Dari ITB ke Osaka! Kisah Sastia Prama Putri Jadi Profesor Bioteknologi di Jepang

Must read

EDUCARE.CO.ID – Perjalanan akademik Sastia Prama Putri di Jepang bermula sekitar dua dekade lalu ketika ia datang sebagai mahasiswa internasional. Kini, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut menjabat sebagai Associate Professor di Department of Biotechnology, Graduate School of Engineering, The University of Osaka.

Berdasarkan sumber Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Sastia menempuh pendidikan magister dan doktoral di Osaka, melanjutkan riset sebagai postdoctoral fellow, kemudian berkarier sebagai Assistant Professor sebelum mencapai posisi profesor madya saat ini.

Ilmu Harus Memberi Manfaat

Bagi Sastia, karier ilmiah tidak sekadar mengejar jabatan akademik. Ia meyakini bahwa riset harus mampu menjawab persoalan nyata dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Menjadi ilmuwan bukan hanya tentang menemukan hal baru, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan itu dapat memberi dampak bagi kehidupan,” ujar Sastia.

Pandangan tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari solusi pembangunan.

Riset Tetap Terhubung dengan Indonesia

Meski berkarier di Jepang, Sastia tetap menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dari penelitiannya. Ia melihat kekayaan biodiversitas Indonesia sebagai modal besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Dalam risetnya, Sastia mengembangkan pendekatan metabolomik untuk mempelajari pangan dan produk hayati tropis seperti kopi, kakao, buah-buahan tropis, dan tempe.

Melalui teknologi tersebut, peneliti dapat memetakan berbagai metabolit dalam bahan pangan, memahami faktor yang memengaruhi kualitas, serta mengidentifikasi senyawa yang berpotensi memiliki fungsi tertentu.

Menurut Sastia, hasil penelitian seharusnya tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas produk, nilai tambah ekonomi, dan manfaat bagi masyarakat.

Indonesia Berpeluang Menjadi Kekuatan Bioekonomi

Sastia menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain penting dalam bidang bioekonomi dan bioteknologi global. Namun, peluang itu memerlukan dukungan sumber daya manusia, infrastruktur riset, teknologi, dan jejaring kolaborasi internasional.

Karena itu, ia mendorong kerja sama internasional yang lebih mendalam, tidak hanya berupa publikasi bersama atau kunjungan akademik singkat.

“Indonesia harus menjadi mitra yang setara dalam menghasilkan pengetahuan,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya melibatkan mahasiswa dan peneliti muda Indonesia dalam keseluruhan proses penelitian agar terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan.

Membuka Jalan bagi Generasi Muda

Pengalaman belajar dan meneliti di Jepang membuat Sastia menyadari pentingnya akses internasional bagi mahasiswa Indonesia sejak dini. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membentuk cara berpikir, keberanian bertanya, kemampuan berkolaborasi, dan rasa percaya diri.

Karena itu, ia mendorong perguruan tinggi Indonesia memperluas program joint research, double degree, joint supervision, pertukaran pelajar, dan magang penelitian.

Sastia juga mengingatkan bahwa internasionalisasi tidak selalu berarti belajar ke luar negeri. Kampus di Indonesia dapat menghadirkan profesor internasional, membangun laboratorium bersama, dan menyelenggarakan seminar kolaboratif berstandar global.

“Jangan merasa panggung global itu jauh. Dunia membutuhkan orang-orang yang memiliki pertanyaan ilmiah penting, ketekunan untuk menjawabnya, dan kemauan untuk bekerja sama,” katanya.

Dari Indonesia untuk Dunia

Bagi Sastia, pencapaian akademik bukan titik akhir. Semakin jauh seorang ilmuwan melangkah, semakin besar tanggung jawabnya untuk membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Ia berharap mahasiswa Indonesia mulai mengenal dunia riset internasional sejak awal, misalnya dengan membaca jurnal internasional, mengikuti seminar, menulis karya ilmiah, dan mencari peluang kolaborasi.

Di akhir pesannya, Sastia mengajak generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi besar.

“Bermimpilah menjadi ilmuwan yang membawa sesuatu dari Indonesia untuk dunia.”

Kisah Sastia Prama Putri menunjukkan bahwa talenta Indonesia mampu berkembang di panggung akademik global sekaligus tetap berkontribusi bagi tanah air melalui riset dan kolaborasi internasional.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img