Langkah Pasti dari Madrasah: Robot Inovatif MAN 1 Metro Jadi yang Terbaik di Indonesia
EDUCARE.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia madrasah. Tim Robotik MAN 1 Metro sukses meraih Juara 1 cabang Innovation Robot dalam ajang Robotic STIP Challenge 2026 yang digelar di Jakarta pada 20–21 Februari 2026. Kemenangan di tingkat nasional ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu tampil kompetitif dan unggul dalam pengembangan sains serta teknologi terapan. Di tengah pesatnya transformasi digital, siswa madrasah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu menjadi yang terbaik.
Kepala MAN 1 Metro, Sarjono, menyampaikan apresiasi atas capaian gemilang tersebut. Menurutnya, prestasi ini mempertegas komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi peserta didik di bidang sains dan teknologi. “Alhamdulillah, capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berinovasi dan berprestasi, sekaligus mengharumkan nama madrasah di kancah yang lebih luas,” tuturnya di Lampung, Minggu (22/2/2026). Ia menegaskan, kemenangan ini bukan sekadar trofi, melainkan simbol kerja keras, disiplin, dan budaya riset yang terus ditumbuhkan di lingkungan madrasah.
Kompetisi yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta tersebut menghadirkan dua kategori, yakni Robot Sumo dan Robot Inovasi bertema maritim. Tim MAN 1 Metro tampil menonjol lewat karya bertajuk Smart Mooring Line Monitoring System, prototipe berbasis ESP32 yang dirancang untuk memantau dan menstabilkan tegangan tali tambat kapal secara otomatis dan real-time. Dengan sensor load cell, layar LCD, sistem pemantauan berbasis web, serta algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) untuk kendali motor servo, inovasi ini menawarkan solusi aplikatif bagi keselamatan pelabuhan. Fitur alarm buzzer yang terpasang juga berfungsi sebagai peringatan dini guna meminimalkan risiko kecelakaan di dermaga.
Tim Robotik MAN 1 Metro yang diperkuat Syahla Rafiqa, Putri Jessika Aullia, M. Akbar Al-Fatih, dan Rahhi Calista Adhani membuktikan bahwa kolaborasi, kreativitas, dan dedikasi mampu melahirkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri. Pembina tim, Reksa Qodri Assidik, menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari kerja keras dan komitmen tanpa henti. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga adaptif dan visioner dalam menjawab tantangan teknologi masa depan—menginspirasi lahirnya inovator-inovator muda dari penjuru Indonesia.
