EDUCARE.CO.ID – Keterbatasan air irigasi saat musim kemarau menjadi tantangan bagi sejumlah petani di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 66 Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) untuk membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian.
Mahasiswa meresmikan PATS di Balai Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada 23 Juli 2026. Inovasi tersebut menjadi salah satu luaran program multidisiplin KKN-T IDBU 66.
Berdasarkan sumber resmi UNDIP, program ini memanfaatkan energi matahari untuk menggerakkan pompa air. Solusi tersebut sekaligus menawarkan alternatif bagi petani yang selama ini menghadapi biaya operasional tinggi saat menggunakan pompa berbahan bakar atau listrik.

PATS Jadi Alternatif Irigasi Saat Kemarau
Desa Banyubiru memiliki potensi pertanian yang besar, terutama pada komoditas padi. Namun, beberapa lahan masih menghadapi keterbatasan pasokan air ketika musim kemarau tiba.
Kondisi itu membuat petani perlu mencari sumber energi yang lebih efisien untuk mengoperasikan pompa air. Tim KKN-T IDBU 66 kemudian mengembangkan PATS dengan memanfaatkan energi terbarukan.
Selain membantu pengairan, penggunaan tenaga surya dapat mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan bahan bakar. Teknologi tersebut juga tidak menghasilkan emisi gas buang saat mengoperasikan pompa.
Program PATS turut mendukung sejumlah target pembangunan berkelanjutan, terutama pada sektor pertanian berkelanjutan, energi bersih, inovasi, dan penanganan perubahan iklim.
Mahasiswa Bagi Tugas Sesuai Keahlian
Pembangunan PATS melibatkan mahasiswa dari beberapa kelompok dengan pembagian tugas berbeda. Tim pertama menyusun desain wiring dan menentukan spesifikasi komponen sistem.
Tim kedua menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk kebutuhan material dan pelaksanaan program. Sementara itu, tim ketiga merancang serta merakit panel box sebagai pusat kendali kelistrikan pompa.
Setelah tahap perencanaan selesai, mahasiswa memasang seluruh komponen di lokasi. Tim menyelesaikan pembangunan PATS pada 21 Juli 2026.
Dua hari kemudian, mahasiswa meresmikan fasilitas tersebut di Balai Desa Banyubiru.
Uji Coba PATS Berjalan Lancar
Tim KKN-T IDBU 66 melakukan pengujian setelah seluruh komponen terpasang. Hasilnya menunjukkan panel surya, panel box, dan pompa dapat bekerja sesuai fungsi masing-masing.
Dengan hasil tersebut, PATS siap digunakan masyarakat, khususnya kelompok tani di Dusun Randusari.
Pemanfaatan PATS akan semakin optimal saat kebutuhan air meningkat. Karena itu, petani dapat memanfaatkan pompa secara intensif ketika musim kemarau membuat sumber air konvensional semakin terbatas.
Koordinasi mahasiswa dengan perangkat desa dan masyarakat turut membantu proses pembangunan berjalan sesuai jadwal.
Petani Sambut Teknologi Hemat Energi
Kepala Dusun Randusari, Furi Adinda, mengapresiasi kehadiran teknologi PATS. Menurutnya, inovasi tersebut menjawab persoalan pengairan yang selama ini dihadapi petani di Blok 7 Dusun Randusari.
“Inovasi ini juga membantu menghemat biaya operasional dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang,” ujar Furi.
Ia berharap teknologi tersebut dapat membantu petani menghadapi kebutuhan air selama musim kemarau sekaligus mendorong kemandirian energi.
Desa dan Kampus Kolaborasi Hadirkan Solusi
Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, menilai PATS menunjukkan manfaat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Program PATS merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan air berbasis energi terbarukan,” kata Sri.
Menurutnya, teknologi tersebut berpotensi meningkatkan ketersediaan air secara berkelanjutan sekaligus mendukung produktivitas masyarakat.
PATS Diharapkan Jaga Produktivitas Pertanian
Kehadiran PATS memberikan alternatif bagi petani Banyubiru untuk menghadapi persoalan irigasi saat kemarau. Pemanfaatan energi surya juga dapat membantu menekan biaya operasional dan mengurangi penggunaan energi konvensional.
Agar manfaatnya bertahan dalam jangka panjang, perangkat desa dan kelompok tani perlu melakukan pemanfaatan serta perawatan secara rutin.
Dengan pengelolaan yang baik, PATS diharapkan dapat terus mendukung ketersediaan air, produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan masyarakat Desa Banyubiru.


