EDUCARE.CO.ID – Lulusan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) kini memiliki peluang lebih besar untuk membangun karier di luar negeri. Kesempatan tersebut terbuka khususnya bagi peserta didik yang menekuni bidang hospitality dan spa.
Peluang itu muncul melalui kerja sama yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan.
Kemendikdasmen mempertemukan Working Global Turkiye, Forum Kursus Perhotelan Kapal Pesiar Indonesia (FKP-KPI), dan Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI) dalam kerja sama tersebut.
Ketiga pihak menandai kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis (10/9/2026).
Turki Siapkan Kuota 3.000 Peserta
Berdasarkan sumber rilis Ditjen Dikmen Diksus Kemendikdasmen, kerja sama tersebut membuka peluang bagi ribuan peserta didik kursus untuk memasuki industri perhotelan di Turki.
Direktur Kursus dan Pelatihan Yaya Sutarya mengatakan Working Global Turkiye telah menyiapkan kuota bagi 3.000 peserta didik kursus perhotelan dan spa.
Peserta yang memenuhi kebutuhan industri nantinya dapat memperoleh kesempatan untuk bekerja di sektor perhotelan Turki.
“Working Global Turkiye telah menyiapkan kuota bagi 3.000 peserta didik kursus perhotelan dan spa untuk ditempatkan di industri perhotelan di Turki,” jelas Yaya.
Menurut Yaya, Kemendikdasmen ingin memastikan peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh LKP di berbagai daerah.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kerja sama pendidikan vokasi dengan dunia kerja internasional.
Kemendikdasmen Dorong LKP Manfaatkan Peluang Global
Kerja sama tersebut tidak hanya membuka akses pekerjaan. Kemendikdasmen juga ingin mendorong peserta kursus meningkatkan kompetensi agar mampu memenuhi kebutuhan industri global.
LKP memiliki peran penting dalam proses tersebut. Lembaga kursus perlu membekali peserta dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Dengan kompetensi yang semakin kuat, lulusan kursus memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar kerja internasional.
Direktorat Kursus dan Pelatihan pun mendorong berbagai pihak untuk melihat kerja sama tersebut sebagai peluang pengembangan pendidikan vokasi.
Industri Turki Butuh Tenaga Profesional
Direktur Working Global Turkiye Ferhat Sahin menyambut baik kolaborasi dengan pihak Indonesia.
Menurut Ferhat, kebutuhan tenaga kerja profesional di Turki membuka ruang bagi lulusan kursus Indonesia untuk mengembangkan karier.
Ia juga mengajak generasi muda Indonesia mengikuti pelatihan dan terus meningkatkan kemampuan.
“Kami berharap dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama ke depannya. Kami juga mengajak anak-anak Indonesia untuk mengikuti berbagai kursus dan meningkatkan kompetensinya agar mampu bersaing serta membangun karier di tingkat global,” ujar Ferhat.
Menurutnya, peningkatan keterampilan menjadi modal penting bagi calon pekerja yang ingin memasuki industri internasional.
Lulusan Hospitality Punya Jalan ke Luar Negeri
Ketua FKP-KPI Theo Gorge menilai kerja sama tersebut memberi harapan baru bagi LKP bidang perhotelan.
Selama ini, banyak lulusan kursus memiliki keinginan untuk memperoleh pengalaman kerja di luar negeri. Kesempatan tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus pengalaman profesional mereka.
“LKP di bidang perhotelan dan spa sudah mempersiapkan tenaga profesional sehingga kesempatan ini bisa jadi jawaban agar lulusan bisa bekerja di luar negeri,” ujar Theo.
Menurutnya, LKP telah memiliki peran dalam menyiapkan tenaga terampil. Kini, akses menuju pasar kerja internasional dapat memperluas manfaat dari proses pelatihan tersebut.
Industri Spa Juga Butuh Terapis Terampil
Peluang serupa muncul bagi peserta kursus bidang spa.
Ketua ASTI Susiana Hendro mengatakan kebutuhan tenaga terampil di sektor spa terus membuka ruang bagi lulusan LKP. Permintaan tersebut juga datang dari industri spa di luar negeri.
Karena itu, LKP perlu memastikan peserta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Peserta tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Mereka juga perlu memiliki profesionalisme agar mampu bekerja dan berkembang di lingkungan kerja internasional.
“Bekerja di luar negeri membantu mereka untuk berkembang lebih baik, dari segi pengalaman, pendapatan, dan juga kesejahteraan,” terang Susiana.
Pengalaman Kerja Bisa Jadi Bekal Jangka Panjang
Kesempatan bekerja di luar negeri memberikan pengalaman yang berbeda bagi lulusan kursus.
Selain memperoleh pengalaman profesional, mereka dapat mengenal budaya kerja dan lingkungan industri di negara lain.
Pengalaman tersebut juga dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan beradaptasi.
Bagi peserta dari bidang hospitality dan spa, pengalaman kerja internasional dapat menjadi tambahan bekal untuk perjalanan karier berikutnya.
Pendidikan Kursus Makin Terhubung dengan Dunia Kerja
Kerja sama Indonesia dan Turki menunjukkan semakin luasnya peluang pendidikan nonformal untuk terhubung dengan kebutuhan industri global.
LKP tidak hanya menjadi tempat peserta mempelajari keterampilan. Lembaga tersebut juga dapat menjadi pintu masuk menuju dunia kerja.
Dengan dukungan pemerintah, asosiasi, dan mitra industri, lulusan kursus memiliki akses yang lebih luas untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mengejar karier internasional.
Kuota 3.000 peserta yang disiapkan Working Global Turkiye menjadi peluang besar bagi lulusan hospitality dan spa Indonesia.
Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan persiapan. Peserta perlu membangun kompetensi, mengikuti standar industri, dan memiliki kesiapan untuk bekerja di lingkungan global.
Pada akhirnya, kerja sama ini membuka satu pesan penting: pendidikan kursus juga dapat menjadi jalan bagi generasi muda Indonesia untuk menembus pasar kerja internasional.


