EDUCARE.CO.ID – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Indonesia kembali mencetak prestasi internasional. Sebanyak 34 PTKIN menembus Transparent Ranking of Universities: OpenAlex Edition July 2026 yang diterbitkan Cybermetrics Lab, Instituto de Políticas y Bienes Públicos (IPP-CSIC), Spanyol.
Berdasarkan sumber Kementerian Agama Republik Indonesia, pemeringkatan ini menggunakan data publikasi ilmiah dari OpenAlex Database. Penilai menempatkan jumlah artikel pada kategori Top 1% Most Cited Papers sebagai indikator utama. Selain itu, mereka memakai kategori Top 10% Most Cited Papers sebagai indikator pendukung.
Pemeringkatan tersebut memanfaatkan data publikasi periode 2021–2025. Selanjutnya, tim penyusun mengumpulkan data pada pekan pertama Juli 2026. Edisi tahun ini mengevaluasi hampir 17.400 perguruan tinggi di seluruh dunia.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jadi PTKIN Terbaik
Dari 34 PTKIN yang masuk pemeringkatan, terdapat 22 Universitas Islam Negeri (UIN), 11 Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan 1 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati posisi tertinggi di antara PTKIN Indonesia. Kampus ini berada di peringkat 25 nasional dan peringkat 2.022 dunia.
Selain itu, UIN Sunan Kalijaga mencatat 12 publikasi pada kategori Top 1% Most Cited Papers dan 154 publikasi pada kategori Top 10% Most Cited Papers selama periode 2021–2025.
Berikut lima besar PTKIN Indonesia dalam pemeringkatan tersebut:
- UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- UIN Raden Intan Lampung
- UIN Sumatera Utara
- UIN Sunan Gunung Djati Bandung
- UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Kemenag Dorong Publikasi Berkualitas dan Berdampak
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Suyitno, menyebut capaian ini sebagai indikator positif bagi perkembangan riset PTKIN.
“Publikasi ilmiah tidak cukup hanya banyak. Publikasi harus memiliki kualitas, relevansi, dan dampak yang dirasakan masyarakat serta komunitas akademik global,” ujar Prof. Suyitno di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, hasil tersebut dapat memotivasi kampus Islam untuk memperkuat ekosistem riset. Di samping itu, ia mendorong peningkatan kapasitas dosen dan peneliti serta perluasan kolaborasi internasional.
Sitasi Menjadi Ukuran Pengaruh Ilmiah
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Sahiron, menjelaskan bahwa Transparent Ranking OpenAlex berbeda dari banyak pemeringkatan perguruan tinggi lain.
Menurutnya, pemeringkatan ini lebih menekankan dampak publikasi ilmiah melalui tingkat sitasi internasional.
“Yang penting bukan hanya jumlah publikasi. Yang lebih penting adalah sejauh mana publikasi tersebut dibaca, dirujuk, dan memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” jelas Prof. Sahiron.
Karena itu, ia meminta PTKIN terus menghasilkan riset yang berkualitas, relevan, kolaboratif, dan berdampak global.
Selanjutnya, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam akan memperkuat kapasitas penelitian. Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas SDM, pengembangan pusat unggulan riset, penguatan kolaborasi akademik, serta peningkatan publikasi internasional.
Tradisi Akademik PTKIN Terus Menguat
Masuknya 34 PTKIN dalam pemeringkatan ini menunjukkan bahwa kontribusi perguruan tinggi Islam negeri Indonesia semakin terlihat di tingkat global.
Menariknya, capaian tersebut tidak hanya diraih kampus berbentuk universitas. Sebaliknya, IAIN dan STAIN juga menunjukkan peningkatan kualitas riset yang signifikan.
Prof. Sahiron menegaskan bahwa budaya akademik harus tumbuh secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, ia mendorong dosen dan peneliti menghasilkan karya yang memiliki kebaruan (novelty), kualitas metodologis yang baik, relevansi sosial, dan pengaruh ilmiah yang kuat.
“Kita ingin membangun perguruan tinggi Islam yang kuat dalam tradisi keilmuan dan keislaman sekaligus mampu hadir dalam percakapan akademik global,” tegasnya.
Dengan capaian ini, PTKIN Indonesia semakin memperlihatkan kemampuan bersaing dalam dunia riset internasional. Pada saat yang sama, kampus-kampus Islam negeri juga memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.



