Jangan Lagi Kasih Gadget Saat Anak Makan, Kebiasaan Ini Bisa Ganggu Pola Makan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Memberikan gadget saat anak makan memang terlihat praktis. Anak bisa lebih tenang dan orang tua pun lebih mudah mengajak mereka menghabiskan makanan.

Namun, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak menjadi rutinitas. Ketika anak terus menatap layar saat makan, perhatian mereka dapat beralih dari makanan ke tontonan atau permainan.

Akibatnya, anak bisa kurang memperhatikan rasa, tekstur, serta jumlah makanan yang masuk ke tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kemampuan anak mengenali rasa lapar dan kenyang.

Gadget Dapat Mengubah Kebiasaan Makan Anak

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan mengingatkan orang tua agar memperhatikan penggunaan gadget pada anak.

Penggunaan gadget secara berlebihan dapat membuat anak lebih jarang bergerak dan mengubah rutinitas sehari-hari. Risiko tersebut semakin perlu orang tua perhatikan ketika anak juga memiliki kebiasaan ngemil berlebihan, kurang beraktivitas fisik, atau tidur terlalu larut.

Menurut Kemenkes, kombinasi kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung pada masa mendatang.

Selain itu, RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat di bawah Kementerian Kesehatan turut menjelaskan dampak kebiasaan makan sambil menonton gawai.

Mengacu pada penelitian Pearson dan rekan-rekan pada 2018 yang tercantum dalam artikel rumah sakit tersebut, balita yang makan sambil menonton gawai cenderung mengonsumsi lebih sedikit buah dan sayuran.

Sebaliknya, mereka lebih sering memilih makanan ringan, biskuit, dan cokelat yang mengandung gula, garam, serta lemak dalam jumlah tinggi.

Perhatian Anak Bisa Terpecah Saat Makan

Saat anak fokus pada layar, mereka mungkin tidak memberikan perhatian penuh pada makanan di depannya.

Misalnya, anak dapat makan tanpa benar-benar menyadari rasa dan tekstur makanan. Mereka juga bisa kurang memperhatikan jumlah makanan yang sudah dikonsumsi.

Padahal, pengalaman makan secara langsung membantu anak mengenali berbagai jenis makanan sekaligus memahami sinyal tubuhnya.

Kebiasaan tersebut juga dapat membentuk pola tertentu. Anak bisa menganggap tontonan atau permainan sebagai bagian dari waktu makan.

Jika orang tua terus memberikan gadget agar anak mau makan, anak akhirnya dapat mengaitkan aktivitas makan dengan keberadaan layar.

Waktu Makan Bisa Jadi Kesempatan Berkumpul

Waktu makan sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan makanan. Momen tersebut juga memberikan kesempatan bagi anak untuk berbicara dan berinteraksi bersama keluarga.

Karena itu, RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat menganjurkan orang tua untuk memberikan perhatian kepada anak selama makan.

Orang tua dapat mengajak anak berbincang ringan, mengenalkan makanan, atau sekadar menikmati waktu bersama. Suasana seperti ini membuat waktu makan terasa lebih nyaman tanpa bantuan gadget.

Selain itu, orang tua perlu memberikan contoh yang konsisten.

Jika ayah dan ibu meminta anak menjauhkan gadget saat makan, mereka juga sebaiknya melakukan hal yang sama. Anak cenderung meniru kebiasaan yang mereka lihat setiap hari.

Dengan demikian, perubahan pola makan tidak hanya berfokus pada anak. Seluruh anggota keluarga dapat ikut membangun kebiasaan yang lebih sehat.

Cara Membiasakan Anak Makan Tanpa Gadget

Orang tua tidak harus mengubah kebiasaan anak secara mendadak. Sebaliknya, keluarga dapat menerapkannya secara konsisten dari waktu ke waktu.

Langkah pertama, jauhkan ponsel, tablet, dan perangkat lain dari meja makan. Dengan begitu, anak memiliki lebih sedikit gangguan ketika menikmati makanan.

Keluarga juga sebaiknya mematikan televisi selama waktu makan. Cara ini membantu seluruh anggota keluarga mengarahkan perhatian pada makanan dan percakapan.

Selanjutnya, orang tua perlu membuat jadwal makan yang teratur. Dalam panduan yang dirujuk RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat, balita dianjurkan menjalani tiga kali makan utama dan dua kali makanan selingan setiap hari.

Orang tua juga tidak perlu memaksa anak menghabiskan makanan. Berikan kesempatan kepada anak untuk mengenali rasa kenyang dan berhenti makan ketika tubuhnya sudah cukup.

Untuk makan utama, panduan tersebut menyebut durasi maksimal sekitar 30 menit. Orang tua dapat menjaga suasana tetap tenang selama waktu tersebut.

Bangun Kebiasaan Makan yang Lebih Sehat

Membiasakan anak makan tanpa gadget membutuhkan konsistensi dari seluruh keluarga. Pada awalnya, anak mungkin menolak atau merasa kurang nyaman karena kehilangan tontonan yang biasa menemani mereka.

Namun, orang tua dapat membantu proses adaptasi dengan menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Percakapan ringan, perhatian, dan contoh dari anggota keluarga dapat membuat anak perlahan terbiasa.

Lebih dari sekadar mengurangi waktu layar, kebiasaan makan tanpa gadget juga memberi anak kesempatan mengenali makanan dan sinyal tubuhnya sendiri.

Karena itu, gadget sebaiknya tidak menjadi alat utama untuk membuat anak mau makan. Orang tua dapat mulai membangun rutinitas sederhana dengan menjauhkan perangkat dari meja, menjaga jadwal makan, dan menikmati waktu makan sebagai momen bersama keluarga.

Dengan kebiasaan tersebut, keluarga dapat membantu anak membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan sekaligus menciptakan waktu berkualitas bersama.

 

Penulis: Andini Namira Saskirana

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article