Jahe, Kunyit, hingga Rosella Diolah Jadi Produk Herbal oleh Siswa SMK Cordova

Must read

EDUCARE.CO.ID – Indonesia memiliki kekayaan tanaman yang bisa mendukung berbagai kebutuhan masyarakat. Jahe, kunyit, serai, dan tanaman herbal lain tumbuh di banyak lingkungan rumah.

Masyarakat biasanya mengolah tanaman tersebut dalam kondisi segar. Cara itu membuat bahan herbal cepat habis dan sulit bertahan lama.

Melihat peluang tersebut, SMK Cordova Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, mengajak siswa mengembangkan tanaman obat menjadi produk yang lebih praktis.

Sekolah tidak hanya mengenalkan manfaat tanaman herbal. Siswa juga belajar mengolah bahan hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.

Siswa Belajar Mengolah Bahan Herbal

SMK Cordova Margoyoso menerapkan pembelajaran berbasis praktik dalam pengembangan produk herbal.

Siswa mengikuti proses sejak tahap awal. Mereka memilih bahan, mengolah tanaman, hingga menyiapkan kemasan produk.

Kegiatan tersebut membuat siswa mengenal proses produksi secara langsung. Mereka juga belajar melihat potensi tanaman di sekitar sebagai bahan untuk menghasilkan produk.

Selain produk kesehatan berbahan herbal, siswa mengembangkan berbagai minuman dari bahan alami. Mereka mengolah bahan tersebut menjadi sajian yang lebih praktis dan menarik bagi masyarakat.

Pendekatan ini memberi pengalaman baru bagi siswa. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenal proses menghasilkan sebuah produk.

Teaching Factory Latih Kreativitas Siswa

Kepala SMK Cordova Margoyoso Nurwidarto mengatakan sekolah terus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, minat, dan bakat.

Sekolah menggunakan kegiatan teaching factory (tefa) sebagai salah satu sarana pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menghadapi proses kerja yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia nyata.

Nurwidarto menilai siswa perlu memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki dunia kerja. Karena itu, sekolah menggabungkan berbagai program dan kolaborasi untuk memperkuat kompetensi mereka.

“Kolaborasi dari berbagai sektor dan berbagai program kami lakukan supaya murid-murid benar-benar matang sehingga ketika nanti lulus murid kami sudah siap berkompetisi terutama di pasar kerja,” ujar Nurwidarto.

Menurutnya, pengalaman tersebut juga membuka wawasan siswa tentang pilihan setelah lulus. Mereka tidak harus selalu mencari pekerjaan. Siswa juga dapat mengembangkan keterampilan menjadi modal usaha.

“Selain itu, kegiatan ini juga membekali mereka untuk melihat peluang lain selain menjadi pekerja, yakni menjadi wirausaha,” tambahnya.

Ada Sirup Telang hingga Serbuk Jahe

Berdasarkan sumber Ditjen Dikmen Diksus Kemendikdasmen, SMK Cordova Margoyoso Nurwidarto mengembangkan beragam produk berbahan tanaman dan bunga herbal.

Produk yang mereka kembangkan antara lain:

  • sirup telang
  • teh bunga rosella
  • kunyit asam
  • serbuk jahe
  • berbagai produk kesehatan berbahan herbal.

Ragam tersebut menunjukkan banyaknya pilihan olahan yang bisa siswa kembangkan dari bahan alami.

Pengolahan juga membuat bahan herbal memiliki bentuk yang lebih praktis. Masyarakat dapat menikmati produk tanpa harus selalu mengolah tanaman dalam kondisi segar.

Bagi siswa, proses itu menjadi ruang untuk belajar mengenali kebutuhan konsumen. Mereka juga dapat memahami hubungan antara bahan baku, proses produksi, dan produk akhir.

Tanaman Obat Jadi Media Belajar Kewirausahaan

Pengembangan produk herbal memberi siswa pengalaman yang lebih luas. Mereka tidak hanya belajar keterampilan produksi, tetapi juga mengenal dasar kewirausahaan.

Siswa dapat melihat potensi bahan di lingkungan sekitar. Mereka kemudian mencari cara untuk mengolahnya menjadi produk yang memiliki daya tarik.

Proses tersebut mendorong siswa berpikir kreatif. Mereka juga belajar bahwa keterampilan vokasi dapat membuka lebih dari satu jalur karier.

Pengalaman seperti ini menjadi penting bagi pendidikan SMK. Dunia kerja membutuhkan lulusan dengan keterampilan teknis sekaligus kemampuan melihat peluang.

Sekolah Perkuat Kualitas Produk Herbal

SMK Cordova Margoyoso ingin terus mengembangkan produk kesehatan dan minuman berbahan herbal.

Sekolah dapat meningkatkan kualitas produk melalui pengembangan proses produksi. Inovasi kemasan juga menjadi bagian penting agar produk semakin menarik.

Selain itu, sekolah perlu memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kolaborasi tersebut dapat membuka ruang belajar sekaligus memperkenalkan siswa pada kebutuhan pasar.

Langkah itu sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi. Sekolah tidak hanya menyiapkan siswa untuk menguasai keterampilan, tetapi juga membantu mereka memahami penerapannya di dunia nyata.

Potensi Lokal Jadi Peluang bagi Siswa

Pengembangan tanaman obat di SMK Cordova Margoyoso memperlihatkan cara sekolah memanfaatkan potensi lokal sebagai bahan pembelajaran.

Tanaman yang mudah ditemukan dapat menjadi media untuk belajar produksi, inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan.

Siswa pun mendapat kesempatan untuk mengembangkan ide dari lingkungan terdekat. Mereka belajar mengubah bahan sederhana menjadi produk yang lebih praktis.

Dengan pengalaman tersebut, siswa memiliki bekal untuk menghadapi dunia kerja. Mereka juga dapat melihat peluang lain dengan memanfaatkan keterampilan yang mereka pelajari di sekolah.

Pada akhirnya, tanaman herbal bukan hanya menjadi bahan minuman atau produk kesehatan. Di tangan siswa SMK Cordova Margoyoso, tanaman lokal juga menjadi sarana untuk belajar menciptakan produk dan membaca peluang usaha.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article