EDUCARE.CO.ID – Atlet panjat tebing Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Veddriq Leonardo sukses meraih medali emas pada World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis. Keduanya menilai dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting yang membantu atlet Indonesia terus bersaing di level dunia.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kedua atlet menyampaikan apresiasi tersebut saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (14/7/2026).
Desak Made mengaku program pembinaan nasional, mulai dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) hingga kesempatan mengikuti uji tanding internasional, memberi dampak besar terhadap perkembangan atlet.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang terus mendukung pembinaan atlet nasional sehingga kami dapat berprestasi di berbagai kejuaraan internasional,” ujar Desak Made.
Veddriq Leonardo juga menyampaikan apresiasi serupa. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu berharap pemerintah terus menjaga komitmennya dalam mendukung pembinaan olahraga Indonesia.
“Semoga dukungan terhadap olahraga terus berlanjut sehingga prestasi Indonesia semakin meningkat di tingkat dunia,” kata Veddriq.
Indonesia Sapu Dua Medali Emas di Chamonix
World Climbing Series Chamonix 2026 yang berlangsung pada Minggu (12/7) menjadi ajang membanggakan bagi Indonesia. Tim Merah Putih membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak dari nomor speed.
Desak Made menjadi juara sektor putri setelah mengalahkan atlet Italia, Giulia Randi, pada babak final. Ia mencatatkan waktu 6,22 detik, lebih cepat dibanding lawannya yang membukukan 6,51 detik.
Prestasi tersebut semakin istimewa karena sebelumnya Desak juga meraih medali emas pada seri Krakow, Polandia. Hasil itu menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu atlet speed terbaik dunia.
Final Sesama Atlet Indonesia
Sektor putra menghadirkan final sesama wakil Indonesia. Veddriq Leonardo menghadapi Antasyafi Robby Al Hilmi dalam perebutan gelar juara.
Veddriq mencatatkan waktu 4,89 detik untuk mengamankan medali emas. Sementara Antasyafi meraih medali perak setelah finis dengan waktu 5,11 detik.
Hasil tersebut sekaligus mempertegas dominasi Indonesia pada nomor speed di ajang World Climbing Series Chamonix 2026.
Veddriq Syukuri Gelar Dunia Pertama Setelah Olimpiade
Bagi Veddriq, kemenangan di Prancis memiliki makna tersendiri. Gelar itu menjadi medali emas pertamanya di kejuaraan dunia sejak berhasil menjadi juara Olimpiade.
Ia mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut dan berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, tim pelatih, serta seluruh pihak yang terus memberikan dukungan selama proses latihan hingga kompetisi berlangsung.
Menurut Veddriq, dukungan tersebut menjadi motivasi besar untuk terus mempertahankan prestasi Indonesia di panggung internasional.
Keberhasilan Desak Made, Veddriq Leonardo, dan Antasyafi Robby Al Hilmi kembali membuktikan bahwa panjat tebing Indonesia mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dunia. Prestasi ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama pada nomor speed internasional.



