan,” ujar Haqqo.

REFRAIM sebagai Solusi

Untuk menjawab tantangan itu, mereka menghadirkan REFRAIM, platform adaptif berbasis AI yang menggabungkan pelatihan kognitif dengan regulasi diri melalui InCore Framework. Fitur-fitur seperti Daily Challenge, Re:Align Moment, Insight Card, hingga Adaptive AI Loop dirancang agar pengguna terbiasa lebih reflektif.

“Jika aplikasi lain hanya menekankan game kognitif, REFRAIM menghubungkan aspek teknologi dengan kesadaran psikologis sehingga lebih relevan dan berkelanjutan,” jelas Afif.

Tantangan dan Pengalaman

Proses penulisan esai berlangsung selama dua pekan dengan riset literatur terkini. “Kami sering harus memanfaatkan waktu senggang, bahkan mengorbankan jam istirahat untuk mengerjakan esai dan latihan presentasi. Namun, semua terbayarkan ketika UNAIR diumumkan sebagai Juara 2,” tutur Haqqo.

Pengalaman pertama mengikuti lomba di luar pulau juga memberi kesan mendalam. “Awalnya sempat cemas, tapi pertemuan dengan mahasiswa dari seluruh Indonesia justru membuat kami semakin termotivasi,” tambah Afif.

Harapan ke Depan

Ketiganya berharap REFRAIM bisa dikembangkan lebih lanjut agar memberi manfaat nyata. “Jika ada kesempatan bekerja sama dengan mitra riset atau industri, kami ingin mengembangkan REFRAIM menjadi produk nyata. Semoga kemenangan ini juga menginspirasi mahasiswa UNAIR lain untuk berani mencoba dan terus berkarya,” pungkas Faiz.

BACA JUGA:  UNAIR Raih Juara Harapan di MTQMN XVIII Berkat Aplikasi Edukatif Al-Qur'an Amaplay

(SCP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *